Rekapitulasi C-1 Pilkada di www.kpu.go.id
Poto int
Hasil Pilkada Suparman Menang Tipis di Rohul, Yopi di Inhu, Zulkifli Dumai dan Mursini di Kuansing
Minggu 13 Desember 2015, 06:23 WIB
Poto int
PEKANBARU. Riaumadani. com - Berdasarkan rekap data formulir model C1 dari seluruh Riau yang masuk ke portal resmi Pilkada Serentak Komisi Pemilihan Umum (KPU), 4 daerah di Riau sudah memasukkan data 100 persen yakni Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Kota Dumai dan Indragiri Hulu.
Hasilnya, pasangan Suparman-Sukiman unggul tipis di Rokan Hulu, sementara Mursini-Halim di Kuantan Singingi, Zulkifli-Eko Suharjo di Dumai dan Yopi Arianto-Khairizal di Inhu.
Namun rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS ini, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 akan diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya.
Data ini dihimpun dari https://pilkada2015.kpu.go.id berikut hasil Pilkada Serentak seluruh Riau hingga Sabtu (12/12/2015) jam 21.00 WIB.
Tolak Pleno
Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) dari nomor urut 1 (satu), Hafith Syukri-Nasrul Hadi, tidak mengakui hasil Rapat Pleno dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bonai Darussalam.
Saksi dari Paslon Hafith-Nasrul, Arfizal Anwar mengatakan pihaknya melakukan walk out (WO) dan mengajukan nota keberatan dengan mengisi formulir Model DA2, saat Rapat Pleno Rekapitulasi Suara dilaksanakan PPK dimulai Jumat (11/12/2015) siang hingga Sabtu (12/12/2015) dini hari.
Arfizal mengakui pihaknya tidak menerima hasil pleno PPK Bonai Darussalam, karena menemukan banyak kejanggalan yang terindikasi pelanggaran dan kecurangan.
"Cuma hasil rekap C1 dari tiga desa yang kita terima, empat desa ditolak," ujar Pican kepada wartawan saat Konperensi Pers di kantor Tim Pemenangan Hafith Syukri-Nasrul Hadi di Jalan Tuanku Tambusai Pasir Putih, Pasirpangaraian, Sabtu sore kemarin.
Pican mengungkapkan adapun hasil rekapitulasi C1 yang ditolak saksi Paslon Hafith-Nasrul, seperti dua TPS di Desa Teluk Sono (TPS 1 dan TPS 2), TPS 1 Desa Pauh, TPS 2 Desa Rawa Makmur, TPS 5 Kasang Padang, dan 3 TPS di Desa Sontang (TPS 1, TPS 2, dan TPS 3).
Sedangkan hasil rekap di dua desa diterima oleh saksi dari Paslon Hafith-Nasrul, meski suara jagonya kalah, seperti hasil dari Desa Kasang Mungkal dan Desa Bonai.
"Orientasi kita bukan masalah jumlah suara kita, tapi prosesnya yang harus fair. Kita mau prosesnya (Pilkada) transparan," katanya.
Pican mengaku kecewa, karena Ketua PPK Bonai Darussalam, Desmi Herlisan, sempat emosi dan lepas kontrol saat saksi interupsi. Kekesalan itu ia sampaikan pakai mikropon.
"Kita tidak mengakui hasil Pleno PPK Bonai, sebab kami menemukan indikasi-indikasi di luar kewajaran," kesalnya.
"Kita minta buka kotak karena adanya perbedaan juga ditolak. Kita menolak hasil Pleno (PPK Bonai)," tegas Pican dan mengakui selain saksi dari Paslon Hafith-Nasrul merasa terancam, apapun yang menjadi sanggahan mereka diabaikan oleh PPK Bonai Darussalam.
"Soal siapa menang atau kalah tidak apa-apa, tapi harus fear. Kami berkeyakinan, PPK Bonai sengaja menutupi-nutupi apa yang ada, "terangnya.
Pican mengungkapkan beberapa kejanggalan saat Rapat Pleno PPK Bonai Darussalam, seperti di TPS 1 Desa Sontang, ada 44 suara DPTb-2, pihak PPK tak bersedia menunjukan, setelah saksi nomor urut 1 mengindikasi ada pemilih DPTb-2 yang tidak pakai NIK.
"Kejanggalan lain lagi, di TPS 2 Desa Sontang, di DPTb-2 ada 46 pemilih, ketika kami meminta buka kotak tapi tak dikasih," kata Pican dan mengatakan Panwas Kecamaatan Bonai Darussalam hanya diam saja.
"Soal indikasinya saya tidak bisa berandai-andai. Tapi soal intimidasi kepada saya luar biasa. Sampai operator komputer yang tidak punya wewenang menanggapi keberatan saksi," pungkas Pican dan mengakui ada yang sampai menggebrak meja.
Sementara, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Rohul, Jenewar, mengindikasi ada perbuatan yang sistematis untuk menutupi permasalahan pada proses Pilkada secara keseluruhan saat Pleno PPK Bonai Darussalam. Pasalnya, PPK tak bersedia saat saksi mengajukan koreksi.
"Kita sedang membuat laporan ini ke Panwas Rohul soal proses Pleno PPK Bonai dan seluruh PPS, dan merekomendasikan agar pemilihan ulang di Bonai," tegasnya.
"Pleno itu jadi tak beres karena ada dugaan kecurangan, kita diintimidasi disana. Bahkan sampai hari ini kami belum tahu berapa hasilnya, sebab C1 nya belum kami terima," tambah Jenewar dan mengindikasi hasil perhitungan suara di 40 TPS di 7 desa di Bonai Darussalam tidak transparan**
Hasilnya, pasangan Suparman-Sukiman unggul tipis di Rokan Hulu, sementara Mursini-Halim di Kuantan Singingi, Zulkifli-Eko Suharjo di Dumai dan Yopi Arianto-Khairizal di Inhu.
Namun rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS ini, bersifat sementara dan bukan hasil final. Kesalahan yang terdapat pada formulir Model C1 akan diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya.
Data ini dihimpun dari https://pilkada2015.kpu.go.id berikut hasil Pilkada Serentak seluruh Riau hingga Sabtu (12/12/2015) jam 21.00 WIB.
Tolak Pleno
Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) dari nomor urut 1 (satu), Hafith Syukri-Nasrul Hadi, tidak mengakui hasil Rapat Pleno dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bonai Darussalam.
Saksi dari Paslon Hafith-Nasrul, Arfizal Anwar mengatakan pihaknya melakukan walk out (WO) dan mengajukan nota keberatan dengan mengisi formulir Model DA2, saat Rapat Pleno Rekapitulasi Suara dilaksanakan PPK dimulai Jumat (11/12/2015) siang hingga Sabtu (12/12/2015) dini hari.
Arfizal mengakui pihaknya tidak menerima hasil pleno PPK Bonai Darussalam, karena menemukan banyak kejanggalan yang terindikasi pelanggaran dan kecurangan.
"Cuma hasil rekap C1 dari tiga desa yang kita terima, empat desa ditolak," ujar Pican kepada wartawan saat Konperensi Pers di kantor Tim Pemenangan Hafith Syukri-Nasrul Hadi di Jalan Tuanku Tambusai Pasir Putih, Pasirpangaraian, Sabtu sore kemarin.
Pican mengungkapkan adapun hasil rekapitulasi C1 yang ditolak saksi Paslon Hafith-Nasrul, seperti dua TPS di Desa Teluk Sono (TPS 1 dan TPS 2), TPS 1 Desa Pauh, TPS 2 Desa Rawa Makmur, TPS 5 Kasang Padang, dan 3 TPS di Desa Sontang (TPS 1, TPS 2, dan TPS 3).
Sedangkan hasil rekap di dua desa diterima oleh saksi dari Paslon Hafith-Nasrul, meski suara jagonya kalah, seperti hasil dari Desa Kasang Mungkal dan Desa Bonai.
"Orientasi kita bukan masalah jumlah suara kita, tapi prosesnya yang harus fair. Kita mau prosesnya (Pilkada) transparan," katanya.
Pican mengaku kecewa, karena Ketua PPK Bonai Darussalam, Desmi Herlisan, sempat emosi dan lepas kontrol saat saksi interupsi. Kekesalan itu ia sampaikan pakai mikropon.
"Kita tidak mengakui hasil Pleno PPK Bonai, sebab kami menemukan indikasi-indikasi di luar kewajaran," kesalnya.
"Kita minta buka kotak karena adanya perbedaan juga ditolak. Kita menolak hasil Pleno (PPK Bonai)," tegas Pican dan mengakui selain saksi dari Paslon Hafith-Nasrul merasa terancam, apapun yang menjadi sanggahan mereka diabaikan oleh PPK Bonai Darussalam.
"Soal siapa menang atau kalah tidak apa-apa, tapi harus fear. Kami berkeyakinan, PPK Bonai sengaja menutupi-nutupi apa yang ada, "terangnya.
Pican mengungkapkan beberapa kejanggalan saat Rapat Pleno PPK Bonai Darussalam, seperti di TPS 1 Desa Sontang, ada 44 suara DPTb-2, pihak PPK tak bersedia menunjukan, setelah saksi nomor urut 1 mengindikasi ada pemilih DPTb-2 yang tidak pakai NIK.
"Kejanggalan lain lagi, di TPS 2 Desa Sontang, di DPTb-2 ada 46 pemilih, ketika kami meminta buka kotak tapi tak dikasih," kata Pican dan mengatakan Panwas Kecamaatan Bonai Darussalam hanya diam saja.
"Soal indikasinya saya tidak bisa berandai-andai. Tapi soal intimidasi kepada saya luar biasa. Sampai operator komputer yang tidak punya wewenang menanggapi keberatan saksi," pungkas Pican dan mengakui ada yang sampai menggebrak meja.
Sementara, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Rohul, Jenewar, mengindikasi ada perbuatan yang sistematis untuk menutupi permasalahan pada proses Pilkada secara keseluruhan saat Pleno PPK Bonai Darussalam. Pasalnya, PPK tak bersedia saat saksi mengajukan koreksi.
"Kita sedang membuat laporan ini ke Panwas Rohul soal proses Pleno PPK Bonai dan seluruh PPS, dan merekomendasikan agar pemilihan ulang di Bonai," tegasnya.
"Pleno itu jadi tak beres karena ada dugaan kecurangan, kita diintimidasi disana. Bahkan sampai hari ini kami belum tahu berapa hasilnya, sebab C1 nya belum kami terima," tambah Jenewar dan mengindikasi hasil perhitungan suara di 40 TPS di 7 desa di Bonai Darussalam tidak transparan**
| Editor | : | Tis/Grc/Rtc |
| Kategori | : | Politik |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Minggu 19 Juli 2026, 15:35 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan
Rabu 15 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gaungkan Semangat Kebersamaan Melalui Festival Rakyat 2026