Rabu, 28 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
RSUD Arifin Achmad Hadapi Krisis Keuangan, Pending BPJS Capai Rp59 Miliar
Sabtu 08 Maret 2025, 18:03 WIB

RSUD Arifin Achmad Hadapi Krisis Keuangan, Pending BPJS Capai Rp59 Miliar

PEKANBARU. RIAUMADANI. COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad mengalami kendala keuangan serius akibat pending pembayaran dari BPJS Kesehatan yang mencapai Rp59 miliar pada akhir 2024. Direktur RSUD Arifin Achmad, drg. Wan Fajriatul Mamnunah, mengungkapkan kondisi ini saat menerima kunjungan kerja Gubernur Riau, Rabu (5/3/2025).

"Kami mengalami kesulitan keuangan karena pending BPJS yang cukup besar. Pada akhir 2024, nilainya mencapai Rp59 miliar," ujar Wan Fajriatul.

Ia menjelaskan bahwa tren pending BPJS ini tidak hanya terjadi di RSUD Arifin Achmad, tetapi juga di rumah sakit lain di Riau. Namun, karena jumlah pasien BPJS di RSUD Arifin Achmad mencapai 97%, dampaknya terhadap cash flow rumah sakit menjadi lebih signifikan.

"Mayoritas pasien kami adalah peserta BPJS dengan kasus-kasus berat. Hal ini membuat rumah sakit terus mengalami defisit. Kami berupaya meningkatkan pelayanan non-BPJS agar ada tambahan pemasukan operasional," tambahnya.

Selain itu, kerusakan alat-alat medis canggih seperti MRI dan Cathlab juga menjadi tantangan yang memengaruhi pelayanan serta pendapatan rumah sakit.

"Kerusakan alat ini berdampak langsung pada layanan pasien dan pendapatan rumah sakit," ujarnya.

Krisis keuangan ini juga menyebabkan keterlambatan pembayaran utang ke perusahaan farmasi, yang berujung pada kekosongan obat di rumah sakit.

"Kekurangan obat menjadi salah satu keluhan utama pasien. Kami berusaha mengatasi masalah ini, tetapi keterbatasan cash flow membuatnya cukup sulit," tutupnya. ***

 




Editor : Tis
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top