SINGKONG IMPOR MASUK INDONESIA
poto int
Singkong Vietnam Banjiri Indonesia, Jokowi Dianggap Khianati Petan
Senin 29 Mei 2017, 07:37 WIB
poto intJAKARTA. RIAUMADANI. com - Memasuki bulan Ramadhan, rakyat Indonesia kembali dikejutkan dengan bertambahnya jumlah singkong yang diimpor dari Vietnam.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah singkong impor yang memasuki Indonesia sejak April lalu mencapai 499,89 ribu ton. BPS mengungkapkan bahwa hal tersebut terjadi karena terjadi peningkatan permintaan bahan baku untuk olahan kudapan masyarakat. Terkait hal itu, pemerintahan Presiden Jokowi dianggap kurang memperhatikan petani dalam negeri karena membiarkan impor singkong merajalela.
Pemerintah menegaskan bahwa jalur impor singkong telah lama ditutup ke Indonesia. Pendapat tersebut diungkapkan oleh Menteri Perdagangan ‎(Mendag), Enggartiasto Lukita. Pihak Kementerian Perdagangan terkerjut ketika mendapati singkong Vietnam masuk dengan jumlah sangat besar ke Indonesia.
"Saya gak memberi izin, namun (impor) singkong itu jalan sendiri," ujarnya kepada media di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jakarta pada Jumat (26/5).
Ia menegaskan bahwa singkong impor tersebut adalah untuk kebutuhan industri. Menurutnya, pabrik harus memasok singkong impor karena produksi dalam negeri sangatlah kurang.
"Saya tanya kenapa bisa mengimpor singkong, karena saya gak tahu. Ternyata untuk kebutuhan industri, pabrik gak bisa berhenti, sehingga harus impor," jelasnya.
Walaupun pihak pemerintah sudah mengetahui itu singkong impor tanpa izin, namun pemerintah dianggap lepas tangan karena tidak memberi sanksi tegas.
"Bagaimana kita kasih sanksi, itu kan masalah perdagangan bebas. Kalo nanti pakai izin malah dipersoalkan lagi, bapak banyak bgt mengeluarkan izin. Mau gimana lagi, impor akhirnya jalan sendiri, jadi bebas," kilahnya.
Kabar melejitnya jumlah singkong impor tersebut mendapat tentangan dari sejumlah netizen. Mereka menganggap pemerintah tidak lagi pro terhadap petaninya sendiri.
"Singkong aja harus Impor. Ini sungguh2 keterlaluan, Petani Singkong di Indonesia tidak ada harganya.....," ujar salah satu netizen bernama Adi Supriadi.
"Trs apa lagi yg import. Hhhh apa2 import. Pdhl negeri sendiri kaya," tulis Ratu Nya Alamsyah.
"Ngapa gak suruh petani nanam sendiri enak jaman suharto petani makmur," ungkap Mirnawati Noe.
"Singkong yg didlm negri aja sampai numpuk g laku2 harga murah banget perkilonya. Ini malah import dari luar negri. Apa g salah.? Atau ini hanya permainan cara untuk mengkorupsi uang pembelian," kritik Adhi Putra.
"Nasib petani singkong kita tentunya akan semakin menyedihkan. Mereka pasti bingung akan menjual kemana lagi singkongnya kalau pemerintah memberlakukan import singkong dari.Vietnam," kata Risma Jaya Zebua.
"Tidak heran bu.. Dan pada akhir nya petani mengalami kerugian dan enggak bertani atau berladang lagi.. Lambat laun lahan nya di jual karena tidak bisa menghidupi keluarga dan tidak ada modal membeli bibit nya. Lalu di beli oleh pengembang.. Asing. Dibangun perumahan elit atau pabrik.. TAPI BUKAN KITA PUNYA," jelas Surya Kelana.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah singkong impor yang memasuki Indonesia sejak April lalu mencapai 499,89 ribu ton. BPS mengungkapkan bahwa hal tersebut terjadi karena terjadi peningkatan permintaan bahan baku untuk olahan kudapan masyarakat. Terkait hal itu, pemerintahan Presiden Jokowi dianggap kurang memperhatikan petani dalam negeri karena membiarkan impor singkong merajalela.
Pemerintah menegaskan bahwa jalur impor singkong telah lama ditutup ke Indonesia. Pendapat tersebut diungkapkan oleh Menteri Perdagangan ‎(Mendag), Enggartiasto Lukita. Pihak Kementerian Perdagangan terkerjut ketika mendapati singkong Vietnam masuk dengan jumlah sangat besar ke Indonesia.
"Saya gak memberi izin, namun (impor) singkong itu jalan sendiri," ujarnya kepada media di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jakarta pada Jumat (26/5).
Ia menegaskan bahwa singkong impor tersebut adalah untuk kebutuhan industri. Menurutnya, pabrik harus memasok singkong impor karena produksi dalam negeri sangatlah kurang.
"Saya tanya kenapa bisa mengimpor singkong, karena saya gak tahu. Ternyata untuk kebutuhan industri, pabrik gak bisa berhenti, sehingga harus impor," jelasnya.
Walaupun pihak pemerintah sudah mengetahui itu singkong impor tanpa izin, namun pemerintah dianggap lepas tangan karena tidak memberi sanksi tegas.
"Bagaimana kita kasih sanksi, itu kan masalah perdagangan bebas. Kalo nanti pakai izin malah dipersoalkan lagi, bapak banyak bgt mengeluarkan izin. Mau gimana lagi, impor akhirnya jalan sendiri, jadi bebas," kilahnya.
Kabar melejitnya jumlah singkong impor tersebut mendapat tentangan dari sejumlah netizen. Mereka menganggap pemerintah tidak lagi pro terhadap petaninya sendiri.
"Singkong aja harus Impor. Ini sungguh2 keterlaluan, Petani Singkong di Indonesia tidak ada harganya.....," ujar salah satu netizen bernama Adi Supriadi.
"Trs apa lagi yg import. Hhhh apa2 import. Pdhl negeri sendiri kaya," tulis Ratu Nya Alamsyah.
"Ngapa gak suruh petani nanam sendiri enak jaman suharto petani makmur," ungkap Mirnawati Noe.
"Singkong yg didlm negri aja sampai numpuk g laku2 harga murah banget perkilonya. Ini malah import dari luar negri. Apa g salah.? Atau ini hanya permainan cara untuk mengkorupsi uang pembelian," kritik Adhi Putra.
"Nasib petani singkong kita tentunya akan semakin menyedihkan. Mereka pasti bingung akan menjual kemana lagi singkongnya kalau pemerintah memberlakukan import singkong dari.Vietnam," kata Risma Jaya Zebua.
"Tidak heran bu.. Dan pada akhir nya petani mengalami kerugian dan enggak bertani atau berladang lagi.. Lambat laun lahan nya di jual karena tidak bisa menghidupi keluarga dan tidak ada modal membeli bibit nya. Lalu di beli oleh pengembang.. Asing. Dibangun perumahan elit atau pabrik.. TAPI BUKAN KITA PUNYA," jelas Surya Kelana.
| Editor | : | Suara NKRI |
| Kategori | : | Ekonomi |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Minggu 19 Juli 2026, 15:35 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan
Rabu 15 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gaungkan Semangat Kebersamaan Melalui Festival Rakyat 2026