Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
HALAL BIHALAL PEMKAB BENGKALIS
Amril Mukminin: Bupati Siap Dikiritik, Asal Membangun
Sabtu 08 Juli 2017, 02:20 WIB
Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersalaman dengan Wagub H Muhammad
BENGKALIS. RIAUAMDANI. com - Secara etimologi, kata Syawal bermakna peningkatan. Hal itu merupakan target ibadah puasa. Pasca Ramadan diharapkan orang-orang yang beriman meraih derajat ketakwaan.

Seorang muslim yang terlahir kembali seperti kertas yang masih bersih, sehingga di bulan Syawal ini, kualitas keimanannya mengalami peningkatan. Tidak hanya kualitas ibadah, tetapi juga kualitas pribadinya yang selama di bulan Ramadhan dilatih secara lahir batin.

Hal itu disampaikan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin ketika  memberikan sambutan pada  acara halal bi halal sempena Idul Fitri 1438 H yang ditaja Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
 
Kegiatan yang dihadiri  tidak kurang dari seribu masyarakat dari berbagai kalangan itu, dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (6/7/2017).

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, katanya lagi, khususnya untuk mempercepat keberhasilan pembangunan di daerah ini, peningkatan tersebut harus dapat diimplementasikan dengan memberikan kontribusi terbaik yang dimiliki. Termasuk dalam bentuk kritik sekalipun.

Namun demikian, pesannya, agar kritik dimaksud berkontribusi bagi percepatan pembangunan di daerah ini, hendaknya senantiasa disertai dengan perilaku atau sifat yang solutif. Meski kritik yang membangun.

“Sebab sebagaimana sebuah ungkapan bijak, memberi kritik tanpa solusi, seperti memberi piring pada orang yang sedang kelaparan, tapi tidak beserta makanannya,” ujarnya.

Masih mengutip sebuah ungkapan bijak, Amril menambahkan, kritik tanpa adanya perilaku yang solutif, ibarat orang sholat, tapi orang tersebut tidak memahami makna yang terdapat di dalam setiap bacaan salatnya.

Sementara dengan untaian kalimat indah yang lain, Amril mengatakan, kalau pandai jangan menggurui; kalau tajam, jangan melukai; kalau laju, jangan mendahului.

Selain Bupati Bengkalis beserta istri Kasmarni, hadir juga dalam acara yang isi santapan rohani oleh ustazah Hj Roslen Hasan dari Jakarta itu, diantaranya Wakil Bupati Bengkalis H Muhammad, Ketua DPRD Bengkalis H Indra Gunawan Eet.(MC Riau/)




Editor : Tis.Alif
Kategori : Bengkalis
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top