Era Generasi Emas Spanyol Berakhir Tragis
Timnas Spanyol
Spanyol Angkat Koper Dari Piala Dunia 2014.
Jumat 20 Juni 2014, 02:21 WIB
Timnas Spanyol
BRAZIL. Riaumadani.com - Kutukan juara bertahan kembali berlanjut. Tim nasional Spanyol gagal mempertahankan gelarnya setelah tersingkir di babak penyisihan Piala Dunia 2014.
Spanyol yang digadang-gadang sebagai calon penguasa justru harus mengakui tim kuda hitam, Chile. Tim Amerika Latin itu berhak mendampingi Belanda yang juga lolos dari Grup B.
Yang lebih menyakitkan, Spanyol hanya mampu mencetak satu gol dalam dua laga perdana mereka. Berbanding jauh dengan gol yang masuk ke gawang mereka, yaitu 7 gol.
Penampilan Spanyol pun menuai kritikan. Permainan tiki-taka ala La Furia Roja tak membuahkan hasil positif. Era kekuasaan Spanyol dinilai sudah berakhir.
"Hari ini generasi mereka tak mampu melanjutkan kesuksesan beberapa tahun terakhir. Itu normal, karena tak ada kesuksesan yang abadi," kata Pelatih Chile, Jorge Sampaoli, seusai pertandingan.
Pelatih La Furia Roja, Vicente Del Bosque, mengakui timnya layak untuk tersingkir. Menurutnya. Sergio Ramos dan kawan kawan hanya mampu mengandalkan kecepatan.
"Di laga seperti ini kami butuh lebih dari sekedar berlari," tutur mantan pelatih Real Madrid itu.
Dapat Sorotan Tajam Media
Kegagalan Spanyol ini tak luput dari perhatian media. Beberapa suratkabar bahkan mengolok-olok tim yang datang dengan label juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.
Suratkabar paling populer di Spanyol, El Pais, mengibaratkan Timnas Spanyol sebagai kapal Titanic yang karam. Mereka memberi judul 'Espana fue el Titanic' [Spanyol adalah Titanic].
Jurnalis AS, Juanma Trueba, menulis bahwa era Spanyol di dunia sudah berakhir. Kegagalan ini, kata Juanma, hal paling mengerikan yang pernah menerpa La Furia Roja.
"Tapi kami tahu bahwa itu akan datang. Meski demikian, kami tak pernah bisa membayangkan itu akan sangat menyedihkan," tulisnya di situs AS.
Pentingnya Peremajaan Skuad
Lagi-lagi era tiki-taka dinilai sudah memasuki tahap akhir. Era generasi emas Spanyol dinilai sudah layak untuk diremajakan.
Maklum, skuad Spanyol saat ini memang mayoritas pemain intinya berusia 30 tahun ke atas. Iker Casillas [33 tahun], Xavi Hernadez [34 tahun], Xabi Alonso [32 tahun], dan Andres Iniesta [30 tahun]. Spanyol diharapkan bisa memberi kesempatan kepada pemain yang lebih muda seperti David De Gea, Koke dan Thiago Alcantara.
Namun bagi Casillas, belum tepat untuk membahas hal ini. Menurutnya tak layak untuk menyalahkan beberapa pemain atas kegagalan ini.
"Ini bukan saatnya untuk mulai menyalahkan orang dan berdiskusi apakah harus ada pergantian atau tidak. Ada beberapa pemain yang sudah 30 tahun ke atas, pelatih akan membuat keputusan dan kami akan menghormatinya," ujar Casillas.
Kiper Real Madrid ini sendiri belum dapat memastikan apakah ini akan jadi pertandingan terakhinya bagi Spanyol atau tidak. "Saya tak tahu, kita akan tunggu dan lihat. Tim ini tak pantas untuk berakhir seperti ini," tuturnya.
Bukan yang Pertama
Di balik bagaimana, kenapa dan harus seperti apa, kegagalan Spanyol sebenarnya menyimpan begitu banyak fakta menarik. Spanyol bukanlah yang pertama gagal sebagai juara bertahan. La Furia Roja juga bukan tim unggulan pertama yang tersingkir sejak awal.
Selain itu masih banyak fakta menarik yang layak untuk dicermati dari kegagalan La Furia Roja. Salah satunya berkaitan dengan penyerang mandul mereka, Diego Costa.
Berikut 11 fakta menarik usai Spanyol tersingkir, seperti dilansir Opta:
1. Tiga dari empat juara terakhir Piala Dunia yang tersingkir pada edisi berikutnya, gugur di fase grup. Sebelumnya, ada Prancis pada 2002, Italia pada 2010.
2. Ini merupakan pertama kalinya, sejak 1998, Spanyol tersingkir di fase grup Piala Dunia. Pada 1998, Spanyol, yang saat itu dilatih Javier Clemente menduduki posisi 3 dengan koleksi 4 poin, hasil satu kali menang, satu imbang, dan satu kalah.
3. Kekalahan dari Belanda dan Chile di Piala Dunia 2014 membuat Spanyol untuk pertama kalinya kalah pada dua pertandingan pertama di ajang Piala Dunia.
4. Iker Casillas kini menjadi pemain Spanyol dengan koleksi caps terbanyak di Piala Dunia. Kapten Real Madrid tersebut telah mengoleksi 17 caps, menggeser posisi mantan kiper La Furia Roja, Andoni Zubizareta.
5. Diego Costa sama sekali tak melepaskan tembakan akurat ke arah gawang dalam 126 menit permainannya pada Piala Dunia 2014 sejauh ini. Dari dua laga, dia melakukan lima tembakan saja.
6. Untuk pertama kalinya sejak Juni 2008, Xavi tak masuk starting XI Spanyol di turnamen utama. Pada laga kali ini, pelatih Vicente Del Bosque lebih memilih Pedro, sedangkan trio lini tengah diisi Sergio Busquets, Andres Iniesta, dan Xabi Alonso.
7. Pertama kalinya sejak Piala Dunia 1994, gawang Spanyol kebobolan dua kali (atau lebih) dalam lebih dari satu pertandingan, pada satu turnamen Piala Dunia.
8. Saat memenangi Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012, Spanyol total kebobolan enam gol. Jumlah tersebut lebih sedikit dari jumlah kebobolan mereka sejauh ini di Piala Dunia 2014, tujuh gol.
9. Spanyol kebobolan tujuh gol dari 13 tembakan yang mengarah pada gawang Iker Casillas, pada dua pertandingan awal di Piala Dunia 2014 kontra Belanda dan Chile.
10. Gelandang Chile, Charles Aranguiz menjadi pemain keempat yang mencetak gol dan assist di pertandingan kontra Spanyol di Piala Dunia, sejak 1966.
11. Pencetak gol pembuka Chile, Eduardo Vargas sejauh ini telah mencetak tiga gol dari empat laga terakhir timnya melawan Spanyol. **
Spanyol yang digadang-gadang sebagai calon penguasa justru harus mengakui tim kuda hitam, Chile. Tim Amerika Latin itu berhak mendampingi Belanda yang juga lolos dari Grup B.
Yang lebih menyakitkan, Spanyol hanya mampu mencetak satu gol dalam dua laga perdana mereka. Berbanding jauh dengan gol yang masuk ke gawang mereka, yaitu 7 gol.
Penampilan Spanyol pun menuai kritikan. Permainan tiki-taka ala La Furia Roja tak membuahkan hasil positif. Era kekuasaan Spanyol dinilai sudah berakhir.
"Hari ini generasi mereka tak mampu melanjutkan kesuksesan beberapa tahun terakhir. Itu normal, karena tak ada kesuksesan yang abadi," kata Pelatih Chile, Jorge Sampaoli, seusai pertandingan.
Pelatih La Furia Roja, Vicente Del Bosque, mengakui timnya layak untuk tersingkir. Menurutnya. Sergio Ramos dan kawan kawan hanya mampu mengandalkan kecepatan.
"Di laga seperti ini kami butuh lebih dari sekedar berlari," tutur mantan pelatih Real Madrid itu.
Dapat Sorotan Tajam Media
Kegagalan Spanyol ini tak luput dari perhatian media. Beberapa suratkabar bahkan mengolok-olok tim yang datang dengan label juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.
Suratkabar paling populer di Spanyol, El Pais, mengibaratkan Timnas Spanyol sebagai kapal Titanic yang karam. Mereka memberi judul 'Espana fue el Titanic' [Spanyol adalah Titanic].
Jurnalis AS, Juanma Trueba, menulis bahwa era Spanyol di dunia sudah berakhir. Kegagalan ini, kata Juanma, hal paling mengerikan yang pernah menerpa La Furia Roja.
"Tapi kami tahu bahwa itu akan datang. Meski demikian, kami tak pernah bisa membayangkan itu akan sangat menyedihkan," tulisnya di situs AS.
Pentingnya Peremajaan Skuad
Lagi-lagi era tiki-taka dinilai sudah memasuki tahap akhir. Era generasi emas Spanyol dinilai sudah layak untuk diremajakan.
Maklum, skuad Spanyol saat ini memang mayoritas pemain intinya berusia 30 tahun ke atas. Iker Casillas [33 tahun], Xavi Hernadez [34 tahun], Xabi Alonso [32 tahun], dan Andres Iniesta [30 tahun]. Spanyol diharapkan bisa memberi kesempatan kepada pemain yang lebih muda seperti David De Gea, Koke dan Thiago Alcantara.
Namun bagi Casillas, belum tepat untuk membahas hal ini. Menurutnya tak layak untuk menyalahkan beberapa pemain atas kegagalan ini.
"Ini bukan saatnya untuk mulai menyalahkan orang dan berdiskusi apakah harus ada pergantian atau tidak. Ada beberapa pemain yang sudah 30 tahun ke atas, pelatih akan membuat keputusan dan kami akan menghormatinya," ujar Casillas.
Kiper Real Madrid ini sendiri belum dapat memastikan apakah ini akan jadi pertandingan terakhinya bagi Spanyol atau tidak. "Saya tak tahu, kita akan tunggu dan lihat. Tim ini tak pantas untuk berakhir seperti ini," tuturnya.
Bukan yang Pertama
Di balik bagaimana, kenapa dan harus seperti apa, kegagalan Spanyol sebenarnya menyimpan begitu banyak fakta menarik. Spanyol bukanlah yang pertama gagal sebagai juara bertahan. La Furia Roja juga bukan tim unggulan pertama yang tersingkir sejak awal.
Selain itu masih banyak fakta menarik yang layak untuk dicermati dari kegagalan La Furia Roja. Salah satunya berkaitan dengan penyerang mandul mereka, Diego Costa.
Berikut 11 fakta menarik usai Spanyol tersingkir, seperti dilansir Opta:
1. Tiga dari empat juara terakhir Piala Dunia yang tersingkir pada edisi berikutnya, gugur di fase grup. Sebelumnya, ada Prancis pada 2002, Italia pada 2010.
2. Ini merupakan pertama kalinya, sejak 1998, Spanyol tersingkir di fase grup Piala Dunia. Pada 1998, Spanyol, yang saat itu dilatih Javier Clemente menduduki posisi 3 dengan koleksi 4 poin, hasil satu kali menang, satu imbang, dan satu kalah.
3. Kekalahan dari Belanda dan Chile di Piala Dunia 2014 membuat Spanyol untuk pertama kalinya kalah pada dua pertandingan pertama di ajang Piala Dunia.
4. Iker Casillas kini menjadi pemain Spanyol dengan koleksi caps terbanyak di Piala Dunia. Kapten Real Madrid tersebut telah mengoleksi 17 caps, menggeser posisi mantan kiper La Furia Roja, Andoni Zubizareta.
5. Diego Costa sama sekali tak melepaskan tembakan akurat ke arah gawang dalam 126 menit permainannya pada Piala Dunia 2014 sejauh ini. Dari dua laga, dia melakukan lima tembakan saja.
6. Untuk pertama kalinya sejak Juni 2008, Xavi tak masuk starting XI Spanyol di turnamen utama. Pada laga kali ini, pelatih Vicente Del Bosque lebih memilih Pedro, sedangkan trio lini tengah diisi Sergio Busquets, Andres Iniesta, dan Xabi Alonso.
7. Pertama kalinya sejak Piala Dunia 1994, gawang Spanyol kebobolan dua kali (atau lebih) dalam lebih dari satu pertandingan, pada satu turnamen Piala Dunia.
8. Saat memenangi Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012, Spanyol total kebobolan enam gol. Jumlah tersebut lebih sedikit dari jumlah kebobolan mereka sejauh ini di Piala Dunia 2014, tujuh gol.
9. Spanyol kebobolan tujuh gol dari 13 tembakan yang mengarah pada gawang Iker Casillas, pada dua pertandingan awal di Piala Dunia 2014 kontra Belanda dan Chile.
10. Gelandang Chile, Charles Aranguiz menjadi pemain keempat yang mencetak gol dan assist di pertandingan kontra Spanyol di Piala Dunia, sejak 1966.
11. Pencetak gol pembuka Chile, Eduardo Vargas sejauh ini telah mencetak tiga gol dari empat laga terakhir timnya melawan Spanyol. **
| Editor | : | Sumber : Viva Bola |
| Kategori | : | Olahraga |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham