Selasa, 25 Juni 2024

Breaking News

  • PABPDSI Kabupaten Bengkalis Gelar Audiensi Dengan Bupati Kasmarni   ●   
  • Hak Jawab Atas Pemberitaan Dugaan Kejahatan Pabrik PT. PHI   ●   
  • Humas PT PHI Bantah Adanya Pembagian Amplop Kepada Wartawan   ●   
  • Mahasiswa Rangsang Pesisir, Rangsang Barat dan Masyarakat Audensi Bersama PLN Selatpanjang   ●   
  • Wabup Husni Merza; Dengan Jalan Santai Sehatkan Badan dan Terjaga Silahturahmi Bersama   ●   
Jalan Poros Tiga Desa Rusak, Warga Resah Aktivitas Truk Cangkang Over Kapasitas
Kamis 07 September 2023, 09:59 WIB

Jalan Poros Tiga Desa Rusak, Warga Resah Aktivitas Truk Cangkang Over Kapasitas


RIAU MADANI. COM. SIAK,
Sungai Apit - Aktivitas Truk muatan limbah kelapa sawit (Cangkang-red) di Industri Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit meresahkan masyarakat.

Karena dengan adanya aktivitas truk bermuatan cangkang kelapa sawit ini membuat sejumlah ruas jalan menuju pemukiman warga tiga desa mengalami rusak parah atau berlubang.

Kerusakan sejumlah ruas jalan Industri Buton menuju desa Sungai Rawa, Desa Rawa Mekar Jaya dan Desa Penyengat itu kuat dugaan disebabkan truk pengakut Cakang yang bermuatan over kapasitas. Selain kerusakan jalan warga juga mengeluhkan truk-truk parkir memakan bahu jalan saat melakukan aktivitas loading Cakang.

"Kami sangat merasa terganggu dengan aktivitas truk-truk pengangkut cangkang ini, diduga akibat berlebihan muatan ini sejumlah ruas jalan kami menjadi rusak," kata Sutarno ketua BAPEKAM Kampung Rawa Mekar Jaya, Selasa (5/9/2023).

Keresahan masyarakat ini bukan tidak mendasar, dimana ruas jalan simpang Pelabuhan Tanjung menuju tiga Desa itu dibangun pemerintah menggunakan APBD guna mempermudahkan akses atau mobilisasi masyarakat, bukan untuk kepentingan perusahaan cakang yg melebihi kapasitas.

Disambung, Sutarno, masyarakat tinggal di desa-desa jauh lama sebelum adanya perusahaan cakang kelapa sawit. Namun, katanya, ketika aktivitas perusahaan cangkang di Industri Tanjung Buton ini beroperasi, kenapa masyarakat yang mendapatkan musibah sehingga tidak bisa menikmati jalan yang layak.

"Jadi masyarakat disini jadi bertanya-tanya, jalan ini dibangun menggunakan anggaran pemerintah kabupaten bukan jalan nasional. Karena kami yang merasakan betapa susahnya akses jalan yang rusak akibat kendaraan truk cakang," tegasnya.

Ia menuturkan, masyarakat tidak menghalangi atau menghambat aktivitas perusahaan cakang. Namun, perusahan juga bisa mengatur volume muatan truk cakang kelapa sawit sesuai kapasitas jalan agar jalan-jalan tidak mengalami kerusakan, sehingga masyarakat tidak dirugikan.

"Muatan truk-truk cakang ini hampir 30-40 ton, mana kuat jalan ini, kalau lah pemerintah mementingkan investasi seharusnya pemerintah mengatur kekuatan jalan, atau mengatur volume muatan truk, jangan sampai menyusahkan masyarakat," ucapnya.

Selain kelebihan over kapasitas, Sutarno juga mengeluhkan parkir truk-truk yang memakan bahu jalan saat melakukan aktivitas loading cangkang kelapa sawit, sehingga membuat jalan menjadi sempit. Tak hanya itu, tidak ada satupun petugas dari Dinas Perhubungan atau dari perusahaan mengatur lalu lintas kendaraan.

"Tak pernah saya melihat petugas baik dari pemerintah maupun dari perusahaan mengatur lalu lintas jalan. Jalan ini bukan hanya untuk perusahaan, kan ini untuk masyarakat, kan kami bayar pajak untuk pembangunan jalan ini," pungkasnya.
Atas kerusakan jalan ini, sejumlah masyarakat pun menyampaikan langsung keluhan tersebut ke Ketua DPRD Kabupaten Siak guna untuk menyampaikan ke pemerintah daerah dan pihak terkait.

"Kami berharap ketua DPRD Kabupaten Siak merespon keluhan ini, karena jalan ini satu-satunya akses masyarakat," harapnya.

Sementara itu, secara terpisah ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan mengaku bahwa dirinya menerima keluhan masyarakat adanya kerusakan sejumlah ruas jalan Industri Tanjung Buton yang diduga disebabkan kendaraan over kapasitas.

"Benar ada masyarakat menyampaikan keluhan itu kepada saya, sebagai penyambung lidah masyarakat, saya menindaklanjuti keluhan itu ke pemerintah," sebutnya.

Politikus Partai Pohon Beringin ini juga menyayangkan kurangnya pengawasan pemerintah terhadap kondisi ruas jalan Industri Tanjung Buton yang tidak layak dilalui kendaraan over kapasitas.

"Ruas jalan Industri Buton ini tentunya ada batasan kekuatannya, semestinya pemerintah tidak lalai melakukan pengawasan agar kepentingan masyarakat jangan sampai dirugikan, ini kan seolah-olah ada pembiaran," tegasnya.

Menurut Indra Gunawan, semestinya dengan adanya investasi di Industri Tanjung Buton ini, pemerintah proaktif melakukan pengawasan agar pengguna jalan patuh dan bisa menyesuaikan bobot kendaraannya, sehingga aktivitas perusahaan dan masyarakat berjalan dengan baik.

"Kita mendukung investasi, namun pelaku usaha juga hendaknya juga patuh terhadap ketentuan penggunaan jalan, jangan sampai merugikan penggunaan jalan lainnya,"

Pria akrab disapa Ngah Ige ini menegaskan, bahwa pihaknya segera membentuk TIM turun langsung melakukan pengawasan, jika pemerintah lambat merespon kondisi yang dialami masyarakat cakap ketua Golkar siak.
( Gunawan. s)




Editor : Tis
Kategori : Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi riaumadain.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top