Riau Menyapa Dunia
Dalam rangka mendukung pengembangan pariwiasata di
Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Riau meluncurkan program "Riau
Menyapa Dunia" di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI beberapa waktu
lalu.
Pemprov Riau Berikan Perhatian Penuh Untuk infrastruktur Dalam Mensukseskan Riau Menyapa Dunia.
Kamis 22 Desember 2016, 00:58 WIB
Dalam rangka mendukung pengembangan pariwiasata di
Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Riau meluncurkan program "Riau
Menyapa Dunia" di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI beberapa waktu
lalu.
ADVETORIAL
PEKANBARU. Riaumadani. com - Dalam rangka mendukung pengembangan pariwiasata di Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Riau meluncurkan program "Riau Menyapa Dunia" di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI beberapa waktu lalu.
Untuk mengembangkan objek wisata di bumi melayu sudah sepatutnya pemerintah bergerak cepat dan serius dalam membenahi infrastruktur. Tanpa dukungan infrastruktur impian itu akan menjadi sebatas impian dan sulit terwujud.
Misalnya saja kondisi jalan menuju wisata Bono. Pemerintah perlu memberikan ruang untuk memberikan porsi lebih dalam peningkatan jalan menuju lokasi. selanjutnya, pemerintah juga harus memberikan fasilitas pendukung di sekitar lokasi wisata, agar pengunjung tetap mampu menjaga kebersihan lingkungan.
Selain wisata bahari, Riau juga memiliki wisata sagu Riau yang dikemas dalam program Sagu Riau menyapa Dunia. Tentunya ini merupakan salah satu kebangga yang saat ini dimiliki. Sagu mulai dikenal dikancah nasional bahkan internasional.
Kemampuan pemerintah dalam pengolahan bahan sagu dalam bentuk makanan khas Riau memberikan efek positif bagi banyak masyarakat terutama dalam peningkatan perekonomian. Ketika wisata alam dipadukan dengan wisata sejarah, wisata kuliner dengan ragam khas Riau, maka akan memberikan jalan bagi pemerintah untuk mewujudkan cita-cita.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, pihaknya akan bertekad mendukung target pariwisata nasional. Menurutnya, Riau memiliki banyak agenda wisata atau calender event, seperti daya tarik alam, budaya, dan wisata buatan, yang cukup menarik.
Misalnya saja, kata Gubri, Pantai Rupat dan Beting Aceh, Bono, Candi Muara Takus, Tour de Siak, Bono, dan kuliner andalannya Sagu Riau Menyapa Dunia.
Tentunya, diharapkan Pemprov Riau lebih memberikan perhatian kepada pemerintah kabupaten/ota di Riau bisa mengucurkan dana APBD Riau untuk daerah dalam menuntaskan permasalahan infrastruktur dasar masyarakat seperti kerusakan jalan, jembatan dan pengembangan wisata. Hal tersebut dalam upaya mewujudkan dukungan infrastruktur dalam menyukseskan Riau menyapa dunia.
Riau Menyapa Dunia yang dirilis oleh pemerintah provinsi setempat kembali meminta dukungan media massa sebagai pusat penyebaran informasi ke kancah nasional maupun internasional, dengan tajuk destinasi pariwisata berbasis budaya.
Hal tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Riau, Kasiaruddin dalam sambutannya pada acara Focus Group Discussion media massa ''Riau Menyapa Dunia'' di Hotel Furaya, Kota Pekanbaru, Kamis.
"Riau dialiri oleh empat sungai besar, beragam etnis dan budaya yang hadir menjadi magnet tersendiri bagi destinasi wisata setempat, namun potensi tersebut belum tergali secara maksimal. Sehingga peran media sangat besar dalam penyebaran informasi," kata Kasiaruddin.
Dia menekankan, kebijakan pengembangan sektor pariwisata dapat bersentuhan langsung dalam menopang perekonomian masyarakat di tengah perlambatan ekonomi akibat melemahnya dua komoditas andalan Riau yakni perkebunan dan migas. Hal ini juga berdampak pada berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Memang potensi kita tidak sebagus daerah lainnya. Namun selain sumber daya alam, potensi yang sangat baik ditonjolkan adalah budaya kita," katanya.
Terselenggaranya kegiatan ini dipromotori oleh Biro Humas SetdaProv Riau dengan maksud untuk menyamakan persepsi, menghimpun masukan dalam mengembangkan potensi pariwisata di Bumi Melatu itu.
Hadir ditempat yang sama, Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI, Don Kardono. Melalui kesempatan tersebut Kasiaruddin meminta dukungan dari pemerintah pusat terkait perbaikan infratruktur yang dinilai masih minim.
"Tentu ada keterbatasan seperti minimnya infrastruktur, sehingga melalui Kemenpar kita minta bantuan dalam pengembangan pariwisata ini,"katanya.
Sebagai informasi,Pemprov Riau sangat serius dalam mewujudkan visi 2020 dengan tagline ''The Homeland of Melayu'' yaitu menjadikan kawasan setempat destinasi pariwisata berbasis Budaya Melayu di Asia Tenggara sebagai lokomotif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Komitmen Pemrov Riau kembali terlihat dengan merilis Riau Menyapa Dunia yang menggandeng sejumlah pemangku kepentingan bahkan Kementerian Pariwisata RI turut berupaya mempromosikan.
Untuk itu upaya pengembangan sektor pariwisata menggandeng semua profesi dapat saling bahu membahu dalam menjawab tantangan tersebut kedepan. Dengan meningkatkan produktifitas daya saing masyarakat, sehingga potensi pariwisata dapat dilirik oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Saat ini, destinasi wisata di Riau dikenal dunia diantaranya, Bakar Tongkang, Bakudo Bono, Tour De Siak, Gema Muharram. Tak hanya itu masih banyak lagi seperti wisata religi, wisata edukasi, wisata sejarah dan lainnya.
