Karhutla
Bupati Rokan Hilir H Suyatno dan Kapolres AKBP Subiantoro, meninjau kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Rokan Hillir.
Bupati dan Kapolres Rohil Tinjau Karhutla
Jumat 26 Juni 2015, 07:58 WIB
Bupati Rokan Hilir H Suyatno dan Kapolres AKBP Subiantoro, meninjau kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Rokan Hillir.
BAGAN SIAPIAPI. Riaumadani. com - Bupati Rokan Hilir H Suyatno dan Kapolres AKBP Subiantoro, meninjau kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Rokan Hillir. Didapati beberapa titik api dengan luasan lahan terbakar mencapai puluhan hektare.
Peninjauan dilakukan Kamis [25/6/2015], kawasan pertama didapati kebakaran hutan dan lahan [karhutla] di Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir Kecamatan Pasir Limau Kapas. Di tempat ini, ada lahan yang baru saja ditumbang, berkemungkinan sengaja dibakar, lalu merambat ke kebun kelapa sawit sekitar lokasi.
Berdasarkan komunikasi tiga arah, Bupati Suyatno, Kapolres AKBP Subiantoro SH, SIK, Kadis Kehutanan, Rahmatul Zamri, di atas heli, Kapolres AKBP Subiantoro SH SIK menenggarai, kalau kawasan itu sengaja dibakar karea dilihat dari adanya lahan yang baru dibuka, merambat ke kebun kelapa sawit sekitarnya.
Bupati Suyatno sempat menyayangkan keadaan ini dan meminta pelaku karhutla ditangkap dan dihukum. Peninjauan dilanjutkan di atas Kecamatan Kubu. Di tempat ini, asap mulai berkurang, namun terlihat bekas lahan gambut yang terbakar cukup luas, mencapai puluhan hektare dan sudah menghitam.
Lokasi ketiga, paling luas terbakar terlihat di Dusun Danau Kobra Kepenghuluan Bangko Lestari, Kecamatan Bangko Pusako dan puluhan hektare sedang terbakar, asap mengepul dan mulai meluas.
Di udara juga terlihat asap mengepul kiriman dari Dumai, dan peninjauan itu tidak sampai ke arah sana, lalu kembali ke Bagansiapiapi. usai peninjauan, Bupati Suyatno melalui Kepala Dinas Kehutanan Rahmatul Zamri mengatakan, hasil peninjauan ditemui beberapa titik api, di Kubu ada tiga titik api, cuma kecil.
''Di Kubu tadi ada sekitar tiga titik, cuma kecil, ya, yang paling besar tadi di daerah Bangko Pusako, luasannya 20 ha ada tu, ada beberapa titik yang tersebar gitukan. Kalau lihat pantauan lapangan, banyak itu," katanya.
Melihat kondisi di lapangan, Rahmatul menyatakan perlu penanganan yang lebih intensif, butuh banyak personel. "Kita komunikasi dengan perusahaan, terutama PT RUJ, mereka sudah standby untuk membantu aparat di lapangan, Pak Camat, Kapolsek, Danramil, berbagai pihak sudah. Cuma mungkin, karena luasnya lokasi dan jumlah titik api tidak tercover," katanya.
Untuk lokasi kebakaran di Teluk Piyai Pesisir diakuinya memang ada kawasan yang baru dibuka lalu merambat ke kebun kelapa sawit ekitarnya. “Nampaknya lokasi yang terbakar ini daerah yang sudah ada kebun, sekitar kebun itu ada lokasi yang semak belukar, mungkin mereka menanam lagi, menebang kembali, dan memperluas itu. Karena ditiup angin, cuaca terlalu panas, sehingga mungkin tidak terkendali," sebutnya.
Peninjauan dilakukan menggunakan heliped bertuliskan Komala Sinarmas Forestry PK – KIC. [Adv/humas]
Peninjauan dilakukan Kamis [25/6/2015], kawasan pertama didapati kebakaran hutan dan lahan [karhutla] di Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir Kecamatan Pasir Limau Kapas. Di tempat ini, ada lahan yang baru saja ditumbang, berkemungkinan sengaja dibakar, lalu merambat ke kebun kelapa sawit sekitar lokasi.
Berdasarkan komunikasi tiga arah, Bupati Suyatno, Kapolres AKBP Subiantoro SH, SIK, Kadis Kehutanan, Rahmatul Zamri, di atas heli, Kapolres AKBP Subiantoro SH SIK menenggarai, kalau kawasan itu sengaja dibakar karea dilihat dari adanya lahan yang baru dibuka, merambat ke kebun kelapa sawit sekitarnya.
Bupati Suyatno sempat menyayangkan keadaan ini dan meminta pelaku karhutla ditangkap dan dihukum. Peninjauan dilanjutkan di atas Kecamatan Kubu. Di tempat ini, asap mulai berkurang, namun terlihat bekas lahan gambut yang terbakar cukup luas, mencapai puluhan hektare dan sudah menghitam.
Lokasi ketiga, paling luas terbakar terlihat di Dusun Danau Kobra Kepenghuluan Bangko Lestari, Kecamatan Bangko Pusako dan puluhan hektare sedang terbakar, asap mengepul dan mulai meluas.
Di udara juga terlihat asap mengepul kiriman dari Dumai, dan peninjauan itu tidak sampai ke arah sana, lalu kembali ke Bagansiapiapi. usai peninjauan, Bupati Suyatno melalui Kepala Dinas Kehutanan Rahmatul Zamri mengatakan, hasil peninjauan ditemui beberapa titik api, di Kubu ada tiga titik api, cuma kecil.
''Di Kubu tadi ada sekitar tiga titik, cuma kecil, ya, yang paling besar tadi di daerah Bangko Pusako, luasannya 20 ha ada tu, ada beberapa titik yang tersebar gitukan. Kalau lihat pantauan lapangan, banyak itu," katanya.
Melihat kondisi di lapangan, Rahmatul menyatakan perlu penanganan yang lebih intensif, butuh banyak personel. "Kita komunikasi dengan perusahaan, terutama PT RUJ, mereka sudah standby untuk membantu aparat di lapangan, Pak Camat, Kapolsek, Danramil, berbagai pihak sudah. Cuma mungkin, karena luasnya lokasi dan jumlah titik api tidak tercover," katanya.
Untuk lokasi kebakaran di Teluk Piyai Pesisir diakuinya memang ada kawasan yang baru dibuka lalu merambat ke kebun kelapa sawit ekitarnya. “Nampaknya lokasi yang terbakar ini daerah yang sudah ada kebun, sekitar kebun itu ada lokasi yang semak belukar, mungkin mereka menanam lagi, menebang kembali, dan memperluas itu. Karena ditiup angin, cuaca terlalu panas, sehingga mungkin tidak terkendali," sebutnya.
Peninjauan dilakukan menggunakan heliped bertuliskan Komala Sinarmas Forestry PK – KIC. [Adv/humas]
| Editor | : | TAM.HR |
| Kategori | : | Inhu |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham