Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
Waspada Karlahut 2016
Waspada Karlahut 2016 Polda Riau Kumpulkan Pejabat Tinggi Daerah dan Perusahaan
Rabu 20 Januari 2016, 07:11 WIB
Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan.


PEKANBARU. Riaumadani.com - Waspada akan terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, mengumpulkan beberapa pejabat tinggi daerah, pemimpin perusahaan, pakar lingkungan serta instansi terkait lainnya, untuk membahas penanganan pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) 2016.

Pertemuan ini berlangsung di Aula Bengkalis, Sekolah Polisi Negara (SPN) Jalan Pattimura Pekanbaru-Riau, Rabu (20/1/2016). Agenda tersebut untuk membahas sosialisasi pencegahan Karlahut di tahun 2016. Dalam hal ini, Polda Riau  Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan. menekankan tiga poin penting yang wajib menjadi atensi seluruh stakeholder di daerah.

Pertama, setiap kabupaten, khususnya yang rawan Karlahut agar membuat sekat kanal atau canal blocking. "Sampai saat ini beberapa kabupaten sudah membuatnya. Ada total 201 lokasi, dimana 140 diantaranya sekat kanal dan 61 lainnya embung," sebut Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan.

Kedua, membentuk forum masyarakat gotong royong melawan Karlahut. "Selain MPA (masyarakat peduli api) kita bentuk forum masyarakat gotong royong melawan Karlahut. Mereka akan diberikan sosialisasi dalam penanganannya. Jadi warga tempatan paham upaya antisipasi," sambung Kapolda dalam arahannya.

Terakhir, memaksimalkan sosialisasi dengan menyebar maklumat Kapolda Riau terkait Karlahut, serta mengecek kesiapan perusahaan dalam segi fasilitas dan alat pemadaman. "Karena sesuai data, di 2015 ada peningkatan kasus Karlahut yang melibatkan perusahaan. Ada 18 perusahaan kita selidiki dimana lima diantaranya sudah berstatus penyidikan," tegasnya.

Lebih fokus untuk penanganan hukum, sambungnya, Polda Riau dan jajaran menerima 71 laporan tindak pidana Karlahut (2015,red), dimana 53 terkait kasus perorangan dan 18 kasus menyeret perusahaan. dan 68 orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, lima sudah berstatus penyidikan. Untuk perusahaan ada lima orang kita jadikan tersangka," bebernya.

Selain pejabat tinggi daerah (Bupati atau yang mewakili, red), hadir pula pakar gambut dari Universitas Gajah Mada (UGM), Dirjen PHBL KemenLHK, BNPB, BPBD, BMKG serta jajaran Kepala Satuan Wilayah (Kapolres) se-Riau. "Jangan sampai di 2016 terjadi lagi Karlahut di Riau. Kita semua harus bekerjasama untuk mencegahnya," tutup Kapolda Riau. **




Editor : TIS.grc
Kategori : Hukum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top