Panipahan, RIAUMADANI.Com- Emosi Warga di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), akhirnya tak terbendung lagi setelah berulang kali menyampaikan keluhsn terhadap aparat setempat terkait dugaan aktivitas peredaran Narkotika di wilayah yang masuk kategori agamis itu. Warga memilih bertindak sendiri hingga berujung pada pengepungan lokasi dan pembakaran rumah yang diduga milik bandar narkotika berinisial (Ali).
Adapun kejadian ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap slow respons aparat setempat yang dinilai lamban sebagaimana di lansir dari video yang viral diunggah oleh akun TikTok @no.viral.no.justice_8, dengan bernada tinggi orator dalam video tersebut memperingatkan aparat Kepolisian untuk segera mengambil tindakan.
"Kalau bapak biarkan, kami masyarakat bertindak Bahaya, Pak!" ujar orator tersebut di hadapan Kapolsek Panipahan, Iptu Robiansyah.
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Warga mengaku telah berulang kali melaporkan dugaan aktivitas peredaran narkotika yang sangat meresahkan di lingkungan mereka. Namun, menurut warga, laporan tersebut tidak kunjung ditindaklanjuti secara tegas, "kata warga setempat inisial (Gr). Minggu, (12 April 2026).
“Kami sudah capek melapor. Sudah sering kami ingatkan, tapi tidak ada tindakan nyata. Akhirnya masyarakat yang bergerak sendiri," jelas Gr.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi di media sosial. Banyak netizen menyayangkan aksi main hakim sendiri, namun tidak sedikit pula yang menyoroti lambannya respons aparat dalam menanggapi setiap laporan masyarakat.
Menyikapi kejadian tersebut sebagaimana di lansir dari Riau Online, Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolsek Panipahan Iptu Robiansyah dan Kanit Reskrim Aipda Rahmat Ilyas.
Pencopotan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut, sekaligus bentuk tanggung jawab institusi Polri dalam merespons dinamika sosial yang berkembang, "terang Kapolda.
SITI AISYAH ANGGOTA DPR RI KOMISI III, PERSOALAN DI ROHIL MONITOR
Kepada RIAUMADANI. Com, Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III mengungkapkan rasa keprihatinan yang mendalam terkait peristiwa ini. Kejadian ini menurut informasi yang ia terima dari salaseorang konstituen nya mengungkapkan bahwa kejadian amuk warga ini di mulai sejak Jumat, 10 April 2026. Hingga Minggu hari ini pun demonstrasi warga masyarakat masih terus berlangsung.
Menyikapi hal ini Siti Aisyah mengungkapkan bahwa, Riau kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kalau saya analogikan, saat ini Riau khususnya Panipahan sudah bukan Darurat Narkoba, tetapi sudah bisa di sebut dengan sebutan TSUNAMI Narkotika, "ungkap Siti Aisyah.
Siti Aisyah berharap agar warga masyarakat tetap bisa mengontrol diri agar tidak melakukan hal hal yang mengarah kepada tindakan anarkis. Apa yang di lakukan masyarakat merupakan bentuk kekecewaan terhadap lambannya tindakan hukum di wilayah tersebut. Semoga kejadian ini bisa menjadi pembelajaran untuk seluruh penegak hukum. Sekecil apapun pengaduan masyarakat jangan abai, apalagi slow respon karena akibatnya bisa memancing amuk warga yang lebih luas.
Dalam waktu dekat, terkait Narkotika dan aksi tindakan masyarakat serta slow respon penegak hukum di Panipahan ini, ia akan segera membahasnya di Komisi III, karena ini sudah menjadi persoalan Nasional, "demikian Siti Aisyah Menegaskan kepada wartawan RiauMadani.Com usai rapat dengan para konstituen nya di Rumah Aspirasi Siti Aisyah di Air Molek, Minggu (12 Apri 2026), sore.
Pewarta : BDS - RBT





01
02
03
04
05


