Pilgubri 2018
Kandidat cagub Riau 2018
Survei LKPI Untuk Pilgubri 2018 Incumbent Gubernur Riau Kalah Telak Oleh Suparman dan Syamsuar
Senin 31 Juli 2017, 04:23 WIB
Kandidat cagub Riau 2018
JAKARTA , RIAUMADANI. com - Jelang Pemilihan Gubernur, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei alias jajak pendapat kepada masyarakat Riau.
Direktur Eksekutive LKPI, Arifin Nurcahyono mengatakan bahwa survei kali ini mengusung tema "Mengukur Tingkat Elektabilitas Para Tokoh di Riau Sebagai Gubernur Riau".
"Hasil survei kali ini menghasilkan beberapa temuan terkait tokoh yang dikenal, diterima, dianggap mampu, dan dipilih sebagai Gubernur Riau," katanya dalam keterangan pers yang diterima GoNews.co, Senin (31/7/2017).
Dijelaskannya bahwa survei ini melibatkan 1.547 responden yang tersebar secara proposional sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Tingkat kepercayaan survei sendiri mencapai 95 persen dan margin of error sebesar kurang-lebih 2,47 persen. Survey dilaksanakan selama 11 hari, yakni mulai tanggal 16 Juli sampai dengan 26 Juli 2017 lalu.
Hasilnya, dari sisi tokoh paling dikenal misalkan. Katanya dari beberapa tokoh, incumbent, Gubernur Riau yang juga Ketua DPD I Golkar Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman justru hanya menempati posisi ketiga dikenal oleh masyarakat dengan angka 71,2 persen.
Bupati Rokan Hulu (Rohul) Suparman malah menempati urutan tertinggi yang dikenal oleh masyarakat Riau sebesar 76,3 persen, urutan kedua ditempati oleh Bupati Kabupaten Siak Syamsuar dengan 75,2 persen, keempat sedangkan walikota kota Pekanbaru Firdaus dengan 69,9 persen, Ketua DPRD Riau Septina Primawati 69,7 persen, Bupati Pelalawan H Harris dengan 69,3 persen, mantan Bupati Kampar Jepfrie Noor dengan 67,4 persen, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Edy dengan 67,1 persen, mantan Bupati Kuansing Sukarmis 64,2 persen, mantan Bupati Indragili Hilir Indra Muchlis Adnan 66,3 persen, Anggota DPR RI Nurzahedi Tanjung dengan 64,3 persen, Bupati Indragilir Hulu Yopi Arianto 64,2 persen, Ketua DPD PDIP Riau Cordias Pasaribu dengan 63,6 persen, dan Irwan Nasir dengan 63,2 persen.
Survei juga melihat soal tingkat penerimaan masyarakat atas tokoh yang akan memimpin mereka sebagai Gubernur Riau nanti (tingkat akseptabilitas).
"Jawaban survei 83,4 persen dari 1547 Responden yang mewakili masyarakat Riau mengatakan Syamsuar sangat diterima dan diinginkan oleh masyarakat sebagai Gubernur Riau, kemudian Achmad 78,3 persen, Septina Primawati 77,2 persen, H Harris 76,3 persen, Firdaus 74,6 persen, dan petahana Arsyadjuliandi Rahman 73,3 persen, Lukman Edy 71,6 persen, Jefrie Noor mantan Bupati Kampar 68,6 persen, Sukarmis 66,4 persen, Indra Muchlis 66,2 persen, Nurzahedi Tanjung 59,3 persen, Yopie Arianto 58,2 persen, Cordias Pasaribu 56,3 persen, Irwan Nasir Bupati Kepulauan Meranti 54,3 persen," paparnya.
Dari tingkat keterpilihan seorang calon Gubernur Riau, utamanya terkait tokoh manakah yang layak dipilih karena dianggap mampu menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lanjut Arifin, survei LKPI melihat Syamsuar lah yang menurut masyarakat paling layak.
