APBD Riau
Poto Ilustarsi
Hasil Observasi APBD Riau Banyak Intervensi dari Luar
Rabu 18 Mei 2016, 23:56 WIB
Poto Ilustarsi
PEKANBARU .Riaumadani.com - Tim Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi menyampaikan bahwa berdasarkan observasi yang dilakukan Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Riau banyak intervensi dari pihak luar sehingga efektivitasnya kurang.
''Hasil observasi ternyata di sini penganggaran masih banyak tangan di luar eksekutif yang bermain. Kegiatan banyak bukan kehendak eksekutif, tapi pihak legislatif bahkan dari pihak luar keduanya juga ikut bermain," kata Koordinator Tim Korsup KPK Sumatera Utara, Riau, dan Banten, Wawan Wardiana saat di Pekanbaru, Rabu (18/05/2016).
Menurutnya intervensi dari legislatif datang pada saat mulai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara. Anggaran yang telah disusun eksekutif banyak minta diubah lagi dengan usulan legislatif.
Sementara dari pihak luar eksekutif dan legislatif yang ikut bermain anggaran banyak di pengadaan barang dan jasa. Hal itu terlihat ketika sudah tahu pemenang pengadaan, tapi belum juga diumumkan.
"Karena bermain dulu di luar sehingga ditahan dulu untuk tidak diumumkan," imbuhnya.
Dia menceritakan awal observasi dilakukan setelah pada Februari KPK mengundang para sekretaris daerah enam daerah yang jadi fokus. Diantaranya Sumatera Utara, Riau, Banten, Aceh, Papua, dan Papua Barat.
"Saat itu kita minta sekda memaparkan apa yang terjadi di daerah dan apa kendalanya. Sekda bisa bicara lebih banyak, karena sekda itu puncaknya karir Pegawai Negeri Sipil," terangnya.
Kemudian KPK membentuk tim ke daerah-daerah tersebut melakukan observasi termasuk ke Riau satu dua pekan. Dalam observasi, tim melakukan klarifikasi, konfirmasi pejabat, anggota DPRD, dan informan.
"Juga melakukan penyamaran nanya-nanya ke orang sini tapi tidak kenal kami dari KPK. Lalu setelah dua pekan ke lapangan terjun wawancara mendalam, kita buatkan rekomendasi," ujarnya.
Kemudian pihaknya mengumpulkan Satuan Kerja Perangkat Daerah dan berdiskusi apakah rekomendasi itu bisa dilakukan dan sesuai dengan kenyataannya. Dikatakannya unsur pemerintahan di Riau menerima dan mengakui itu adanya.
Rekomendasi tersebut, lanjut dia, terhimpun dalam Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Provinsi Riau 2016.
Salah satu rekomendasi diminta penganggaran APBD menggunakan teknologi informasi.
Hal itu mulai dari e-planning agar perencanaan di awal dari musyawarah perencanaan pembangunan dari tingkat desa sampai provinsi semuanya berbasis elektronik sehingga apapun yang terjadi sampai jadi APBD semuanya terekam. Tak ada lagi pertanyaan kenapa usulan dicoret karena semuanya terekam.
"Untuk semua itu lihat referensi di daerah yang sudah menggunakan itu seperti Surabaya dan Bandung," katanya.**
''Hasil observasi ternyata di sini penganggaran masih banyak tangan di luar eksekutif yang bermain. Kegiatan banyak bukan kehendak eksekutif, tapi pihak legislatif bahkan dari pihak luar keduanya juga ikut bermain," kata Koordinator Tim Korsup KPK Sumatera Utara, Riau, dan Banten, Wawan Wardiana saat di Pekanbaru, Rabu (18/05/2016).
Menurutnya intervensi dari legislatif datang pada saat mulai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara. Anggaran yang telah disusun eksekutif banyak minta diubah lagi dengan usulan legislatif.
Sementara dari pihak luar eksekutif dan legislatif yang ikut bermain anggaran banyak di pengadaan barang dan jasa. Hal itu terlihat ketika sudah tahu pemenang pengadaan, tapi belum juga diumumkan.
"Karena bermain dulu di luar sehingga ditahan dulu untuk tidak diumumkan," imbuhnya.
Dia menceritakan awal observasi dilakukan setelah pada Februari KPK mengundang para sekretaris daerah enam daerah yang jadi fokus. Diantaranya Sumatera Utara, Riau, Banten, Aceh, Papua, dan Papua Barat.
"Saat itu kita minta sekda memaparkan apa yang terjadi di daerah dan apa kendalanya. Sekda bisa bicara lebih banyak, karena sekda itu puncaknya karir Pegawai Negeri Sipil," terangnya.
Kemudian KPK membentuk tim ke daerah-daerah tersebut melakukan observasi termasuk ke Riau satu dua pekan. Dalam observasi, tim melakukan klarifikasi, konfirmasi pejabat, anggota DPRD, dan informan.
"Juga melakukan penyamaran nanya-nanya ke orang sini tapi tidak kenal kami dari KPK. Lalu setelah dua pekan ke lapangan terjun wawancara mendalam, kita buatkan rekomendasi," ujarnya.
Kemudian pihaknya mengumpulkan Satuan Kerja Perangkat Daerah dan berdiskusi apakah rekomendasi itu bisa dilakukan dan sesuai dengan kenyataannya. Dikatakannya unsur pemerintahan di Riau menerima dan mengakui itu adanya.
Rekomendasi tersebut, lanjut dia, terhimpun dalam Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Provinsi Riau 2016.
Salah satu rekomendasi diminta penganggaran APBD menggunakan teknologi informasi.
Hal itu mulai dari e-planning agar perencanaan di awal dari musyawarah perencanaan pembangunan dari tingkat desa sampai provinsi semuanya berbasis elektronik sehingga apapun yang terjadi sampai jadi APBD semuanya terekam. Tak ada lagi pertanyaan kenapa usulan dicoret karena semuanya terekam.
"Untuk semua itu lihat referensi di daerah yang sudah menggunakan itu seperti Surabaya dan Bandung," katanya.**
| Editor | : | Suandra |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau