Plt Gubri Silaturrahmi dengan Masyarakat Riau di Jakarta
Plt Gubri hadiri forum silaturrahmi dengan masyarakat Riau di Jakarta, Minggu [10/5/2015].
Plt Gubri Hadiri Ajang Silaturrahmi Masyarakat Riau di Jakarta
Selasa 12 Mei 2015, 01:35 WIB
JAKARTA. Riaumadani. com - Plt. Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman optimis Visi Riau 2020 bakal terwujud sesuai harapan. Sebab, saat ini Riau sudah menjadi pusat pertumbuhan di Sumatera dan sudah diperhitungkan di tingkat Asia Tenggara.
Hal itu disampaikan Gubri dalam forum silaturrahmi dengan masyarakat Riau di Jakarta, Minggu [10/5/2015]. Dalam acara yang ditaja Badan Penghubung Provinsi Riau itu, Gubri memaparkan strategi pembangunan Riau ke depan. Hadir juga sebagai panelis anggota DPD RI H Abdul Gafar Usman dan Intsiawati Ayus serta mantan Ketua DPRD Riau drh Chaidir, MM. Sementara Kepala Badan Penghubung H Doni Aprialdi SH bertindak sebagai moderator.
Gubri menyebut bahwa Visi Riau 2020 merupakan kehendak segenap masyarakat Riau. Riau diharapkan pada 2020 mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan budaya Melayu di Asia Tenggara. "Saat ini semua sudah on the track. Kita sudah diperhitungkan di Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan ekonomi yang ada dan investasi yang masuk baik nasional maupun multinasional, kita sudah diperhitungkan. Pertumbuhan tenaga kerja juga luar biasa di Riau," urai pria yang akrab disapa Andi itu.
Dan yang lebih menggembirakan, saat ini Riau menjadi pusat pertumbuhan di Sumatera. Itulah sebabnya, Pemerintah Pusat dalam menjalankan berbagai program kerja selalu menjadikan Riau sebagai sentral utama untuk kawasan Sumatera. Sebut saja, misalnya pembangunan sumatera railway dipusatkan di Pekanbaru. Dari Pekanbaru akan diteruskan track-nya baik ke Sumbar, Sumut maupun Jambi. Begitu juga dengan tol Sumatera. Dipusatkan di Pekanbaru.
"Beberapa hari yang lalu saya juga sudah melihat langsung dimana PLN menempatkan teknologi yang canggih di Pekanbaru. Pusat pengaturan beban PLN ada di Pekanbaru. Nanti pusat energi listrik ada di Siak," ulasnya lagi.
Dari segi budaya, Gubri juga mengaku sedang berupaya keras agar Riau menjadi kiblat utama budaya Melayu di Asia Tenggara pada 2020. Selain terus menjaga nilai-nilai budaya Melayu, Gubri juga mengatakan akan membentuk Dinas Kebudayaan yang nanti tugasnya menjaga dan mengembangkan budaya Melayu Riau. "Saya sudah bicarakan ini dengan pihak DPRD Riau. Kita tidak ingin Budaya Melayu Riau terpolusi oleh yang lain," ungkapnya seraya menyebut contoh dimana di salah satu daerah, ada yang sudah menggunakan permen sebagai pengganti sirih saat melakukan tari persembahan. Tentu saja hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi di Riau, karena sudah keluar dari nilai-nilai Budaya Melayu.
Karena perkembangan Riau yang mengembirakan, masyarakat di luar Riau berbondong-bondong datang ke Riau, sehingga pertumbuhan penduduk di Riau menjadi cukup tinggi. Saat ini jumlah penduduk Riau sudah mencapai 6,2 juta jiwa. Untuk Pekanbaru saja sudah melewati angka 1,1 juta jiwa.
Agar masyarakat Riau tidak terpinggirkan, maka pembangunan sumber daya manusia menjadi sangat penting. Pembangunan SDM ini seiring dengan reformasi birokrasi yang sudah dan sedang dilakukan Pemprov Riau. Misalnya saja, belum lama ini Pemprov Riau menggelar asesmen [lelang terbuka] untuk pemilihan pejabat setingkat eselon II, yang nanti dilanjutkan untuk eselon III dan IV. Hal serupa, tegas Gubri, juga sudah dilakukan saat memilih Dirut Bank Riau Kepri. "Nanti untuk Dirut BUMD yang lain juga akan kita lakukan hal yang sama," tegas politisi Partai Golkar itu.
Pada kesempatan itu, Gubri juga menyebut bahwa APBD Riau saat ini tentu tidaklah cukup untuk membangun Riau. Apalagi DBH Migas yang selama ini diterima Riau terus menurun. Oleh karena itu, selain terus berupaya menggali potensi PAD, Pemprov Riau bersama seluruh kabupaten/kota juga harus bersinergi mengejar dana APBN. "Dengan bersinergi, pembangunan juga bisa lebih terarah," sebutnya.
Terkait soal pemerataan pembangunan, Gubri kembali menjelaskan strategi pembangunan yang sedang dijalankan Pemprov Riau, yakni dengan membagi wilayah Riau menjadi dua bagian, yakni Riau daratan dan Riau kepulauan. Selama ini, Riau kepulauan ternyata lebih tertinggal. Oleh karena itu, sudah disusun berbagai program pembangunan untuk itu. Antara lain dengan strategi merangkai pulau-pulau dengan pembangunan pelabuhan roro.
"Ini sudah masuk di APBN 2015. Jadi dari Kepulauan Meranti ke Bengkalis sudah ada roro. Buton ke Tebing Tinggi, Tebing Tinggi ke Pulau Rangsang. Buton ke Pulau Padang. Dari Pulau Padang ke Bengkalis. Begitu juga dari Pulau Rupat ke Dumai dan lainnya," ujar Gubri.
Pemprov, tegas Gubri, juga fokus membangun infrastruktur Pelabuhan Tanjung Buton dan Kuala Enok. Ini untuk mengurangi antrian di Pelabuhan Dumai yang demorage-nya sudah sampai seminggu. “Jadi Pelabuhan Buton di tengah, Kuala Enok di Selatan. Kalau untuk pembangunan Pelabuhan Dumai, kita bisa masuk dalam program poros maritim pemerintahan Jokowi-JK. Dianggarkan di APBN,” ungkapnya lagi.
Masyarakat Jangan Pecah Lagi
Saat bersilaturrahmi dengan masyarakat Riau, Gubri meminta agar tidak ada lagi riak-riak perpecahan di masyarakat asal Riau di Jakarta. Lebih baik, tegas Gubri, kita bersama-sama membangun Riau agar lebih maju dan sejahtera. "Saya berharap ke depan, tidak ada lagi yang bicara soal perpecahan," harapnya.
Di depan masyarakat asal Riau, Gubri juga menegaskan pentingnya memfungsikan Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta sebagaimana mestinya. "Anggap saja Badan Penghubung itu Kantor Gubernur Riau di Jakarta. Fungsikan sebagaimana mestinya agar masyarakat juga merasa memiliki," pintanya.
Gubri juga berjanji akan secara rutin mengadakan pertemuan dengan masyarakat Riau di Jakarta agar terjadi komunikasi yang baik. "Paling tidak sekali 6 bulan kita bertemu. Saya juga berharap nanti ada pertemuan di kediaman saya agar lebih akrab," harapnya.
Dalam pada itu, mantan Ketua DPRD Riau drh Chaidir memuji kepemimpinan Gubri Andi yang low profile. Namun Chaidir mengingatkan agar Pemprov Riau serius menyiapkan SDM Riau terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia [MEA]. "Kalau kita masih terpecah-pecah, tidak bersatu, kita akan sulit bersaing," sebut Chaidir.
Sementara anggota DPD RI Gafar Usman dan Intsiawati Ayus mengaku siap bersinergi dengan Pemprov Riau dalam memperjuangkan berbagai kepentingan dan aspirasi masyarakat Riau di tingkat pusat. "Tidak ada yang tidak bisa kalau kita bersatu dan bersinergi," tegas Gafar Usman.
Riau Menggetarkan Jakarta
Di sisi lain, saat menyampaikan kata sambutan, Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Doni Aprialdi mengatakan bahwa saat ini jumlah masyarakat Riau di Jakarta tidak kurang dari 10 ribu jiwa. Jumlah ini, tegasnya cukup besar. Kalau masyarakat Riau bersatu dan kompak memberikan kontribusi positif untuk pembangunan Riau, ini akan sangat besar pengaruhnya.