Karena dia (Syamsuar, red), mengantongi tingkat elektabilitas sebesar 27,1 persen. Sedangkan Achmad berada diurutan kedua sebesar 15,2 persen, Petahana Arsyadjuliandi Rahman 6,6 persen, Jefrie Noor 6,4 persen, Firdaus 5,7 persen, H.Harris 5,6 persen, Lukman Edy 5,4 persen, Septina Prima Wati 5,1 persen, Indra Muchlis 3,4 persen, Yopi Arianto 2,9, Sukarmis 2,8 persen, Nurzahedi Tanjung 1,7 persen, Cordias Pasaribu 1,4 persen, Irwan Nasir 1,3 persen dan yang tidak memberikan pilihan sebanyak 9,4 persen.
Lebih lanjut LKPI menanyakan soal kriteria Gubernur Riau yang di Inginkan oleh publik Riau. Dari jawaban para responden terdapat indikator kualitas personal paling penting bagi seorang Cagub yang diinginkan Masyarakat Riau, yang terdiri dari bisa dipercaya, satu dalam kata dan perbuatan, tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah melakukan KKN, tidak pernah atau diopinikan melakukan tindakan kriminal, diyakini mampu memimpin Provinsi Riau dan pemerintahan, dan yang terakhir, dipercaya mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan yang berbeda.
"Dan hasilnya sebagai berikut untuk ukuran integritas tersebut, sebanyak 83 persen responden memilih cagub yang jujur dan bisa dipercaya, diikuti 76 persen calon gubernur yang tidak pernah melakukan KKN, dan 86,3 persen cagub yang tidak pernah melakukan tindak kriminal," imbuh Arifin.
Sementara itu, dari ukuran kapabilitas, sebanyak 87 persen responden menganggap sangat penting seorang calon Gubernur Riau yang mampu memimpin Riau dan pemerintahan. Sisanya, 63 persen memilih Cagub yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas.
"Terakhir, dari ukuran akseptabilitas, sebanyak 81,3 persen responden memilih cagub yang mampu berdiri di atas kepentingan semua kelompok atau golongan yang berbeda-beda. Sebanyak 87,3 persen memilih cagub yang tidak punya masalah tertentu yang dapat memunculkan penolakan masyarakat," pungkas Arifin.*grc/rls
Direktur Eksekutive LKPI, Arifin Nurcahyono mengatakan bahwa survei kali ini mengusung tema "Mengukur Tingkat Elektabilitas Para Tokoh di Riau Sebagai Gubernur Riau".
"Hasil survei kali ini menghasilkan beberapa temuan terkait tokoh yang dikenal, diterima, dianggap mampu, dan dipilih sebagai Gubernur Riau," katanya dalam keterangan pers yang diterima GoNews.co, Senin (31/7/2017).
Dijelaskannya bahwa survei ini melibatkan 1.547 responden yang tersebar secara proposional sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Tingkat kepercayaan survei sendiri mencapai 95 persen dan margin of error sebesar kurang-lebih 2,47 persen. Survey dilaksanakan selama 11 hari, yakni mulai tanggal 16 Juli sampai dengan 26 Juli 2017 lalu.
Hasilnya, dari sisi tokoh paling dikenal misalkan. Katanya dari beberapa tokoh, incumbent, Gubernur Riau yang juga Ketua DPD I Golkar Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman justru hanya menempati posisi ketiga dikenal oleh masyarakat dengan angka 71,2 persen.
Bupati Rokan Hulu (Rohul) Suparman malah menempati urutan tertinggi yang dikenal oleh masyarakat Riau sebesar 76,3 persen, urutan kedua ditempati oleh Bupati Kabupaten Siak Syamsuar dengan 75,2 persen, keempat sedangkan walikota kota Pekanbaru Firdaus dengan 69,9 persen, Ketua DPRD Riau Septina Primawati 69,7 persen, Bupati Pelalawan H Harris dengan 69,3 persen, mantan Bupati Kampar Jepfrie Noor dengan 67,4 persen, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Edy dengan 67,1 persen, mantan Bupati Kuansing Sukarmis 64,2 persen, mantan Bupati Indragili Hilir Indra Muchlis Adnan 66,3 persen, Anggota DPR RI Nurzahedi Tanjung dengan 64,3 persen, Bupati Indragilir Hulu Yopi Arianto 64,2 persen, Ketua DPD PDIP Riau Cordias Pasaribu dengan 63,6 persen, dan Irwan Nasir dengan 63,2 persen.
