Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
RSUD RM Pratomo
Bupati Pertahankan Nama RSUD RM Pratomo Bagansiapiapi
Selasa 22 Maret 2016, 22:42 WIB
Bupati Rokan Hilir, H Suyatno,AMp

BAGAN SIAPIAPI. Riaumadani.com - Bupati Rokan Hilir, H Suyatno.AMp, berjanji tetap mempertahankan nama RSUD RM Pratomo Bagansiapiapi.

Hal itu diungkapkannya, saat mendampingi cucu tertua beserta dua cicit dr RM Pratomo, berkunjung ke Bagansiapiapi, Selasa (22/3/2016). Kunjungan keluarga besar dr RM Pratomo dari Belanda, tujuannya untuk melihat sejarah saat tahun 1920, dr RM Pratomo mendirikan rumah sakit di Bagansiapiapi.

Sampai hari ini, tapak rumah sakit itu masih berada pada posisi semula. Tentunya, ini penghargaan yang luar biasa bagi Pemkab Rohil. "Kita bangga dan sampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar RM Pratomo. Yang jauh-jauh datang melihat sejarah. Apalagi yang datang hari ini adalah cucu dari dr RM Pratomo," kata Bupati.

Ia juga mengetahui kalau anak pertama dr RM Pratomo masih hidup, umurnya 102 tahun. Menetap di Negeri Belanda. Yang datang hari ini cucu dan cicit. Berarti mereka punya kenangan sejarah yang tidak bisa dilupakan, begitu juga masyarakat Rokan Hilir.

Jasa-jasa dr RM Pratomo, pada zaman Belanda sudah memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. Tapi itulah sebuah niat yang baik bagi almarhum. Dia mendirikan rumah sakit di sini, untuk membantu masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Karena itu, Pemkab akan tetap mempertahankan nama rumah sakit di daerah itu dr RM Pratomo. Hal ini sudah di Perdakan dan tak pernah dirubah lagi. Dan masih banyak peninggalan-peninggalan lainnya.

Sementara itu, cucu dr RM Pratomo, Elyuna Pratomo, merasa terharu. Menurutnya, ini suatu kebanggaan yang tak terlupakan. Karena kakek, pada saat itu sudah memikirkan rakyat Indonesia yang tertindas, karena rumah sakit di sini didirikan khusus untuk penduduk setempat, bukan buat orang Belanda. Orang Belanda waktu itu kalau sakit pergi ke Medan.

"Saya pernah dengar kejadian, anak konselir (pejabat, red) Belanda patah kaki. Sebenarnya bisa diobati di rumah sakit di Bagansiapiapi. Tetapi dr Pratomo diperintahkan untuk mengawal anaknya pergi ke Medan untuk mendapatkan perawatan medis," katanya.

Elyuna berharap, RSUD RM Pratomo dipertahankan, kalau mungkin lebih berkembang. Yang penting dapat melayani masyarakat setempat. "ujar Elyuna dari Belanda datang ke Bagansiapiapi cuma sebagai turis. (adv/hms)  




Editor : TIS.HR
Kategori : Rohil
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top