Anggota TNIi Bertaruh Nyawa Lumpuhkan 4 Rampok Berpistol di Pengadaian
Jumat 11 Agustus 2017, 23:39 WIB
Anggota TNIi Bertaruh Nyawa Lumpuhkan 4 Rampok Berpistol di Pengadaian
JAYAPURA, RIAUMADANI.com - Aksi perampokan dengan senjata api terjadi di Kantor Pegadaian Waena Distrik Heram, Jayapura, Papua, Kamis (10/8/2017) siang sekitar pukul 10.30 WIT. Tiga dari empat pelaku memiliki pistol buatan Jerman Walther 9mm, yang dipakai mengancam pegawai dan pengunjung kantor pegadaian.
Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebutkan, setelah melakukan pengancaman ketiganya berencana membawa kabur apa yang dijadikan target. Namun ketika masih dalam posisi mengancam ini, salah satu security berhasil keluar dan memberitahukan kepada salah satu anggota TNI yang kebetulan berada di toko bangunan, sebelah kantor pegadaian.
Situasi dalam kantor pegadaian juga terdengar gaduh karena nasabah dan pegawai sudah mulai panik. Bahkan salah satu nasabah perempuan bernama Sance Pui harus jadi korban karena keningnya robek akibat hantaman gagang pistol.
Ketika para pelaku hendak keluar inilah situasi semakin memanas. Warga mulai ramai berteriak dan ada perlawanan dari anggota TNI. Ketiganya akhirnya terhenti setelah tujuh anggota TNI yaitu, Serda Yusni Kahar, Serda Seger, Serda Saleh, Serda Arif, Serda Laode, Serda Suparlan dan Serda Andik menutup jalan keluar dan membuat ketiganya tak berkutik.
Warga pun mulai berdatangan dan menghakimi ketiganya. Hanya salah satu pelaku berinisial Wi yang saat itu berada di atas motor berhasil kabur meninggalkan tiga temannya yang babak belur. Di sini juga senjata salah satu pelaku berhasil direbut oleh Serda Suparlan.
Danrem 172/PWY, Kol Inf Christian Boni Pardede menjelaskan empat pelaku menggunakan dua unit motor dan masing-masing berboncengan. Setelah mengeksekusi korbannya, para pelaku hendak kabur namun dihentikan anggotanya.
"Serda Suparlan ini ke toko bangunan untuk membeli cat dan pulsa di samping pegadaian, lalu ada security keluar meminta tolong. Serda Suparlan sempat berpapasan dengan empat pelaku sambil menodongkan pistol," kata Danrem.
Meski sempat diminta menyerah, namun pelaku menolak dan terjadi perkelahian, kemudian pistol terjatuh. "Pistolnya aktif, namun bukan buatan Indonesia," katanya.
Ketiga pelaku dengan kondisi babak belur langsung dilarikan ke Polsubsektor Heram. "Baru kami interogasi awal dan sepertinya pelaku ini adalah kelompok perampok lintas provinsi, sebab pengakuannya mereka baru sepuluh hari di Jayapura," kata Kapolsubsektor Heram, Iptu Nadek.
Dari tangan pelaku, Polsubsektor Heram sempat mengamankan identitas salah satu pelaku bernama Dayat. Para pelaku kemudian dibawa ke Polres Jayapura Kota untuk penyidikan. "Ngakunya mereka mau bekerja tapi malah merampok sehingga kami pikir mereka ini pelaku kejahatan profesional," imbuh Nadek.
Sementara itu Kapolres Jayapura Kota, AKBP Marison Tober Sirait mengatakan, DH, Ma, Ha dan Wi alias Boy merupakan komplotan perampok dari luar Papua.
"Untuk Boy saat ini sedang dalam pengejaran, karena saat diamankan pelaku kabur meninggalkan teman-temannya. Keempat pelaku belum genap sebulan berada di Papua. Polres Jayapura Kota sedang mendalami kasus ini," terangnya.
Sejumlah barang barang bukti yang diamankan adalah satu unit sepeda motor Honda CB 150 R PA 5209 RN, dua jaket biru dan cokelat krem, dua buah tas ransel hitam berisi obeng, tang dan platban hitam.
Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebutkan, setelah melakukan pengancaman ketiganya berencana membawa kabur apa yang dijadikan target. Namun ketika masih dalam posisi mengancam ini, salah satu security berhasil keluar dan memberitahukan kepada salah satu anggota TNI yang kebetulan berada di toko bangunan, sebelah kantor pegadaian.
Situasi dalam kantor pegadaian juga terdengar gaduh karena nasabah dan pegawai sudah mulai panik. Bahkan salah satu nasabah perempuan bernama Sance Pui harus jadi korban karena keningnya robek akibat hantaman gagang pistol.
Ketika para pelaku hendak keluar inilah situasi semakin memanas. Warga mulai ramai berteriak dan ada perlawanan dari anggota TNI. Ketiganya akhirnya terhenti setelah tujuh anggota TNI yaitu, Serda Yusni Kahar, Serda Seger, Serda Saleh, Serda Arif, Serda Laode, Serda Suparlan dan Serda Andik menutup jalan keluar dan membuat ketiganya tak berkutik.
Warga pun mulai berdatangan dan menghakimi ketiganya. Hanya salah satu pelaku berinisial Wi yang saat itu berada di atas motor berhasil kabur meninggalkan tiga temannya yang babak belur. Di sini juga senjata salah satu pelaku berhasil direbut oleh Serda Suparlan.
Danrem 172/PWY, Kol Inf Christian Boni Pardede menjelaskan empat pelaku menggunakan dua unit motor dan masing-masing berboncengan. Setelah mengeksekusi korbannya, para pelaku hendak kabur namun dihentikan anggotanya.
"Serda Suparlan ini ke toko bangunan untuk membeli cat dan pulsa di samping pegadaian, lalu ada security keluar meminta tolong. Serda Suparlan sempat berpapasan dengan empat pelaku sambil menodongkan pistol," kata Danrem.
Meski sempat diminta menyerah, namun pelaku menolak dan terjadi perkelahian, kemudian pistol terjatuh. "Pistolnya aktif, namun bukan buatan Indonesia," katanya.
Ketiga pelaku dengan kondisi babak belur langsung dilarikan ke Polsubsektor Heram. "Baru kami interogasi awal dan sepertinya pelaku ini adalah kelompok perampok lintas provinsi, sebab pengakuannya mereka baru sepuluh hari di Jayapura," kata Kapolsubsektor Heram, Iptu Nadek.
Dari tangan pelaku, Polsubsektor Heram sempat mengamankan identitas salah satu pelaku bernama Dayat. Para pelaku kemudian dibawa ke Polres Jayapura Kota untuk penyidikan. "Ngakunya mereka mau bekerja tapi malah merampok sehingga kami pikir mereka ini pelaku kejahatan profesional," imbuh Nadek.
Sementara itu Kapolres Jayapura Kota, AKBP Marison Tober Sirait mengatakan, DH, Ma, Ha dan Wi alias Boy merupakan komplotan perampok dari luar Papua.
"Untuk Boy saat ini sedang dalam pengejaran, karena saat diamankan pelaku kabur meninggalkan teman-temannya. Keempat pelaku belum genap sebulan berada di Papua. Polres Jayapura Kota sedang mendalami kasus ini," terangnya.
Sejumlah barang barang bukti yang diamankan adalah satu unit sepeda motor Honda CB 150 R PA 5209 RN, dua jaket biru dan cokelat krem, dua buah tas ransel hitam berisi obeng, tang dan platban hitam.
| Editor | : | |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan