Program Kedaulatan Pangan Nasional
Asisten II Setdakab Kampar, Nukman Hakim, bersalaman
dengan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman,saat temur ramah dengan di
Gedung Daerah, Pemerintah Provinsi Riau
Kampar Siap Dukung Program Kedaulatan Pangan Nasional
Minggu 06 Maret 2016, 00:54 WIB
Asisten II Setdakab Kampar, Nukman Hakim, bersalaman
dengan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman,saat temur ramah dengan di
Gedung Daerah, Pemerintah Provinsi Riau
ADVETORIAL
SIAK HULU. Riaumadani. com - Pemerintah Kabupaten Kampar siap mendukung Program kedaulatan pangan yang dijalankan Pemerintah Pusat menuju swasembada pangan, bahkan program berkaitan telah dilaksanakan sejak lama, sebelum era Presiden Joko Widodo.
Demikian disampaikan Asisten II Setdakab Kampar, Nukman Hakim, saat berdialog dengan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, di Gedung Daerah, Pemerintah Provinsi Riau.
"Pemkab Kampar dalam progres pembangunan telah melakukan upaya peningkatan swasembada pangan di Kabupaten Kampar, terlebih masyarakat yang ingin terjun di bidang pertanian juga mendapatkan pelatihan langsung," ujar Nukman.

Mentan Amran Sulaiman mengharapkan, Provinsi Riau mampu menjalankan program yang sejalan dengan program kerja Kementerian Pertanian.
Ia menjelaskan, Indonesia saat ini merupakan pangsa pasar yang besar bagi negara tetangga untuk mengekspor beras.

Setiap bulannya kebutuhan impor beras di Indonesia mencapai 2,5 juta ton, sehingga kalau Indonesia swasembada beras, maka dapat dipastikan negara tetangga pengekspor beras akan goyah.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menambahkan, Program Desa dan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi yang dijalankan kabupaten, menjadi penggerak semangat pertanian yang selama ini diabaikan dan hanya ada sedikit di negeri ini.
"Saya rasa ini adalah dinamika pertanian, ini menandakan Pemda dan petani mulai cerdas," kata Mentan, Amran Sulaiman, di Pekanbaru, Rabu (4/3/2016), usai menghadiri temu ramah dengan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman dan sejumlah bupati/walikota serta para pejabat eselon dan petinggi TNI/Polri di Riau.
Mentan Amran Sulaiman mengatakan program di Kampar itu merupakan penggerak dan menjadi semangat bagi para petani, bahwa dengan lahan sempit sekalipun, mereka dapat menghasilkan uang yang banyak.

"Selain di Kampar, hanya ada di Jawa Timur program demikian. Saya rasa inilah dinamikanya pertanian," kata dia. Program Desa dan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi merupakan program terbaru Pemkab Kampar yang masuk dalam 3 Zero "plus" target swasembada pangan dan energi.
Program ini mengedepankan pemanfaatan lahan sempit untuk menghasilkan berbagai kebutuhan rumah tangga yang lebih dari cukup.
Di atas lahan seribu meter persegi itu, setiap rumah tangga dapat memelihara empat ekor sapi, bila sapinya merupakan Sapi Brahmana, namun bila yang dipelihara Sapi Bali, maka jumlahnya bisa enam ekor. Untuk lahan seluas 1.500 meter persegi, maka akan bisa lebih banyak lagi.
Kemudian, dibangun pula lokasi untuk pemeliharaan ayam petelor dengan hasil sekitar 50 butir telor per hari. Selanjutnya, juga ada kolam untuk perikanan.
Sementara untuk tanaman, rumah tangga mandiri dapat menanam berbagai jenis sayuran yang menjadi kebutuhan pokok, mulai dari bawang, jamur, cabai dan lainnya.
Selanjutnya, dari sapi yang dipelihara tersebut, juga akan menghasilkan sekitar 40 liter urine per hari yang akan diolah menjadi bio urine, harganya bisa mencapai Rp25 ribu per liter.
Bio urine dapat digunakan untuk pupuk perkebunan berkualitas tinggi, begitu juga dengan kotoran padat yang dihasilkan sapi tersebut, juga dapat menghasilkan biogas sebagai alternatif bahan bakar.
Sementara Kadis Pertanian Pemda Kampar Hendry Dunan menyatakan saat ini pihaknya tengah berusaha keras membangkitkan semangat bertani masyarakat dengan program-program yang telah dibuat Pemda Kampar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kemudian, lanjut dia, pelatihan yang diselenggarakan Pemda Kampar diharapkan juga dapat memecahkan permasalan pangan di daerah ini.
Mengenai bantuan untuk pertanian Kampar, Hendri Dunan menyatakan, perbaikan irigasi seluas 1.600 hektare untuk optimalisasi produksi di bidang pertanian seluas 850 ha dengan total dana Rp3,2 miliar.
Untuk kegiatan GPTT peningkatan untuk padi 1.500 ha, jagung 500 ha dan kedelai 500 ha dengan total anggaran Rp6 miliar.
Bupati Kampar, Jefry Noer, mengatakan, melalui program ini masyarakat benar-benar akan sejahtera, jika serius melaksanakannya. Karena hasilnya tidak main-main, bisa membuat masyarakat yang tadinya miskin menjadi jutawan dan tidak kebingungan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Pada program ini, Jefry Noer memberikan pembelajaran bagi masyarakat, bahwa banyak yang dapat dimanfaatkan dari lahan yang sempit. Bahkan inovasi yang dikedepankan memberikan pelajaran, bahwa ternyata limbah ternak memiliki harga jual yang melebihi harga dari hewan peliharaan itu.(Adv/humas)
SIAK HULU. Riaumadani. com - Pemerintah Kabupaten Kampar siap mendukung Program kedaulatan pangan yang dijalankan Pemerintah Pusat menuju swasembada pangan, bahkan program berkaitan telah dilaksanakan sejak lama, sebelum era Presiden Joko Widodo.
Demikian disampaikan Asisten II Setdakab Kampar, Nukman Hakim, saat berdialog dengan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, di Gedung Daerah, Pemerintah Provinsi Riau.
"Pemkab Kampar dalam progres pembangunan telah melakukan upaya peningkatan swasembada pangan di Kabupaten Kampar, terlebih masyarakat yang ingin terjun di bidang pertanian juga mendapatkan pelatihan langsung," ujar Nukman.
Mentan Amran Sulaiman mengharapkan, Provinsi Riau mampu menjalankan program yang sejalan dengan program kerja Kementerian Pertanian.
Ia menjelaskan, Indonesia saat ini merupakan pangsa pasar yang besar bagi negara tetangga untuk mengekspor beras.

Setiap bulannya kebutuhan impor beras di Indonesia mencapai 2,5 juta ton, sehingga kalau Indonesia swasembada beras, maka dapat dipastikan negara tetangga pengekspor beras akan goyah.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menambahkan, Program Desa dan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi yang dijalankan kabupaten, menjadi penggerak semangat pertanian yang selama ini diabaikan dan hanya ada sedikit di negeri ini.
"Saya rasa ini adalah dinamika pertanian, ini menandakan Pemda dan petani mulai cerdas," kata Mentan, Amran Sulaiman, di Pekanbaru, Rabu (4/3/2016), usai menghadiri temu ramah dengan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman dan sejumlah bupati/walikota serta para pejabat eselon dan petinggi TNI/Polri di Riau.
Mentan Amran Sulaiman mengatakan program di Kampar itu merupakan penggerak dan menjadi semangat bagi para petani, bahwa dengan lahan sempit sekalipun, mereka dapat menghasilkan uang yang banyak.
"Selain di Kampar, hanya ada di Jawa Timur program demikian. Saya rasa inilah dinamikanya pertanian," kata dia. Program Desa dan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi merupakan program terbaru Pemkab Kampar yang masuk dalam 3 Zero "plus" target swasembada pangan dan energi.
Program ini mengedepankan pemanfaatan lahan sempit untuk menghasilkan berbagai kebutuhan rumah tangga yang lebih dari cukup.
Di atas lahan seribu meter persegi itu, setiap rumah tangga dapat memelihara empat ekor sapi, bila sapinya merupakan Sapi Brahmana, namun bila yang dipelihara Sapi Bali, maka jumlahnya bisa enam ekor. Untuk lahan seluas 1.500 meter persegi, maka akan bisa lebih banyak lagi.
Kemudian, dibangun pula lokasi untuk pemeliharaan ayam petelor dengan hasil sekitar 50 butir telor per hari. Selanjutnya, juga ada kolam untuk perikanan.
Sementara untuk tanaman, rumah tangga mandiri dapat menanam berbagai jenis sayuran yang menjadi kebutuhan pokok, mulai dari bawang, jamur, cabai dan lainnya.
Selanjutnya, dari sapi yang dipelihara tersebut, juga akan menghasilkan sekitar 40 liter urine per hari yang akan diolah menjadi bio urine, harganya bisa mencapai Rp25 ribu per liter.
Bio urine dapat digunakan untuk pupuk perkebunan berkualitas tinggi, begitu juga dengan kotoran padat yang dihasilkan sapi tersebut, juga dapat menghasilkan biogas sebagai alternatif bahan bakar.
Sementara Kadis Pertanian Pemda Kampar Hendry Dunan menyatakan saat ini pihaknya tengah berusaha keras membangkitkan semangat bertani masyarakat dengan program-program yang telah dibuat Pemda Kampar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kemudian, lanjut dia, pelatihan yang diselenggarakan Pemda Kampar diharapkan juga dapat memecahkan permasalan pangan di daerah ini.
Mengenai bantuan untuk pertanian Kampar, Hendri Dunan menyatakan, perbaikan irigasi seluas 1.600 hektare untuk optimalisasi produksi di bidang pertanian seluas 850 ha dengan total dana Rp3,2 miliar.
Untuk kegiatan GPTT peningkatan untuk padi 1.500 ha, jagung 500 ha dan kedelai 500 ha dengan total anggaran Rp6 miliar.
Bupati Kampar, Jefry Noer, mengatakan, melalui program ini masyarakat benar-benar akan sejahtera, jika serius melaksanakannya. Karena hasilnya tidak main-main, bisa membuat masyarakat yang tadinya miskin menjadi jutawan dan tidak kebingungan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Pada program ini, Jefry Noer memberikan pembelajaran bagi masyarakat, bahwa banyak yang dapat dimanfaatkan dari lahan yang sempit. Bahkan inovasi yang dikedepankan memberikan pelajaran, bahwa ternyata limbah ternak memiliki harga jual yang melebihi harga dari hewan peliharaan itu.(Adv/humas)
| Editor | : | Jalinus-humas |
| Kategori | : | Kampar |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan