Jumat, 30 September 2022

Breaking News

  • BPD Meskom Beri Apresiasi Kinerja Aparat Pemerintahan Desa   ●   
  • Bupati Kasmarni Hadiri Langsung Acara Pengarahan Presiden Joko widodo di Jakarta Convention Center   ●   
  • Polda Riau Musnahkan 243 Kg Sabu dan 405.527 Butir Ekstasi BB Hasil Kejahatan Narkoba   ●   
  • Rakor Forum TJSP Rohul Menyelaraskan dan Tepat Sasaran Dengan Program Pembangunan Pemkab Rohul   ●   
  • Kejari Kampar Musnahkan Barang Bukti dari 109 Perkara   ●   
KEGIATAN KKN UMRI
Sosialisasi Pengenalan dan Pemanfaatan Tanaman Apotek Hidup di Kampung Rawang Kao Barat
Selasa 20 September 2022, 17:39 WIB

SIAK - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata kelompok 61 Universitas Muhammadiyah Riau melakukan sosialisasi pengenalan dan pemanfaatan tanaman apotek hidup di Kampung Rawang Kao Barat, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak,

Senin ( 16 / 9/ 2022).

Pada sosialisasi ini Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata(KKN) kelompok 61 mengundang Penghulu, Kerani, Ketua PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), dan ibu – ibu KWT ( Kelompok Wanita Tani) kelompok Seroja Indah dan Kelompok Khairunnisa.

Indonesia kaya akan rempah – rempah dan tanaman apotek hidup yang memiliki banyak manfaat. Selain digunakan untuk bahan masakan, tanaman apotek hidup juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Seperti hal nya temulawak dan jahe merah yang memiliki manfaat untuk meningkatkan imun tubuh.

Tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa mitra tentang pemanfaatan pekarangan untuk tanaman apotek hidup dan berbagai khasiatnya serta untuk menambah pengetahuan tentang tata cara penanaman tanaman apotek hidup.
Kegiatan ini dimulai dari berkerja sama dengan KWT ( Kelompok Wanita Tani) Seroja Indah dan Khairunnisa, dengan memberikan 14 jenis bibit tanaman apotek hidup untuk ditanam di lahan masing – masing KWT.

Untuk jenis tanaman apotek hidup yang di tanam di lahan KWT ( Kelompok Wanita Tani) Seroja Indah dan Khairunnisa antara lain jahe, kunyit, serai, lengkuas,temulawak,lempuyang, kumis kucing, mahkota dewa,kencur, lidah buaya, jahe merah, kunyit putih, kunyit bolai, cocor bebek, sirih.Apotek hidup merupakan obat tradisional karena bersifat alami dan juga memiliki efek samping yang sedikit di banding dengan obat – obatan modern.

Masyarakat biasanya memanfaatkan obat tradisional atau herbal untuk mencegah, menyembuhkan, serta meningkatkan kesehatan ( harbie, 2015). Menurut Ningsih (2015) beralihnya masyarakat kepada obat tradisional karena harga lebih murah, bahan lebih mudah di dapatkan bila di tanam sendiri, dan umumnya satu tanaman memiliki efek farmakologi lebih dari satu sehingga bermanfaat untuk pengobatan penyakit degeneratfe dan metabolig.

Pada sesi akhir kegiatan sosialisasi pengenalan dan pemanfaatan tanaman apotek hidup dilakukan penyerahan sertifikat partisipan dari Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 61 kepada perwakilan KWT ( Kelompok Wanita Tani) Seroja Indah dan Khairunnisa.,

( Gunawan. s /rls)




Editor : Tis
Kategori : Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi riaumadain.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top