Rabu, 22 Mei 2024

Breaking News

  • Satpol PP Siak Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat   ●   
  • AMAPEL Gelar Audensi Bersama PN Pasir Pengaraian Tentang Eksekusi Lahan PT. Torus Ganda   ●   
  • Kabupaten Siak Terima Mobil Pusling dan 25 Ribu Buku dari Perpustakaan Nasional RI   ●   
  • BRAVO TNI : TIM INTEL KOREM 031/WB TANGKAP 4 TERDUGA BANDIT NARKOBA DI INHU   ●   
  • 982 Indikasi Perjalanan Dinas Fiktif di 23 OPD Pemprov Riau Temuan BPK RI   ●   
Korban Gempa Magnitudo (M) 7,8
Korban Meninggal Gempa M 7,8 Tewas di Turki 9.057 Orang dan 2.992 di Suriah
Kamis 09 Februari 2023, 06:44 WIB

RIAU MADANI. COM, ANKARA - Korban meninggal akibat gempa magnitudo (M) 7,8 yang melanda Turki dan Suriah bertambah. Saat ini, tercatat lebih dari 12.000 orang meninggal akibat gempa yang melanda Turki dan Suriah.

Seperti dilansir AFP, Kamis (09/02/2023), korban meninggal akibat gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah meningkat di atas 12.000, saat tim penyelamat berlomba untuk menyelamatkan korban yang terjebak di bawah puing-puing dalam cuaca dingin.

Para pejabat dan petugas medis mengatakan 9.057 orang tewas di Turki dan 2.992 di Suriah dari gempa berkekuatan M 7,8 pada Senin (06/02/2023) lalu, sehingga total menjadi 12.049.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengakui ada kekurangan dari pemerintahannya usai diterpa gempa besar M 7,8. Dia mengakui tidak siap menghadapi gempa yang sampai saat ini telah menewaskan belasan ribu orang tersebut.

"Tentu saja, ada kekurangan. Kondisinya jelas terlihat. Tidak mungkin siap menghadapi bencana seperti ini," kata Erdogan seperti dilansir AFP, Rabu (08/02/2023).

Erdogan menanggapi langsung terkait tuduhan pemerintahannya gagal memasok penyelamat dalam jumlah yang cukup. Selain itu, Turki juga dikritik terkait bantuan untuk para korban gempa.

Sementara itu, warga negara Indonesia (WNI) bernama Nia Marlinda menjadi korban meninggal dunia dalam gempa magnitudo 7,8 Turki. Selain Nia, ada anak berusia satu tahun yang juga menjadi korban.

"Jadi yang meninggal di Kahraman Maras adalah satu ibu WNI dan satu orang anak usia satu tahun," ujar Dubes RI untuk Turki, Lalu M. Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/2), seperti yang dilansir dari detik.

"Karena aturannya kan anak di bawah 18 tahun otomatis boleh pegang paspor Indonesia. Jadi hitungannya 2 WNI yang meninggal dunia," lanjutnya. (*)




Editor : TIS
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi riaumadain.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top