Tuan Rumah HAKI, Riau Nihil Penghargaan Anti Korupsi
Poto int iustrasi
Banyak Pejabat Daerah Riau Enggan Laporkan Harta Kekayaan
Minggu 11 Desember 2016, 08:13 WIB
Poto int iustrasi
PEKANBARU Riaumadani.com - Pada puncak acara penghargaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan pelaporan gratifikasi yang diumumkan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, Riau kembali absen penghargaan pada beberapa penghargaan yang diberikan oleh KPK.
Absennya Riau pada penghargaan LHKPN ini menjadi evaluasi bahwa pejabat Riau masih memiliki tingkat kesadaran yang rendah dalam penyampaian laporan harta kekayaan yang mereka miliki secara berkala.
"Ini menjadi evaluasi kita. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa jauh lebih baik lagi. Kita akan berbenah," ujar singkat Gubenur Riau, Arsyadjuliandi Rachman usai acara penobatan penghargaan, Jumat, 9 Desember 2016.
Riau dalam catatan KPK, merupakan daerah yang jadi sasaran pembinaan dan pengawasan khusus karena memiliki sejarah korupsi pejabat yang cukup besar dibanding daerah lainnya.
Pada perayaan Festival Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2016, Riau ditunjuk sebagai tuan rumah. Penunjukan ini dilakukan setelah Riau memiliki komitmen terhadap pembenahan pemerintahan yang bersih dan transparan.
Meski begitu, Riau nyatanya masih memiliki banyak evaluasi pemerintahan yang tak terbuka dibeberapa sektor dinas daerah.
"Riau sudah mulai ada perbaikan dari usaha pembenahan yang dilakukan. Tapi ini masih perlu didorong terus," kata Jubir KPK, Febri Diansyah.
Penerima sistem pengendalian terbaik dan gratifikasi diberikan kepada Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Keuangan RI dan Otoritas Jasa Keuangan RI. Sedangkan untuk penghargaan dengan sistem pengendalian terbaik diberikan kepada BUMN PT Bank Mandiri, PT Pertamina dan Bank Daerah Jawa Barat.
Sementara pemerintah daerah yang memperoleh penghargaan sistem pengendalian terbaik diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Banyak Pejabat Daerah Riau Enggan Laporkan Harta Kekayaan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat tingkat kesadaran pejabat Pemerintah provinsi Riau dalam pelaporan harta kekayaannya, masih cukup rendah dibandingkan daerah lainnya.
Hanya 60 persen pejabat Pemprov Riau yang melakukan pelaporan pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK. Sementara sisanya masih enggan untuk melakukan kewajiban pelaporan.
Sedangkan pada tingkatan daerah kabupaten kota angkanya jauh lebih rendah lagi dari angka di tingkatan provinsi. Di kabupaten kota angkanya hanya mencapai 30 persen saja sehingga ini menjadi catatan buruk bagi transparansi dan integritas pejabat daerah di Riau, khususnya kabupaten dan kota.
"Dari angka tersebut, kita akan dorong supaya tahun mendatang ada pembenahan dari para pejabat negara ini," kata Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Jumat, 9 Desember 2016.
Rendahnya angka kesadaran LHKPN menurut KPK menjadi salah satu sebab tingginya angka kerawanan korupsi di Riau sehingga pembenahan secara terus menerus harus dilakukan.
Sementara itu, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa hanya Kabupaten Indragiri Hulu saja yang memiliki tingkat keterbukaan yang lebih baik ketimbang kabupaten dan kota lainnya.
Absennya Riau pada penghargaan LHKPN ini menjadi evaluasi bahwa pejabat Riau masih memiliki tingkat kesadaran yang rendah dalam penyampaian laporan harta kekayaan yang mereka miliki secara berkala.
"Ini menjadi evaluasi kita. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa jauh lebih baik lagi. Kita akan berbenah," ujar singkat Gubenur Riau, Arsyadjuliandi Rachman usai acara penobatan penghargaan, Jumat, 9 Desember 2016.
Riau dalam catatan KPK, merupakan daerah yang jadi sasaran pembinaan dan pengawasan khusus karena memiliki sejarah korupsi pejabat yang cukup besar dibanding daerah lainnya.
Pada perayaan Festival Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2016, Riau ditunjuk sebagai tuan rumah. Penunjukan ini dilakukan setelah Riau memiliki komitmen terhadap pembenahan pemerintahan yang bersih dan transparan.
Meski begitu, Riau nyatanya masih memiliki banyak evaluasi pemerintahan yang tak terbuka dibeberapa sektor dinas daerah.
"Riau sudah mulai ada perbaikan dari usaha pembenahan yang dilakukan. Tapi ini masih perlu didorong terus," kata Jubir KPK, Febri Diansyah.
Penerima sistem pengendalian terbaik dan gratifikasi diberikan kepada Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Keuangan RI dan Otoritas Jasa Keuangan RI. Sedangkan untuk penghargaan dengan sistem pengendalian terbaik diberikan kepada BUMN PT Bank Mandiri, PT Pertamina dan Bank Daerah Jawa Barat.
Sementara pemerintah daerah yang memperoleh penghargaan sistem pengendalian terbaik diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Banyak Pejabat Daerah Riau Enggan Laporkan Harta Kekayaan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat tingkat kesadaran pejabat Pemerintah provinsi Riau dalam pelaporan harta kekayaannya, masih cukup rendah dibandingkan daerah lainnya.
Hanya 60 persen pejabat Pemprov Riau yang melakukan pelaporan pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK. Sementara sisanya masih enggan untuk melakukan kewajiban pelaporan.
Sedangkan pada tingkatan daerah kabupaten kota angkanya jauh lebih rendah lagi dari angka di tingkatan provinsi. Di kabupaten kota angkanya hanya mencapai 30 persen saja sehingga ini menjadi catatan buruk bagi transparansi dan integritas pejabat daerah di Riau, khususnya kabupaten dan kota.
"Dari angka tersebut, kita akan dorong supaya tahun mendatang ada pembenahan dari para pejabat negara ini," kata Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Jumat, 9 Desember 2016.
Rendahnya angka kesadaran LHKPN menurut KPK menjadi salah satu sebab tingginya angka kerawanan korupsi di Riau sehingga pembenahan secara terus menerus harus dilakukan.
Sementara itu, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa hanya Kabupaten Indragiri Hulu saja yang memiliki tingkat keterbukaan yang lebih baik ketimbang kabupaten dan kota lainnya.
| Editor | : | RTC,Bone |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan