Piala Dunia 2014 Brazil
Brazil VS Kroasia
Laga Perdana Brazil Gilas Kroasia 3-1
Jumat 13 Juni 2014, 02:15 WIB
Brazil VS Kroasia
SAO PAULO. Riaumadani.com - Pertandingan perdana Piala Dunia 2014, antara Brasil dan Kroasia, di Arena Corinthians, Kamis [13/6/2014], diwarnai kontroversi soal penalti yang berujung gol kedua Brasil, pada menit ke-71.
Wasit Yuichi Nishimura memberikan penalti itu setelah menilai Fred terjatuh karena dilanggar Dejan Lovren. Sejumlah kalangan menilai Fred melakukan diving karena Lovren nyaris tidak menyentuh Fred.
"Ribuan orang tidak melihat penalti itu? Wasit melihatnya dan ia adalah orang yang mengambil keputusan. Kami juga berpikir bahwa itu adalah penalti," ujar pelatih Brasil, Luis Felipe Scolari.
Selain itu, Kroasia juga mencetak gol yang dianulir pada menit ke-83. Dalam duel di udara, Ivica Olic menyundul bola mengalahkan kiper Julio Cesar. Bola kemudian ditembakan Rebic, tetapi terblok oleh David Luiz.
Bola liar yang ditembakkan Perisic masuk gawang. Namun, wasit menganulir gol itu karena menilai Olic melanggar Cesar dalam duel di udara itu.
Pertandingan itu berakhir 3-1 untuk Brasil. Gol pertama dan kedua Brasil dicetak oleh Neymar [29, 71], sementara satu gol lainnya diciptakan Oscar pada menit ke-90+1. Adapun gol Timnas Kroasia merupakan gol bunuh diri Marcelo pada menit ke-11.
Meski menang, Brasil dinilai kurang meyakinkan, terutama karena Kroasia beberapa kali melancarkan serangan berbahaya yang memaksa kiper Julio Cesar meregangkan otot-ototnya.
"Saya akan lebih dulu mengatakan kepada pemain, apa yang saya tidak suka dari penampilan mereka tadi, bukan Anda," ujar Scolari.
Neymar terpilih menjadi pemain terbaik pertandingan perdana Piala Dunia 2014 antara Timnas Brasil dan Timnas Kroasia di Stadion Sao Paolo, Kamis atau Jumat [13/6/2014) dini hari WIB.
Menurut catatan FIFA, selama 88 menit berada di lapangan, Neymar melepaskan umpan sebanyak 49 kali. Ia mengemas dua gol dari total empat tembakan akurat ke gawang Kroasia yang dikawal kiper Stipe Pletikosa.
Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol bunuh diri Marcelo pada menit ke-11, Neymar membangkitkan semangat para pemain Brasil setelah bola tendangan kerasnya dari luar kotak penalti bersarang ke pojok kiri gawang Kroasia pada menit ke-29.
Ia pun sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-71 untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Dengan tenang, gelandang Barcelona itu melepaskan tendangan keras ke pojok kanan gawang.
Pertandingan itu berakhir untuk kemenangan Brasil 3-1. Satu gol skuad Selecao lainnya diciptakan Oscar pada menit ke-90Pelatih Kroasia.
Pelatih Kroasia Niko Kovac, meradang usai menelan kekalahan 1-3 dari Brasil, Menurut Kovac lebih baik timnya pulang sedini mungkin karena Kroasia tidak dihormati.
Kemarahan Kovac disulut penalti kontroversial yang dialami timnya pada menit ke-69. Ketika itu wasit menilai Dejan Lovren melanggar Fred di dalam kotak penalti. Berdasarkan tayangan ulang, Fred melakukan diving ketika menerima umpan tarik datar Oscar dari area kiri pertahanan Kroasia. Dejan Lovren hanya menyentuh pelan bahu kiri Fred yang membelakangi gawang.
"Jika itu dianggap penalti, maka kami harus berhenti main sepak bola sekarang juga. Lebih baik bermain bola basket. Memalukan. Kita membicarakan respek, namun sama sekali tidak ada rasa hormat kepada Kroasia," ungkap Kovac.
Menurut Kovac, jika insiden seperti itu menjadi cara mengawali Piala Dunia, maka Kovac memilih menyerah dan pulang ke Kroasia saat ini juga. "Para pemain menunjukkan penampilan luar biasa dan suatu kehormatan bisa melatih mereka," kata Kovac.**
Wasit Yuichi Nishimura memberikan penalti itu setelah menilai Fred terjatuh karena dilanggar Dejan Lovren. Sejumlah kalangan menilai Fred melakukan diving karena Lovren nyaris tidak menyentuh Fred.
"Ribuan orang tidak melihat penalti itu? Wasit melihatnya dan ia adalah orang yang mengambil keputusan. Kami juga berpikir bahwa itu adalah penalti," ujar pelatih Brasil, Luis Felipe Scolari.
Selain itu, Kroasia juga mencetak gol yang dianulir pada menit ke-83. Dalam duel di udara, Ivica Olic menyundul bola mengalahkan kiper Julio Cesar. Bola kemudian ditembakan Rebic, tetapi terblok oleh David Luiz.
Bola liar yang ditembakkan Perisic masuk gawang. Namun, wasit menganulir gol itu karena menilai Olic melanggar Cesar dalam duel di udara itu.
Pertandingan itu berakhir 3-1 untuk Brasil. Gol pertama dan kedua Brasil dicetak oleh Neymar [29, 71], sementara satu gol lainnya diciptakan Oscar pada menit ke-90+1. Adapun gol Timnas Kroasia merupakan gol bunuh diri Marcelo pada menit ke-11.
Meski menang, Brasil dinilai kurang meyakinkan, terutama karena Kroasia beberapa kali melancarkan serangan berbahaya yang memaksa kiper Julio Cesar meregangkan otot-ototnya.
"Saya akan lebih dulu mengatakan kepada pemain, apa yang saya tidak suka dari penampilan mereka tadi, bukan Anda," ujar Scolari.
Neymar terpilih menjadi pemain terbaik pertandingan perdana Piala Dunia 2014 antara Timnas Brasil dan Timnas Kroasia di Stadion Sao Paolo, Kamis atau Jumat [13/6/2014) dini hari WIB.
Menurut catatan FIFA, selama 88 menit berada di lapangan, Neymar melepaskan umpan sebanyak 49 kali. Ia mengemas dua gol dari total empat tembakan akurat ke gawang Kroasia yang dikawal kiper Stipe Pletikosa.
Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol bunuh diri Marcelo pada menit ke-11, Neymar membangkitkan semangat para pemain Brasil setelah bola tendangan kerasnya dari luar kotak penalti bersarang ke pojok kiri gawang Kroasia pada menit ke-29.
Ia pun sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-71 untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Dengan tenang, gelandang Barcelona itu melepaskan tendangan keras ke pojok kanan gawang.
Pertandingan itu berakhir untuk kemenangan Brasil 3-1. Satu gol skuad Selecao lainnya diciptakan Oscar pada menit ke-90Pelatih Kroasia.
Pelatih Kroasia Niko Kovac, meradang usai menelan kekalahan 1-3 dari Brasil, Menurut Kovac lebih baik timnya pulang sedini mungkin karena Kroasia tidak dihormati.
Kemarahan Kovac disulut penalti kontroversial yang dialami timnya pada menit ke-69. Ketika itu wasit menilai Dejan Lovren melanggar Fred di dalam kotak penalti. Berdasarkan tayangan ulang, Fred melakukan diving ketika menerima umpan tarik datar Oscar dari area kiri pertahanan Kroasia. Dejan Lovren hanya menyentuh pelan bahu kiri Fred yang membelakangi gawang.
"Jika itu dianggap penalti, maka kami harus berhenti main sepak bola sekarang juga. Lebih baik bermain bola basket. Memalukan. Kita membicarakan respek, namun sama sekali tidak ada rasa hormat kepada Kroasia," ungkap Kovac.
Menurut Kovac, jika insiden seperti itu menjadi cara mengawali Piala Dunia, maka Kovac memilih menyerah dan pulang ke Kroasia saat ini juga. "Para pemain menunjukkan penampilan luar biasa dan suatu kehormatan bisa melatih mereka," kata Kovac.**
| Editor | : | Sumber : Trc |
| Kategori | : | Olahraga |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham