Gelar Perkara Pelaku Karhutla
Polres Kampar Gelar Perkara bersama Satgas Terpadu ini,
Polres Kampar dan Tim Terpadu Gelar Perkara Terkait Penangkapan Pelaku Karhutla
Senin 05 September 2016, 07:46 WIB
Polres Kampar Gelar Perkara bersama Satgas Terpadu ini,
BANGKINANG. Riaumadani. com - Dalam rangka menjaga dan mengamankan wilayah Kabupaten Kampar dari peristiwa Kebakaran Lahan dan hutan (Karhutla), Tim Terpadu yang terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD dan Masyarakat Gotong Royong melawan Karhutla serta Manggala Agni, melaksanakan Patroli Rutin guna mencegah dan menangkap para pelaku yang masih coba-coba melakukan pembakaran lahan.
Apabila ditemukan para pelaku ini dan didapatkan bukti yang cukup atas perbuatannya, maka akan ditetapkan statusnya sebagai tersangka untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK menyampaikan bahwa "Kerjasama Tim Terpadu dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat Gotong Royong melawan Api sangat efektif dan alhamdulillah telah dapat menekan niat Para pelaku karhutla khususnya diwilayah Rimbo panjang"
Edy menambahkan "adanya Tim terpadu ini juga membuahkan hasil yang tidak percuma, banyak terduga pelaku yang dibawa ke kantor polisi untuk kemudian ditindaklanjuti prosesnya, namun bagaimanapun dalam penegakan hukum kami tetap mengedepankan azaz praduga tak bersalah serta bertindak sesuai koridor hukum yang berlaku, setiap kejadian tetap kami proses sesuai hukum yang berlaku dan apabila terpenuhi bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur pada KUHAP maka proses hukumnya akan berlanjut" tegas Kapolres
Kapolres juga menerangkan bahwa setiap terduga pelaku yang tertangkap oleh Tim terpadu sebelum ditingkatkan statusnya sebagai tersangka, akan dilakukan gelar perkara yang melibatkan semua unsur terkait dari Polri, TNI dan Tim terpadu lainnya sebagai bentuk transparansi dalam penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.
Polri juga tidak bisa berbuat semena-mena dalam penegakkan hukum karena harus sesuai dengan aturan hukum yang ada.
Hingga Saat ini beberapa kasus Karhutla yang ditangani Polres Kampar sudah dalam proses penyidikan serta para pelaku telah ditahan, bahkan diantaranya sudah ada yang status perkaranya P21 (lengkap). Penyidik juga melakukan pengembangan untuk mengungkap apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam perkara tersebut.
Pelaksanaan Gelar Perkara bersama Satgas Terpadu ini, merupakan salah satu wujud Kerjasama Satgas terpadu untuk mencapai hasil yang optimal dalam proses penegakkan hukum terhadap pelaku Karhutla, sehingga tidak ada kesalahpahaman diantara satgas dalam menyikapi setiap proses hukum yang dilakukan.
Pelaksanaan Gelar Perkara dengan melibatkan Satgas Terpadu ini merupakan terobosan kreatif Kapolres Kampar bersama Dandim dan Team terpadu lainnya, dalam penegakkan hukum yang profesional dan transparan, yang sejalan dengan salahsatu Program Prioritas Kapolri, yaitu penegakan hukum yang profesional.
Gelar perkara ini sangat penting dilaksanakan sebelum menentukan posisi Pelaku, untuk dijadikan Tersangka atau menentukan perkara apakah sudah memenuhi unsur pidana atau belum dengan tidak melanggar SOP dan aturan hukum yang berlaku.(Humas)
Apabila ditemukan para pelaku ini dan didapatkan bukti yang cukup atas perbuatannya, maka akan ditetapkan statusnya sebagai tersangka untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK menyampaikan bahwa "Kerjasama Tim Terpadu dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat Gotong Royong melawan Api sangat efektif dan alhamdulillah telah dapat menekan niat Para pelaku karhutla khususnya diwilayah Rimbo panjang"
Edy menambahkan "adanya Tim terpadu ini juga membuahkan hasil yang tidak percuma, banyak terduga pelaku yang dibawa ke kantor polisi untuk kemudian ditindaklanjuti prosesnya, namun bagaimanapun dalam penegakan hukum kami tetap mengedepankan azaz praduga tak bersalah serta bertindak sesuai koridor hukum yang berlaku, setiap kejadian tetap kami proses sesuai hukum yang berlaku dan apabila terpenuhi bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur pada KUHAP maka proses hukumnya akan berlanjut" tegas Kapolres
Kapolres juga menerangkan bahwa setiap terduga pelaku yang tertangkap oleh Tim terpadu sebelum ditingkatkan statusnya sebagai tersangka, akan dilakukan gelar perkara yang melibatkan semua unsur terkait dari Polri, TNI dan Tim terpadu lainnya sebagai bentuk transparansi dalam penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.
Polri juga tidak bisa berbuat semena-mena dalam penegakkan hukum karena harus sesuai dengan aturan hukum yang ada.
Hingga Saat ini beberapa kasus Karhutla yang ditangani Polres Kampar sudah dalam proses penyidikan serta para pelaku telah ditahan, bahkan diantaranya sudah ada yang status perkaranya P21 (lengkap). Penyidik juga melakukan pengembangan untuk mengungkap apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam perkara tersebut.
Pelaksanaan Gelar Perkara bersama Satgas Terpadu ini, merupakan salah satu wujud Kerjasama Satgas terpadu untuk mencapai hasil yang optimal dalam proses penegakkan hukum terhadap pelaku Karhutla, sehingga tidak ada kesalahpahaman diantara satgas dalam menyikapi setiap proses hukum yang dilakukan.
Pelaksanaan Gelar Perkara dengan melibatkan Satgas Terpadu ini merupakan terobosan kreatif Kapolres Kampar bersama Dandim dan Team terpadu lainnya, dalam penegakkan hukum yang profesional dan transparan, yang sejalan dengan salahsatu Program Prioritas Kapolri, yaitu penegakan hukum yang profesional.
Gelar perkara ini sangat penting dilaksanakan sebelum menentukan posisi Pelaku, untuk dijadikan Tersangka atau menentukan perkara apakah sudah memenuhi unsur pidana atau belum dengan tidak melanggar SOP dan aturan hukum yang berlaku.(Humas)
| Editor | : | Candra Gunawan |
| Kategori | : | Kampar |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham