Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
Misteri Kecurangan Pilpres 2014
Wafatnya Husni Kamil, Tinggalkan Misteri Kecurangan Pilpres 2014
Sabtu 09 Juli 2016, 08:33 WIB
Rahmawati sukarno Putri
JAKARTA. Riaumadani. com - Wafatnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik tidak saja meninggalkan duka yang mendalam. Anak Presiden RI ke 2 Rachmawati Soekarnoputri menyebut kepergiannya juga ikut menguburkan misteri kecurangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu. Ia berpendapat, Husni mendapat sorotan atas pro-kontra Pilpres 2014 antara Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.

Menurut Rachmawati sebagaimana dilansir dari Pojoksatu.com, nasib siapa yang akan menjadi pemenang Pilpres 2014 lalu tergantung KPU RI dan tandatangan Husni sebagai ketuanya.

''Dia kan jadi algojo yang menetukan nasib dan masa depan 250 juta lebih rakyat Indonesia,'' tegas dia.

Ingat mengingat, beberapa bulan pasca KPU menentukan pemenang Pilpres dan pemerintahan sudah berjalan, tiba-tiba muncul kabar menghebohkan terkait bocornya SMS dari salah satu petinggi Partai Nasdem, Akbar Faizal, kepada Deputi II Kantor Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho.

Isinya, tentang kecurangan Pilpres 2014 yang dilakukan tim pendukung Jokowi-JK. Dalam SMS itu, Akbar menyebut teknologi sedot data KPU yang dimiliki oleh tim dibawah komando Luhut Binsar Panjaitan.

''Bagaimana cara pembajakan, menyedot suara lewat IT KPU untuk memenangkan pasangan tertentu, dan modus-modus operandi lain. Banyak kecurangan pemilu secara TSM (terstruktur, sistematis dan masif) yang sudah menjadi rahasia umum ketika Pilpres 2014,'' beber Rachma.

Menurut Rachma, Pilpres 2014 lebih kental dominasi KPU dalam penentuan nasib bangsa Indonesia. Namun tak bisa disangkal ada nuansa desain besar untuk memenangkan kubu tertentu demi kepentingan neo liberalisme di Indonesia.

''How to lie with statistic. Angka bisa dimanipulasi,'' ungkap putri Bung Karno ini.

Meski di tengah kerancuan dan kejanggalan hasil Pilpres 2014 yang menjadi tanggung jawab penuh KPU, Rachma tetap mendoakan kepergian almarhum Husni Kamil Manik.

''Semoga diampuni segala dosa-dosanya, apapun, apakah sadar atau tidak sadar karena apa yang jadi keputusannya saat itu adalah menyangkut nasib Republik Indonesia,'' pungkas Rachma.**




Editor : Tis-KR
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top