Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
Forum Pembaruan Kebangsaan
Masyarakat Kabupaten Rohil Bebas Konflik Atar Etnis
Selasa 12 April 2016, 23:06 WIB
Plt Sekda, Surya Arfan, memberikan penjelasan kepada peserta Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten Rohil, belum lama ini.

BAGAN SIAPIAPI. Riaumadani.com - Kabupaten Rokan Hilir, sejak terpisah dari Bengkalis tahun 1999 lalu, sampai saat ini masih dalam situasi aman dan kondusif, bahkan belum pernah terjadi konflik sosial antar etnis.

"Memang Rohil saat masih berada di Kabupaten Bengkalis dulunya sering terjadi konflik antar suku, tapi sekarang sejak terpisah tidak pernah lagi terjadi perang antar etnis," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Rohil, Suandi, usai membuka kegiatan Sosialisasi Percepatan Proses Pembauran Bagi Masyarakat dan Pemberian Tanda Penghargaan Pembaruan Tahun 2016 di Bagansiapiapi, Selasa (12/4/2016).

Menurutnya, kegiatan Forum Pembaruan Kebangsaan ini merupakan program dari Kesbangpol Provinsi Riau yang sengaja dilaksanakan di Rohil mengingat daerah itu memiliki banyak ras, suku dan agama.

"Untuk peserta dalam kegiatan ini terdiri dari berbagai etnis yang ada di Rohil mulai dari Suku Melayu, Jawa, Minang, Tionghoa, Batak, Tapanuli, Nias dan Bugis dengan jumlah sebanyak 60 orang," katanya.

Adapun tujuan kegiatan tersebut, terangnya untuk menyatukan persepsi, sehingga tidak terjadi konflik sosial, kemudian antar suku juga diharapkan bisa saling membaur, saling toleransi, dan mengerti bahasa maupun adat istiadat.

"Apabila sudah memahami semua itu kedepan diharapkan tidak menimbulkan konflik sosial baik yang terjadi dilingkungan sekitar maupun keluarga," tuturnya.

Selain itu, forum ini juga bertujuan untuk mencegah timbulnya diskriminasi antar suku dan perbedaan kepentingan.

"Selama Rohil berdiri telah membuktikan pembaruan warga, misalnya dalam pelaksanaan MTQ kita mengikutsertakan seluruh etnis dalam kegiatan Pawai Taaruf, begitu juga kalau ada acara Paguyuban Jawa seluruh suku diundang, termasuk malam perayaan Tahun Baru Imlek, Malam Cap Go Meh, Ritual Bakar Tongkang pemerintah juga hadir bersama masyarakat dari berbagai etnis."jelas Suandi

Inilah menunjukkan bahwa perlunya satu persepsi antar suku dalam membangun Rohil sekaligus mencegah dan menghindari konflik sosial,"jelasnya.(adv/hms)




Editor : ishaq.y.hr
Kategori : Rohil
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top