"Dengan jumlah yang begitu besar, jangankan menggetarkan Riau, bahkan menggetarkan Jakarta pun sebenarnya kita bisa asal kita bersatu-padu. Oleh karena itu ke depan, tak perlu ada lagi perpecahan. Tak ada gunanya," tegas mantan Karo Umum Setda Provinsi Riau itu. [Humas Pemprov]
Hal itu disampaikan Gubri dalam forum silaturrahmi dengan masyarakat Riau di Jakarta, Minggu [10/5/2015]. Dalam acara yang ditaja Badan Penghubung Provinsi Riau itu, Gubri memaparkan strategi pembangunan Riau ke depan. Hadir juga sebagai panelis anggota DPD RI H Abdul Gafar Usman dan Intsiawati Ayus serta mantan Ketua DPRD Riau drh Chaidir, MM. Sementara Kepala Badan Penghubung H Doni Aprialdi SH bertindak sebagai moderator.
Gubri menyebut bahwa Visi Riau 2020 merupakan kehendak segenap masyarakat Riau. Riau diharapkan pada 2020 mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan budaya Melayu di Asia Tenggara. "Saat ini semua sudah on the track. Kita sudah diperhitungkan di Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan ekonomi yang ada dan investasi yang masuk baik nasional maupun multinasional, kita sudah diperhitungkan. Pertumbuhan tenaga kerja juga luar biasa di Riau," urai pria yang akrab disapa Andi itu.
Dan yang lebih menggembirakan, saat ini Riau menjadi pusat pertumbuhan di Sumatera. Itulah sebabnya, Pemerintah Pusat dalam menjalankan berbagai program kerja selalu menjadikan Riau sebagai sentral utama untuk kawasan Sumatera. Sebut saja, misalnya pembangunan sumatera railway dipusatkan di Pekanbaru. Dari Pekanbaru akan diteruskan track-nya baik ke Sumbar, Sumut maupun Jambi. Begitu juga dengan tol Sumatera. Dipusatkan di Pekanbaru.
"Beberapa hari yang lalu saya juga sudah melihat langsung dimana PLN menempatkan teknologi yang canggih di Pekanbaru. Pusat pengaturan beban PLN ada di Pekanbaru. Nanti pusat energi listrik ada di Siak," ulasnya lagi.
Dari segi budaya, Gubri juga mengaku sedang berupaya keras agar Riau menjadi kiblat utama budaya Melayu di Asia Tenggara pada 2020. Selain terus menjaga nilai-nilai budaya Melayu, Gubri juga mengatakan akan membentuk Dinas Kebudayaan yang nanti tugasnya menjaga dan mengembangkan budaya Melayu Riau. "Saya sudah bicarakan ini dengan pihak DPRD Riau. Kita tidak ingin Budaya Melayu Riau terpolusi oleh yang lain," ungkapnya seraya menyebut contoh dimana di salah satu daerah, ada yang sudah menggunakan permen sebagai pengganti sirih saat melakukan tari persembahan. Tentu saja hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi di Riau, karena sudah keluar dari nilai-nilai Budaya Melayu.
Karena perkembangan Riau yang mengembirakan, masyarakat di luar Riau berbondong-bondong datang ke Riau, sehingga pertumbuhan penduduk di Riau menjadi cukup tinggi. Saat ini jumlah penduduk Riau sudah mencapai 6,2 juta jiwa. Untuk Pekanbaru saja sudah melewati angka 1,1 juta jiwa.
Agar masyarakat Riau tidak terpinggirkan, maka pembangunan sumber daya manusia menjadi sangat penting. Pembangunan SDM ini seiring dengan reformasi birokrasi yang sudah dan sedang dilakukan Pemprov Riau. Misalnya saja, belum lama ini Pemprov Riau menggelar asesmen [lelang terbuka] untuk pemilihan pejabat setingkat eselon II, yang nanti dilanjutkan untuk eselon III dan IV. Hal serupa, tegas Gubri, juga sudah dilakukan saat memilih Dirut Bank Riau Kepri. "Nanti untuk Dirut BUMD yang lain juga akan kita lakukan hal yang sama," tegas politisi Partai Golkar itu.
Pada kesempatan itu, Gubri juga menyebut bahwa APBD Riau saat ini tentu tidaklah cukup untuk membangun Riau. Apalagi DBH Migas yang selama ini diterima Riau terus menurun. Oleh karena itu, selain terus berupaya menggali potensi PAD, Pemprov Riau bersama seluruh kabupaten/kota juga harus bersinergi mengejar dana APBN. "Dengan bersinergi, pembangunan juga bisa lebih terarah," sebutnya.
Terkait soal pemerataan pembangunan, Gubri kembali menjelaskan strategi pembangunan yang sedang dijalankan Pemprov Riau, yakni dengan membagi wilayah Riau menjadi dua bagian, yakni Riau daratan dan Riau kepulauan. Selama ini, Riau kepulauan ternyata lebih tertinggal. Oleh karena itu, sudah disusun berbagai program pembangunan untuk itu. Antara lain dengan strategi merangkai pulau-pulau dengan pembangunan pelabuhan roro.
"Ini sudah masuk di APBN 2015. Jadi dari Kepulauan Meranti ke Bengkalis sudah ada roro. Buton ke Tebing Tinggi, Tebing Tinggi ke Pulau Rangsang. Buton ke Pulau Padang. Dari Pulau Padang ke Bengkalis. Begitu juga dari Pulau Rupat ke Dumai dan lainnya," ujar Gubri.
Pemprov, tegas Gubri, juga fokus membangun infrastruktur Pelabuhan Tanjung Buton dan Kuala Enok. Ini untuk mengurangi antrian di Pelabuhan Dumai yang demorage-nya sudah sampai seminggu. “Jadi Pelabuhan Buton di tengah, Kuala Enok di Selatan. Kalau untuk pembangunan Pelabuhan Dumai, kita bisa masuk dalam program poros maritim pemerintahan Jokowi-JK. Dianggarkan di APBN,” ungkapnya lagi.
Masyarakat Jangan Pecah Lagi
Saat bersilaturrahmi dengan masyarakat Riau, Gubri meminta agar tidak ada lagi riak-riak perpecahan di masyarakat asal Riau di Jakarta. Lebih baik, tegas Gubri, kita bersama-sama membangun Riau agar lebih maju dan sejahtera. "Saya berharap ke depan, tidak ada lagi yang bicara soal perpecahan," harapnya.
Di depan masyarakat asal Riau, Gubri juga menegaskan pentingnya memfungsikan Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta sebagaimana mestinya. "Anggap saja Badan Penghubung itu Kantor Gubernur Riau di Jakarta. Fungsikan sebagaimana mestinya agar masyarakat juga merasa memiliki," pintanya.
Gubri juga berjanji akan secara rutin mengadakan pertemuan dengan masyarakat Riau di Jakarta agar terjadi komunikasi yang baik. "Paling tidak sekali 6 bulan kita bertemu. Saya juga berharap nanti ada pertemuan di kediaman saya agar lebih akrab," harapnya.
Dalam pada itu, mantan Ketua DPRD Riau drh Chaidir memuji kepemimpinan Gubri Andi yang low profile. Namun Chaidir mengingatkan agar Pemprov Riau serius menyiapkan SDM Riau terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia [MEA]. "Kalau kita masih terpecah-pecah, tidak bersatu, kita akan sulit bersaing," sebut Chaidir.
Sementara anggota DPD RI Gafar Usman dan Intsiawati Ayus mengaku siap bersinergi dengan Pemprov Riau dalam memperjuangkan berbagai kepentingan dan aspirasi masyarakat Riau di tingkat pusat. "Tidak ada yang tidak bisa kalau kita bersatu dan bersinergi," tegas Gafar Usman.
Riau Menggetarkan Jakarta
Di sisi lain, saat menyampaikan kata sambutan, Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Doni Aprialdi mengatakan bahwa saat ini jumlah masyarakat Riau di Jakarta tidak kurang dari 10 ribu jiwa. Jumlah ini, tegasnya cukup besar. Kalau masyarakat Riau bersatu dan kompak memberikan kontribusi positif untuk pembangunan Riau, ini akan sangat besar pengaruhnya.
"Dengan jumlah yang begitu besar, jangankan menggetarkan Riau, bahkan menggetarkan Jakarta pun sebenarnya kita bisa asal kita bersatu-padu. Oleh karena itu ke depan, tak perlu ada lagi perpecahan. Tak ada gunanya," tegas mantan Karo Umum Setda Provinsi Riau itu. [Humas Pemprov]
| Editor | : | Humas pemko |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan