Usai Dugaan Gudang Solar Subsidi Terungkap, Pria Bernama Kasno Datangi Awak Media
PELALAWAN. RIAU MADANI. COM - Viralnya dugaan aktivitas penimbunan Bahan Bakar Binyak (BBM) bersubsidi jenis solar di KM 3 Jalan Koridor Road RAPP, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau di media, semakin menguat. Minggu (19/07/26) siang pria bernama Kasno, temui awak media minta namanya jangan dibawa-sambil sodorkan sejumlah uang.
Kepada wartawan media ini Kasno juga mengaku sebagai pemilik gudang di jalan Road RAPP KM 8. Tapi sekarang ini sudah tidak beraktifitas lagi karena ketidak sesuaian harga jual dari pelangsir terlalu mahal, sebutnya.
Tidak lama berbincang Kasno langsung mengeluarkan sejumlah uang dari kantong celananya. Ambilah ini sebagai tanda kita berkawan. Ini bukan karena masalah berita yang sudah naik terkait gudang di KM 3 itu. Ambilah saya ikhlas hanya sebagai uang kopi saja, karena tadi saya minta kita duduk ngopi di warung tapi duduknya dipinggir jalan seperti ini, tolonglah diterima, pintanya.
"Tolong diterimalah ini, yang penting kalau ada temuan dilapangan jangan dibawa-bawa nama saya, itu saja yang saya minta. Kalau dengan berita gudang punya Imam yang di KM 3 atau masalah temuan BBM yang lain itu gas saja," ujarnya.
Sebelumnya, sebuah lokasi yang diduga dijadikan gudang penimbunan BBM bersubsidi jenis solar di Jalan Koridor Road RAPP menjadi sorotan media setelah masyarakat menginformasikan adanya aktivitas bongkar muat yang diduga berlangsung secara rutin dengan melibatkan berbagai jenis kendaraan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi tersebut merupakan tempat aktifitas bongkar muat diduga BBM jenis solar yang dilangsir dari SPBU. Setiap saat berbagai jenis kendaraan seperti bus karyawan, dump truck, mobil colt diesel, silih berganti bongkar BBM jenis solar di areal iti. Aktivitas itu disebut berlangsung cukup lama dan hampir setiap hari, terkecuali jika sudah diberitakan media baru berhenti, tapi itu biasanya hanya sementara saja, tidak lama kemudian gudang tersebut kembali beraktifitas, beber beberapa warga yang enggan namanya disebutkan.
Dokumentasi yang diterima media memperlihatkan sebuah area berpagar seng di tepi Jalan Koridor Road RAPP yang diduga menjadi lokasi aktivitas bongkar muat BBM bersubsidi. Namun, dari dokumentasi tersebut belum dapat dipastikan adanya praktik penimbunan BBM bersubsidi.
Karena itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah lokasi tersebut memiliki izin resmi atau terdapat dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi oleh para mafia.
Sejumlah warga mengaku heran lantaran aktivitas yang diduga telah berlangsung cukup lama itu terlihat aman-aman saja. Apa memang sengaja dilindungi oleh APH atau instansi terkait karena sudah dapat setoran atau bagaimana, ungkap warga mempertanyakan.
Kami berharap aparat penegak hukum, dan BPH Migas segera turun mengecek agar semuanya terang-benderang. Kalau memang legal silakan dijelaskan, tetapi kalau ada pelanggaran harus ditindak sesuai hukum," pinta warga lainnya.
Apabila dugaan penyalahgunaan atau penimbunan BBM bersubsidi tersebut terbukti, perbuatan itu berpotensi merugikan masyarakat yang berhak memperoleh solar subsidi serta mengganggu distribusi energi yang telah diatur pemerintah. (Sona)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pelalawan |





01
02
03
04
05


