Istighosah dan Do'a Keselamatan Bangsa
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara ''Istighosah dan Do'a
Keselamatan Bangsa'' yang diikuti oleh ribuan prajurit TNI dan Polri
serta masyarakat se-wilayah Sumatera Utara, bertempat di Lanud Suwondo,
Medan, Sabtu
Panglima TN Jenderal TNI Gatot NurmantyoI: Indonesia Lahir Atas Perjuangan Pahlawan Bangsa
Sabtu 19 November 2016, 23:24 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara ''Istighosah dan Do'a
Keselamatan Bangsa'' yang diikuti oleh ribuan prajurit TNI dan Polri
serta masyarakat se-wilayah Sumatera Utara, bertempat di Lanud Suwondo,
Medan, Sabtu
MEDAN, Riaumadani.com - Bangsa Indonesia terlahir atas perjuangan para pahlawan kusuma bangsa, hingga saat ini bangsa Indonesia masih sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara ''Istighosah dan Do'a Keselamatan Bangsa'' yang diikuti oleh ribuan prajurit TNI dan Polri serta masyarakat se-wilayah Sumatera Utara, bertempat di Lanud Suwondo, Medan, Sabtu (19/11/2016).
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, pada pagi hari yang cerah ini kita semua berkumpul bersama dengan tujuan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. ''Umat Muslim berkumpul disini, bagi umat Kristen dan Katholik serta Hindu juga berkumpul di rumah ibadahnya masing-masing untuk berdoa,'' ucapnya.
''Mari kita berdoa, semoga para pahlawan bangsa yang telah berjuang memperebutkan kemerdekaan Indonesia, baik pahlawan yang merintis kemerdekaan, pahlawan pejuang yang mengisi kemerdekaan, yang mempertahankan kemerdekaan dan yang telah gugur demi kita semuanya, menjadi Syuhada dan berada di tempat yang indah di sisi Allah SWT,'' ajak Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyerukan agar kita semuanya sebagai anak bangsa yang tinggal menikmati kemerdekaan ini, bisa bersatu bersama-sama bergandengan tangan, bergotong-royong untuk bisa dan mampu menghadapi tantangan persaingan dunia. ''Kita bisa menjadi bangsa pemenang dan bersama-sama membangun bangsa, tentunya dengan ridho, bimbingan dan petunjuk serta mukjizat dari Allah SWT,'' katanya.
Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa kegiatan 'Istighosah dan Do'a Keselamatan Bangsa' ini merupakan doa untuk memohon pertolongan dari Allah SWT, guna mewujudkan keinginan dan cita-cita bangsa Indonesia yang penuh dengan keselamatan serta kesejahteraan, sehingga kita benar-benar menjadi bangsa yang bisa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
''Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dan memberikan kekuatan iman, fisik dan mental maupun batin untuk melanjutkan pengabdian terbaik, dan hanya untuk NKRI yang sangat kita cintai bersama,'' pungkasnya.
Sementara itu, terkait pertanyaan awak media tentang kesiapan adanya isu dan aksi demo tanggal 25 November 2016 mendatang, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kesiapan dalam menghadapi isu dan aksi tersebut adalah berdoa. ''Persiapan kita berdoa dan berdoa, siapapun yang ingin mengacau bangsa ini tidak bisa, kalau kita berdoa. Semuanya tidak bisa, karena kita selalu berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,'' ucapnya.
Turut hadir pada acara ''Istighosah dan Do'a Keselamatan Bangsa'', diantaranya Gubernur Sumatera Utara, Pangkostrad, Pangdam I/Bukit Barisan, Kapolda Sumut, para Asisten Panglima TNI, Danjen Kopassus, Kapuspen TNI, dan para Kyai, Ulama, Buya, Habaib, Ustadz se-wilayah Sumatera Utara. (*puspentni)
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara ''Istighosah dan Do'a Keselamatan Bangsa'' yang diikuti oleh ribuan prajurit TNI dan Polri serta masyarakat se-wilayah Sumatera Utara, bertempat di Lanud Suwondo, Medan, Sabtu (19/11/2016).
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, pada pagi hari yang cerah ini kita semua berkumpul bersama dengan tujuan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. ''Umat Muslim berkumpul disini, bagi umat Kristen dan Katholik serta Hindu juga berkumpul di rumah ibadahnya masing-masing untuk berdoa,'' ucapnya.
''Mari kita berdoa, semoga para pahlawan bangsa yang telah berjuang memperebutkan kemerdekaan Indonesia, baik pahlawan yang merintis kemerdekaan, pahlawan pejuang yang mengisi kemerdekaan, yang mempertahankan kemerdekaan dan yang telah gugur demi kita semuanya, menjadi Syuhada dan berada di tempat yang indah di sisi Allah SWT,'' ajak Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyerukan agar kita semuanya sebagai anak bangsa yang tinggal menikmati kemerdekaan ini, bisa bersatu bersama-sama bergandengan tangan, bergotong-royong untuk bisa dan mampu menghadapi tantangan persaingan dunia. ''Kita bisa menjadi bangsa pemenang dan bersama-sama membangun bangsa, tentunya dengan ridho, bimbingan dan petunjuk serta mukjizat dari Allah SWT,'' katanya.
Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa kegiatan 'Istighosah dan Do'a Keselamatan Bangsa' ini merupakan doa untuk memohon pertolongan dari Allah SWT, guna mewujudkan keinginan dan cita-cita bangsa Indonesia yang penuh dengan keselamatan serta kesejahteraan, sehingga kita benar-benar menjadi bangsa yang bisa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
''Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dan memberikan kekuatan iman, fisik dan mental maupun batin untuk melanjutkan pengabdian terbaik, dan hanya untuk NKRI yang sangat kita cintai bersama,'' pungkasnya.
Sementara itu, terkait pertanyaan awak media tentang kesiapan adanya isu dan aksi demo tanggal 25 November 2016 mendatang, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kesiapan dalam menghadapi isu dan aksi tersebut adalah berdoa. ''Persiapan kita berdoa dan berdoa, siapapun yang ingin mengacau bangsa ini tidak bisa, kalau kita berdoa. Semuanya tidak bisa, karena kita selalu berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,'' ucapnya.
Turut hadir pada acara ''Istighosah dan Do'a Keselamatan Bangsa'', diantaranya Gubernur Sumatera Utara, Pangkostrad, Pangdam I/Bukit Barisan, Kapolda Sumut, para Asisten Panglima TNI, Danjen Kopassus, Kapuspen TNI, dan para Kyai, Ulama, Buya, Habaib, Ustadz se-wilayah Sumatera Utara. (*puspentni)
| Editor | : | TIS.Re |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham