Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
Masyarakat Menjerit, Tarif Listrik Semakin Mencekik
Pemerintah Kembali Naikkan Tarif Listrik Secara Periodik Untuk Golongan Daya 900 VA
Kamis 11 Mei 2017, 23:10 WIB
Poto Ilustrasi

PASIR PENGARAIAN, RIAUMADANI. com - Sejumlah warga di Kabupaten Rokan Hilir mulai merasakan dampak Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) golongan 900 VA yang resmi dinaikan pemerintah terhitung sejak 1 Mei 2017.  Sebagian besar warga yang mengeluh akibat penyesuaian TDL ini, rata-rata pengguna listrik prabayar golongan R-1 900 VA, yang semula masih mendapatkan subsidi.
 
Menurut salah seorang warga desa Sungai Rangau kecamatan Rantau Kopar Efri pelanggan listrik prabayar biasanya dirinya mengisi pulsa listrik (Token) 20 ribu rupiah untuk 3 hari. Tetapi sejak 1 mei 2017 lalu, pulsa listrik 20 ribu rupiah itu, hanya mampu bertahan satu setengah hari.
 
'Biasanya kami isi pulsa listrik 20 ribu itu bisa bertahan selama 3 hari, tapi sekarang pulsa listrik 20 ribu rupiah itu, hanya tahan satu hari setengah,” ungkap neni kepada wartawan, Kamis (11/5/2017).
 
Akibat kenaikan TDL ini, Neni tentunya harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah. Hal ini menurutnya semakin memperberat kondisi ekonomi keluarganya yang tergolong pas-pasan.
 
“Kalau dalam satu bulan itu, biasanya kami beli token listrik kira-kira 200 ribu, tapi sekarang mungkin akan meningkat dua kali lipat mencapai 400 sampai 500 ribu” ungkapnya.
 
Tak hanya Neni, kenaikan TDL golongan R1-900 VA juga dikeluhkan Harun, Warga Wonosri Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah. Dia menilai kebijakan pemerintah menaikan TDL bagi kalangan masyarakat menengah kebawah tidak mencerminkan pemerintah yang peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang serba sulit seperti sekarang.
 
“Kami harapkan kenaikan TDL ini dapat ditinjau ulang, sejak naik 1 Mei lalu, kami sangat merasakan dampak kenaikan itu. Saat ini saja kami sudah sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan sekarang kami juga harus dibebankan dengan naiknya biaya listrik yang kami hitung mencapai 2 kali lipat” ujarnya kesal.
 
Seperti diketahui, skenario Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, tarif listrik Pelanggan listrik dengan daya 900VA akan mengalami penyesuaian tarif, bersamaan dengan 12 golongan tarif lainnya setiap tiga bulan. Pada tanggal 1 Mei  lalu, Pemerintah sudah menaikan tarif listrik untuk pelanggan dengan daya 900VA mencapai Rp1.352/ 1 kWh.
 
Kenaikan tariff TDL pada tanggal 1 Mei lalu merupakan kali ketiga setelah kenaikan TDL pada bulan Januari dan Maret. Tidak berhenti disitu, pada bulan Juli 2017 mendatang, Pemerintah rencananya resmi mencabut subsidi Listrik Golongan 900 VA,  sehingga tarifnya sama dengan golongan 1.300 VA.




Editor : Tis.
Kategori : Rohil
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top