Rabu, 28 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
Hukum
KAMAKSI: Kotak Pandora Hasyim Asy'ari Pintu Menguak Dugaan Korupsi KPU
Kamis 12 September 2024, 16:29 WIB

KAMAKSI: Kotak Pandora Hasyim Asy'ari Pintu Menguak Dugaan Korupsi KPU


RIAUMADANI. COM. JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari dilaporkan terlibat dalam penyalahgunaan dana negara untuk kepentingan pribadi, termasuk dugaan tindakan asusila seperti yang dialami Cindra Aditi.

Tidak hanya itu, dana tersebut juga diduga digunakan untuk menyewa apartemen yang digunakan untuk aktivitas tak terpuji.

"Kami sebagai rakyat tidak terima dana pajak digunakan untuk tindakan asusila. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk membuka kembali kasus ini," ungkap Joko Priyoski Koordinator Nasional Kaukus Eksponen Aktivis 98 (KEA '98) dalam keterangannya kepada media, pada Rabu (11/9/2024).

Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia, juga mengaku terkejut dengan laporan penggunaan anggaran Pemilu 2024 yang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti sewa jet pribadi serta rumah dinas dan apartemen.

Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2024), politikus Partai Golkar itu mengatakan, "Saya tidak menduga bahwa laporan ini benar dan penggunaan APBN diakui untuk hal-hal tersebut."

Komisi II DPR turut menyoroti penggunaan anggaran Pemilu 2024 dalam Rapat Dengar Pendapat dengan KPU.

Selain jet pribadi, Doli juga mempertanyakan pengeluaran sekitar Rp10 miliar untuk produksi dua film Pemilu, yaitu "Kejarlah Janji" dan "tepati lah Janji".

"Coba jelaskan latar belakang pembuatan film ini serta hasil yang dicapai," ujarnya.

Joko Priyoski yang juga menjabat Ketua Umum Kuakus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) mengatakan, penjelasan diperlukan untuk mengetahui efek sosialisasi dari penayangan film tersebut dan apakah berhasil mencapai target penonton yang diinginkan.

"Kami mendukung sikap kritis Komisi II DPR dan kami juga akan mendorong KPK untuk segera memeriksa mantan Ketua KPU Hasyim Asy'ari. Bahkan jika ada indikasi anggota KPU yang diduga terlibat juga harus segera diperiksa", tegas Joko.




Editor : TIS
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top