Mendadak Polda Riau Tes Urine 3.963 Personel Termasuk Kapolda, Ini Hasilnya
PEKANBARU, RIAU MADANI. COM - Kepolisian Daerah (Polda) Riau melakukan pemeriksaan urine secara mendadak, Senin (23/2/2026) pagi. Cek urine ini diikuti seluruh personel polisi yang ada di Riau. Total personel yang dicek urine sebanyak 3.963 orang. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di kalangan polisi.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan cek urine diikuti seluruh personel hingga para pejabat utama, termasuk Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.
"Tidak hanya personel yang dicek urine, tetapi juga seluruh pejabat, termasuk Pak Kapolda Riau," kata Pandra saat diwawancarai wartawan di Mapolda Riau di Pekanbaru, Senin. (23/2/2026) pagi
Terkait hasil cek urine, sebut Pandra, belum semuanya keluar. Namun, hasil cek urine Kapolda Riau dan pada pejabat utama hasilnya negatif narkotika.
"Belum keluar semua hasilnya. Yang Pak Kapolda dan para PJU (pejabat utama) sudah keluar, hasilnya negatif semua," sebut Pandra.
Kegiatan cek urine ini, tambah Pandra, merupakan komitmen Polda Riau dalam mewujudkan institusi yang bersih dari narkoba.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan internal. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.
"Tidak ada ampun bagi personel Polda Riau yang terbukti, baik itu sebagai pengguna. Pengguna saja kalau terbukti akan dikenai aturan tegas sesuai aturan, apalagi yang terlibat dalam transaksi narkotika," tegas Herry.
Dia menuturkan, sebelum menindak masyarakat, institusi kepolisian harus terlebih dahulu memastikan kondisi internalnya bersih dan terbebas dari narkoba. Pemeriksaan urine ini dikawal ketat oleh Bidang Propam dan tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau.
Herry mengingatkan agar personel tidak melakukan pelanggaran yang dapat mencoreng institusi. Polda Riau tidak akan memberikan toleransi bagi personel yang terlibat.
"Yang terbukti melakukan pelanggaran atau kejahatan, bergabung dengan sindikat kejahatan terutama narkoba, tidak ada ampun. Karena dari awal saya sampaikan 'Melindungi Tuah Menjaga Marwah'," ujarnya.
KOMPAS
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Riau |





01
02
03
04
05