Survei juga melihat soal tingkat penerimaan masyarakat atas tokoh yang akan memimpin mereka sebagai Gubernur Riau nanti (tingkat akseptabilitas).
"Jawaban survei 83,4 persen dari 1547 Responden yang mewakili masyarakat Riau mengatakan Syamsuar sangat diterima dan diinginkan oleh masyarakat sebagai Gubernur Riau, kemudian Achmad 78,3 persen, Septina Primawati 77,2 persen, H Harris 76,3 persen, Firdaus 74,6 persen, dan petahana Arsyadjuliandi Rahman 73,3 persen, Lukman Edy 71,6 persen, Jefrie Noor mantan Bupati Kampar 68,6 persen, Sukarmis 66,4 persen, Indra Muchlis 66,2 persen, Nurzahedi Tanjung 59,3 persen, Yopie Arianto 58,2 persen, Cordias Pasaribu 56,3 persen, Irwan Nasir Bupati Kepulauan Meranti 54,3 persen," paparnya.
Dari tingkat keterpilihan seorang calon Gubernur Riau, utamanya terkait tokoh manakah yang layak dipilih karena dianggap mampu menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lanjut Arifin, survei LKPI melihat Syamsuar lah yang menurut masyarakat paling layak.
Karena dia (Syamsuar, red), mengantongi tingkat elektabilitas sebesar 27,1 persen. Sedangkan Achmad berada diurutan kedua sebesar 15,2 persen, Petahana Arsyadjuliandi Rahman 6,6 persen, Jefrie Noor 6,4 persen, Firdaus 5,7 persen, H.Harris 5,6 persen, Lukman Edy 5,4 persen, Septina Prima Wati 5,1 persen, Indra Muchlis 3,4 persen, Yopi Arianto 2,9, Sukarmis 2,8 persen, Nurzahedi Tanjung 1,7 persen, Cordias Pasaribu 1,4 persen, Irwan Nasir 1,3 persen dan yang tidak memberikan pilihan sebanyak 9,4 persen.
Lebih lanjut LKPI menanyakan soal kriteria Gubernur Riau yang di Inginkan oleh publik Riau. Dari jawaban para responden terdapat indikator kualitas personal paling penting bagi seorang Cagub yang diinginkan Masyarakat Riau, yang terdiri dari bisa dipercaya, satu dalam kata dan perbuatan, tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah melakukan KKN, tidak pernah atau diopinikan melakukan tindakan kriminal, diyakini mampu memimpin Provinsi Riau dan pemerintahan, dan yang terakhir, dipercaya mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan yang berbeda.
"Dan hasilnya sebagai berikut untuk ukuran integritas tersebut, sebanyak 83 persen responden memilih cagub yang jujur dan bisa dipercaya, diikuti 76 persen calon gubernur yang tidak pernah melakukan KKN, dan 86,3 persen cagub yang tidak pernah melakukan tindak kriminal," imbuh Arifin.
Sementara itu, dari ukuran kapabilitas, sebanyak 87 persen responden menganggap sangat penting seorang calon Gubernur Riau yang mampu memimpin Riau dan pemerintahan. Sisanya, 63 persen memilih Cagub yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas.
"Terakhir, dari ukuran akseptabilitas, sebanyak 81,3 persen responden memilih cagub yang mampu berdiri di atas kepentingan semua kelompok atau golongan yang berbeda-beda. Sebanyak 87,3 persen memilih cagub yang tidak punya masalah tertentu yang dapat memunculkan penolakan masyarakat," pungkas Arifin.*grc/rls
| Editor | : | TIS |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau