Demo Mahasiswa
uluhan massa yang mengatas namakan Gerakan Mahasiswa dan
Pemuda Peduli Keadilan gelar aksi turun ke jalan meminta kepada penegak
hukum agar menangkap pelaku pemukulan yang dialami Brury Marihot
Pesolima Nanggolan.
Puluhan Mahasiswa Turun Kejalan Tuntut Pihak Kepolisian Usut Tuntas Pemukulan Rekannya
Rabu 03 Mei 2017, 23:26 WIB
uluhan massa yang mengatas namakan Gerakan Mahasiswa dan
Pemuda Peduli Keadilan gelar aksi turun ke jalan meminta kepada penegak
hukum agar menangkap pelaku pemukulan yang dialami Brury Marihot
Pesolima Nanggolan.
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Kasus pemukulan Korlap FPMPRAK saat demo dugaan korupsi APBD yang dilakukan oleh keluarga Gubri masih berlanjut. Puluhan mahasiswa kembali turun jalan mendesak perkara tersebut dituntaskan.
Puluhan massa yang mengatas namakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan gelar aksi turun ke jalan meminta kepada penegak hukum agar menangkap pelaku pemukulan yang dialami Brury Marihot Pesolima Nanggolan. Dengan lantang, pendemo juga menyatakan mereka tak takut dengan ancaman-ancaman yang dilakukan pihak tertentu atas suara yang mereka lakukan.
Brury mengalami pemukulan saat memimpin aksi massa FPMPRAK pekan lalu, yang menuntut kepada penegak hukum agar Anto Rahman yang merupakan abang dari Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang diduga telah menguasai proyek yang ada di lingkungan Pemprov Riau.
"Kami minta pemukulan ini diusut tuntas. Kami juga menegaskan bahwa kami tak takut dengan ancaman yang dilakukan," kata Koordinator lapangan aksi, Dodi Sugiarto, Rabu (3/5/17).
Menurut Dodi, aksi yang digelar saat ini mau pun aksi saat dipimpin Brury Marihot adalah kemerdekaan menyampaikan pendapat. Hal itu merupakan hal setiap warga negara asal bertanggung jawab. ‎
Karena itu, Dodi juga menegaskan orasi-orasi yang disampaikan saat menyinggung nama Anto Rachman dan keluarga termasuk dua nama Wili Lesmana dan Raja Beni sebagai Kasubag Unit Lelang Proyek (ULP) yang diduga ikut bermain dalam proyek tersebut bukan fitnah belaka.
Ada pun terkait aksi yang dilakukan massa yang mengatas namakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan diawali di Jalan Cut Nyak Dien, tepatnya samping Perpustakaan Soeman Hs menyatakan tiga tuntutan yang dialamatkan kepada penengak hukum.
Pertama, mengutuk keras kejadian pemukulan terhadap Brury Marihot Pesulima, karena dianggap telah melanggar UU No 28 E tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum. Kedua, meminta kepada penegak hukum dan mengusut tuntas pemukul terhadap Brury sesuai dengan LP/357/IV/SPKTII Polresta pada 27 April.
Ketiga, mendesak dengan pihak kepolisian harus bertanggung jawab dalam kejadian pemukulan tersebut. Keempat, menolak dengan tegas upaya pelemahan gerakan mahasiswa.
Puluhan massa yang mengatas namakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan gelar aksi turun ke jalan meminta kepada penegak hukum agar menangkap pelaku pemukulan yang dialami Brury Marihot Pesolima Nanggolan. Dengan lantang, pendemo juga menyatakan mereka tak takut dengan ancaman-ancaman yang dilakukan pihak tertentu atas suara yang mereka lakukan.
Brury mengalami pemukulan saat memimpin aksi massa FPMPRAK pekan lalu, yang menuntut kepada penegak hukum agar Anto Rahman yang merupakan abang dari Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang diduga telah menguasai proyek yang ada di lingkungan Pemprov Riau.
"Kami minta pemukulan ini diusut tuntas. Kami juga menegaskan bahwa kami tak takut dengan ancaman yang dilakukan," kata Koordinator lapangan aksi, Dodi Sugiarto, Rabu (3/5/17).
Menurut Dodi, aksi yang digelar saat ini mau pun aksi saat dipimpin Brury Marihot adalah kemerdekaan menyampaikan pendapat. Hal itu merupakan hal setiap warga negara asal bertanggung jawab. ‎
Karena itu, Dodi juga menegaskan orasi-orasi yang disampaikan saat menyinggung nama Anto Rachman dan keluarga termasuk dua nama Wili Lesmana dan Raja Beni sebagai Kasubag Unit Lelang Proyek (ULP) yang diduga ikut bermain dalam proyek tersebut bukan fitnah belaka.
Ada pun terkait aksi yang dilakukan massa yang mengatas namakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan diawali di Jalan Cut Nyak Dien, tepatnya samping Perpustakaan Soeman Hs menyatakan tiga tuntutan yang dialamatkan kepada penengak hukum.
Pertama, mengutuk keras kejadian pemukulan terhadap Brury Marihot Pesulima, karena dianggap telah melanggar UU No 28 E tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum. Kedua, meminta kepada penegak hukum dan mengusut tuntas pemukul terhadap Brury sesuai dengan LP/357/IV/SPKTII Polresta pada 27 April.
Ketiga, mendesak dengan pihak kepolisian harus bertanggung jawab dalam kejadian pemukulan tersebut. Keempat, menolak dengan tegas upaya pelemahan gerakan mahasiswa.
| Editor | : | Tis-RTc |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau