Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
Meranti Nol
Kabupaten Rohul dan Kampar Dapat Jatah Besar Dari Dinas Bina Marga APBD 2016
Minggu 08 Mei 2016, 15:21 WIB
Poto Ilustarsi Int

PEKANBARU.Riaumadani. com - Dari laporan Dinas Bina Marga Provinsi Riau yang disampaikan pada Komisi D DPRD Riau diketahui daerah yang mendapat pembagian yang paling besar oleh dinas tersebut pada APBD 2016 ini adalah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sebanyak Rp 305 miliar untuk pembangunan infrastrukturnya.

Dibawahnya ada Kabupaten Kampar yang mendapat Rp 215 miliar. Anehnya, Kabupaten Kepulauan Meranti tidak mendapatkan 'jatah' sama sekali.

"Kabupaten Rohul mendapat anggaran paling besar dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya dalam APBD 2016 ini," ungkap Ketua Komisi D DPRD Riau Erizal Muluk.

Kondisi ini tentu saja menjadi pertanyaan pihak Komisi D DPRD Riau. Mereka mempertanyakan dasar pembagian dana untuk pembangunan infrastruktur dari Dinas Bina Marga karena tidak merata pada masing-masing setiap kabupaten/kota daerah setempat.

"(Soalnya) pembagian yang tidak merata tersebut bisa menyebabkan kecemburuan sosial pada daerah-daerah lain yang mendapatkan pembagian yang kecil," ujar Ketua Komisi D DPRD Riau, Erizal Muluk seperti dilansir dari antara.

Pertanyaan yang sama juga diutarakan Sekretaris Komisi D Asri Auzar. Asri mengatakan bahwa banyak daerah-daerah lain yang lebih membutuhkan dana besar, akan tetapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau hanya memberikan sedikit untuk pembangunan jalan tersebut.

Namun, jika dikaji dari segi kerusakan jalan, masih ada beberapa daerah lain yang juga mengalami hal yang sama. "Daerah lain akan cemburu, karena banyak kabupaten/kota yang membutuhkan dana yang besar, malah pemprov memberikan dana yang sedikit," ungkap Asri.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Riau Syafril Tamun beralasan bahwa pembagian dana APBD di setiap kabupaten/kota daerah setempat itu berdasarkan pertimbangan panjang ruas jalan provinsi pada masing-masing daerah bersangkutan, serta besaran APBD daerah tersebut.

"Karena jika memiliki banyak anggaran di kabupaten/kota yang bersangkutan, maka akan sedikit dana APBD di Riau," ujar Syafril Tamun birokrat yang berkampung di Kabupaten Kampar ini.

Untuk diketahui, total pagu anggaran Dinas Bina Marga Provinsi Riau di APBD 2016 mencapai Rp 1,438 triliun. Angka tersebut terdiri untuk kegiatan fisik senilai Rp 1,326 triliun, non-fisik sebesar Rp 40 miliar serta selebihnya untuk swakelola rutin.

Kegiatan fisik senilai Rp 1,326 triliun itu dialokasikan untuk kabupaten/kota, untuk perbaikan dan peningkatan jalan maupun pembangunan infrastruktur lainnya.

Adapun pembagian pada masing-masing kabupaten/kota Riau dalam APBD 2016 ialah:

Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) : Rp 305 miliar
Kabupaten Kampar                  : Rp 215 miliar
Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) : Rp 148 miliar
Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)            : Rp 130 miliar
Kabupaten Siak         : Rp 98 miliar
Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)      : Rp 94 miliar
Kabupaten Rokan Hilir (Rohil)         : Rp 82 miliar
Kabupaten Pelalawan         : Rp 79 miliar
Kabupaten Bengkalis          : Rp 71 miliar
Kota Pekanbaru           : Rp 69 miliar
Kota Dumai                 : Rp 32 miliar
Kabupaten Kepulauan Meranti : Rp 0.**




Editor : Boy Indra
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top