Kegiatan juga dihadiri Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Riau Yoserizal Zen, Ketua SPS Riau, Zulmansyah Sekedang serta Karo Humas Setdaprov Riau Darusman sebagai penyelenggara.[humas-Advertorial]
Untuk mengembangkan objek wisata di bumi melayu sudah sepatutnya pemerintah bergerak cepat dan serius dalam membenahi infrastruktur. Tanpa dukungan infrastruktur impian itu akan menjadi sebatas impian dan sulit terwujud.
Misalnya saja kondisi jalan menuju wisata Bono. Pemerintah perlu memberikan ruang untuk memberikan porsi lebih dalam peningkatan jalan menuju lokasi. selanjutnya, pemerintah juga harus memberikan fasilitas pendukung di sekitar lokasi wisata, agar pengunjung tetap mampu menjaga kebersihan lingkungan.
Selain wisata bahari, Riau juga memiliki wisata sagu Riau yang dikemas dalam program Sagu Riau menyapa Dunia. Tentunya ini merupakan salah satu kebangga yang saat ini dimiliki. Sagu mulai dikenal dikancah nasional bahkan internasional.
Kemampuan pemerintah dalam pengolahan bahan sagu dalam bentuk makanan khas Riau memberikan efek positif bagi banyak masyarakat terutama dalam peningkatan perekonomian. Ketika wisata alam dipadukan dengan wisata sejarah, wisata kuliner dengan ragam khas Riau, maka akan memberikan jalan bagi pemerintah untuk mewujudkan cita-cita.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, pihaknya akan bertekad mendukung target pariwisata nasional. Menurutnya, Riau memiliki banyak agenda wisata atau calender event, seperti daya tarik alam, budaya, dan wisata buatan, yang cukup menarik.
Misalnya saja, kata Gubri, Pantai Rupat dan Beting Aceh, Bono, Candi Muara Takus, Tour de Siak, Bono, dan kuliner andalannya Sagu Riau Menyapa Dunia.
Tentunya, diharapkan Pemprov Riau lebih memberikan perhatian kepada pemerintah kabupaten/ota di Riau bisa mengucurkan dana APBD Riau untuk daerah dalam menuntaskan permasalahan infrastruktur dasar masyarakat seperti kerusakan jalan, jembatan dan pengembangan wisata. Hal tersebut dalam upaya mewujudkan dukungan infrastruktur dalam menyukseskan Riau menyapa dunia.
Riau Menyapa Dunia yang dirilis oleh pemerintah provinsi setempat kembali meminta dukungan media massa sebagai pusat penyebaran informasi ke kancah nasional maupun internasional, dengan tajuk destinasi pariwisata berbasis budaya.
Hal tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Riau, Kasiaruddin dalam sambutannya pada acara Focus Group Discussion media massa ''Riau Menyapa Dunia'' di Hotel Furaya, Kota Pekanbaru, Kamis.
"Riau dialiri oleh empat sungai besar, beragam etnis dan budaya yang hadir menjadi magnet tersendiri bagi destinasi wisata setempat, namun potensi tersebut belum tergali secara maksimal. Sehingga peran media sangat besar dalam penyebaran informasi," kata Kasiaruddin.
Dia menekankan, kebijakan pengembangan sektor pariwisata dapat bersentuhan langsung dalam menopang perekonomian masyarakat di tengah perlambatan ekonomi akibat melemahnya dua komoditas andalan Riau yakni perkebunan dan migas. Hal ini juga berdampak pada berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Memang potensi kita tidak sebagus daerah lainnya. Namun selain sumber daya alam, potensi yang sangat baik ditonjolkan adalah budaya kita," katanya.
Terselenggaranya kegiatan ini dipromotori oleh Biro Humas SetdaProv Riau dengan maksud untuk menyamakan persepsi, menghimpun masukan dalam mengembangkan potensi pariwisata di Bumi Melatu itu.
Hadir ditempat yang sama, Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI, Don Kardono. Melalui kesempatan tersebut Kasiaruddin meminta dukungan dari pemerintah pusat terkait perbaikan infratruktur yang dinilai masih minim.
"Tentu ada keterbatasan seperti minimnya infrastruktur, sehingga melalui Kemenpar kita minta bantuan dalam pengembangan pariwisata ini,"katanya.
Sebagai informasi,Pemprov Riau sangat serius dalam mewujudkan visi 2020 dengan tagline ''The Homeland of Melayu'' yaitu menjadikan kawasan setempat destinasi pariwisata berbasis Budaya Melayu di Asia Tenggara sebagai lokomotif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Komitmen Pemrov Riau kembali terlihat dengan merilis Riau Menyapa Dunia yang menggandeng sejumlah pemangku kepentingan bahkan Kementerian Pariwisata RI turut berupaya mempromosikan.
Untuk itu upaya pengembangan sektor pariwisata menggandeng semua profesi dapat saling bahu membahu dalam menjawab tantangan tersebut kedepan. Dengan meningkatkan produktifitas daya saing masyarakat, sehingga potensi pariwisata dapat dilirik oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Saat ini, destinasi wisata di Riau dikenal dunia diantaranya, Bakar Tongkang, Bakudo Bono, Tour De Siak, Gema Muharram. Tak hanya itu masih banyak lagi seperti wisata religi, wisata edukasi, wisata sejarah dan lainnya.
Kegiatan juga dihadiri Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Riau Yoserizal Zen, Ketua SPS Riau, Zulmansyah Sekedang serta Karo Humas Setdaprov Riau Darusman sebagai penyelenggara.[humas-Advertorial]
| Editor | : | TIS-HUMAS |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham