Selasa, 21 Juli 2026

Breaking News

  • DPD Waktu Indonesia Bangkit (WIB) Kabupaten Bengkalis Resmi Terbentuk   ●   
  • Arifudin Ahalik, "Jaga Aset Negara, FPAN Surati Dinas Perhubungan Provinsi Riau"   ●   
  • Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat   ●   
  • SMA N. 01.Sungai Apit Beri Penghargaan Kepada Dua Orang Siswanya yang Lolos mengikuti Paskibraka.  ini Harapan Kepsek   ●   
  • Usai Dugaan Gudang Solar Subsidi Terungkap, Pria Bernama Kasno Datangi Awak Media   ●   
Maraknya Pencurian Kerang
Dewan Desak Pemkab Rohil Tangkap Pelaku Pencurian Kerang
Sabtu 22 Oktober 2016, 03:22 WIB
Anggota DPRD Rokan Hilir (Rohil) Murkan Muhammad,
BAGANSIAPIAPI. Riaumadani. com - Anggota DPRD Rokan Hilir (Rohil) Murkan Muhammad, kembali mengingatkan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) setempat serta seluruh pihak terkait agar menangkap pelaku pencuri kerang yang marak beroperasi di Perairan Rohil.

"Penindakan tegas itu dimaksudkan untuk memberikan efek jera dan menyelamatkan populasi kerang di kawasan Selat Malaka, sekaligus memberikan rasa aman kepada nelayan tempatan yang menangkap kerang secara tradisional," katanya kepada wartawan, Rabu (19/10/2016).

Murkan menjelaskan, puluhan kapal tank penangkap kerang asal Tanjung Balai Asahan hingga saat ini marak beroperasi di perairan Bagansiapiapi, Pulau Halang dan Sinaboi Rokan Hilir. Tank penangkap kerang tersebut adalah sejenis alat tangkap yang terbuat dari besi dan ditarik dengan menggunakan mesin.

"Penghasilan mereka mencapai 20 ton per kapal. Kalau sepuluh kapal berarti 200 ton untuk sekali tangkap. Sayangnya kegiatan tersebut sangat berpotensi merusak dan menghancurkan sumberdaya hayati, terutama tempat berkembingbiaknya habitat kerang, sehingga harus ditindak tegas," paparnya, sebagaimana dilansir KapurNews.com.

Murkan yang menjabat sebagai ketua HNSI Rohil ini menyebutkan, kegiatan seperti ini sudah sering terjadi. Ia juga menduga ada banyak orang yang terlibat "kongkalikong" atau "main mata" dalam kasus tersebut, mulai dari aparat keamanan, tokoh masyarakat, petugas pelabuhan hingga pegawai perikanan sendiri.

"Sudah bertahun-tahun kapal-kapal tank penangkap kerang beroperasi diperairan kita. Bagaimana mungkin mereka bebas mencuri, terus pergi tanpa ada yang tertangkap. Pasti ada yang terlibat. Tidak mungkin tanpa ada bantuan pihak tertentu," bebernya.

Akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab itu, tentu saja kita sangat prihatin terhadap nasib nelayan tradisional setempat yang saban hari menggantungkan hidup dari hasil menangkap kerang tersebut. Makanya sekali lagi kita meminta kepada seluruh pihak terkait untuk melakukan pengamanan dengan cara menindak tegas para pelakunya.




Editor : Ishaq.y.
Kategori : Rohil
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top