Gaji Petugas Kebersihan,
Mobil Dinas Kebersihan Pekanbaru
DPRD Minta Prioritaskan Gaji Petugas Kebersihan, Pj Wajib Turun Tangan
Sabtu 04 Maret 2017, 23:46 WIB
Mobil Dinas Kebersihan Pekanbaru
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Kalangan DPRD Pekanbaru sangat menyayangkan, terkait gaji petugas kebersihan hingga Maret ini, belum juga dibayarkan. Padahal, mereka sudah bekerja sejak awal tahun lalu. Lebih menyedihkan lagi, uang gaji ini lah menjadi satu-satunya andalan dan harapan petugas kebersihan, untuk menghidupi keluarganya.
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel, Jumat (3/3/2017) mengaku menyesalkan kondisi ini. Apalagi tidak singkronnya antara Sekko M Noer dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Zulfikri. Seharusnya gaji mereka yang diprioritaskan, dibanding kegiatan lainnya, di luar kegiatan pokok. Sebab, akan banyak pengaruhnya jika mereka kembali mogok kerja.
"Dari awal sudah kita tegaskan, gaji petugas kebersihan ini harus diprioritaskan. Jangan dianggap enteng. Apalagi Kota Pekanbaru ini sudah punya pengalaman buruk tentang tumpukan sampah di mana-mana, karena tidak diangkut," tegas Roni .
Seperti diketahui, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Zulfikri kemarin mengatakan, sejak dua bulan (Januari-Februari) petugas kebersihan belum menerima gaji. Nampaknya mereka sudah malas-malasan bekerja. Jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin Pekanbaru kembali dipenuhi tumpukan sampah.
DLHK sendiri sudah mengajukan ke BPKAD untuk gaji petugas kebersihan ini. Khususnya gaji untuk Bulan Januari. DLHK berharap segera dicairkan, jika perlu untuk dua bulan terakhir ini.
Apa yang dilakukan DLHK ini, didukung penuh Komisi IV. Menurut Roni, Sekko, BPKAD atau bagian keuangan yang berkaitan dengan pencairan gaji para buruh ini, jangan menganggap sebelah mata persoalan ini. Karena biar bagaimana pun, petugas kebersihan berharap gaji untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
Ditegas politisi Golkar tersebut, untuk menghindari persoalan ini semakin meruncing, Pj Walikota Edwar Sanger diminta turun tangan, menyelesaikan persoalan ini. Karena tidak mungkin, gaji yang sudah dianggarkan untuk petugas kebersihan ini dalam APBD 2017, berlarut-larut ditangguhkan. Apalagi sekarang sudah masuk pekan pertama Bulan Maret.
"Ini harus dipikirkan Pj Walikota. Jika alasannya belum cukup anggaran di kas untuk membayarkan gaji mereka, harus segera dicarikan jalan keluarnya. Jangan ada bawahan berkutat soal administrasi. Gaji mereka jangan ditahan hingga berbulan-bulan," tegasnya lagi.
DLHK menyebutkan, anggaran untuk petugas kebersihan sudah disiapkan dalam APBD 2017 sebanyak Rp 36 milliar. Jumlah buruh kebersihan yang ada dibawah naungan DLHK sekitar 1.279 orang. Rata-rata satu orang buruh kebersihan ini mendapatkan sekitar Rp 2 juta.
Jika dikalikan dengan jumlah buruh kebersihan yang ada saat ini, maka perbulannya DLHK harus mengeluarkan sekitar Rp 2,5 milliar untuk gaji mereka.
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel, Jumat (3/3/2017) mengaku menyesalkan kondisi ini. Apalagi tidak singkronnya antara Sekko M Noer dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Zulfikri. Seharusnya gaji mereka yang diprioritaskan, dibanding kegiatan lainnya, di luar kegiatan pokok. Sebab, akan banyak pengaruhnya jika mereka kembali mogok kerja.
"Dari awal sudah kita tegaskan, gaji petugas kebersihan ini harus diprioritaskan. Jangan dianggap enteng. Apalagi Kota Pekanbaru ini sudah punya pengalaman buruk tentang tumpukan sampah di mana-mana, karena tidak diangkut," tegas Roni .
Seperti diketahui, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Zulfikri kemarin mengatakan, sejak dua bulan (Januari-Februari) petugas kebersihan belum menerima gaji. Nampaknya mereka sudah malas-malasan bekerja. Jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin Pekanbaru kembali dipenuhi tumpukan sampah.
DLHK sendiri sudah mengajukan ke BPKAD untuk gaji petugas kebersihan ini. Khususnya gaji untuk Bulan Januari. DLHK berharap segera dicairkan, jika perlu untuk dua bulan terakhir ini.
Apa yang dilakukan DLHK ini, didukung penuh Komisi IV. Menurut Roni, Sekko, BPKAD atau bagian keuangan yang berkaitan dengan pencairan gaji para buruh ini, jangan menganggap sebelah mata persoalan ini. Karena biar bagaimana pun, petugas kebersihan berharap gaji untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
Ditegas politisi Golkar tersebut, untuk menghindari persoalan ini semakin meruncing, Pj Walikota Edwar Sanger diminta turun tangan, menyelesaikan persoalan ini. Karena tidak mungkin, gaji yang sudah dianggarkan untuk petugas kebersihan ini dalam APBD 2017, berlarut-larut ditangguhkan. Apalagi sekarang sudah masuk pekan pertama Bulan Maret.
"Ini harus dipikirkan Pj Walikota. Jika alasannya belum cukup anggaran di kas untuk membayarkan gaji mereka, harus segera dicarikan jalan keluarnya. Jangan ada bawahan berkutat soal administrasi. Gaji mereka jangan ditahan hingga berbulan-bulan," tegasnya lagi.
DLHK menyebutkan, anggaran untuk petugas kebersihan sudah disiapkan dalam APBD 2017 sebanyak Rp 36 milliar. Jumlah buruh kebersihan yang ada dibawah naungan DLHK sekitar 1.279 orang. Rata-rata satu orang buruh kebersihan ini mendapatkan sekitar Rp 2 juta.
Jika dikalikan dengan jumlah buruh kebersihan yang ada saat ini, maka perbulannya DLHK harus mengeluarkan sekitar Rp 2,5 milliar untuk gaji mereka.
| Editor | : | Tis-GNc |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham