Sabtu, 25 Juni 2022

Breaking News

  • Ratusan Anggota PWI Riau Tolak Ikuti Prosesi Komperprov PWI Riau   ●   
  • *HARGA TBS ANJLOK, SETDA INHU UNDANG PETANI DAN APKASINDO*   ●   
  • Ketua LAK Yusri Apresiasi Program Restorative Justice yang Dilaksanakan Kejaksaan   ●   
  • Sidang Gugatan Dt. Syahril Abubakar Vs Dt. Marjohan Ditunda Dua Pekan Dikarenakan Tergugat Tak Hadir   ●   
  • *AKIBAT TIDAK BAYAR PINJAMAN, OPUNG BOLON ANIAYA SARIMA Br OPUSONGGU*   ●   
Hakim Vonis Edi Harisman 3 Tahun dan 6 Bulan Pejara, Jaksa Pikir - Pikir
Jumat 08 April 2022, 18:48 WIB

RIAUMADANI.COM  - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Pekanbaru vonis Edi Hatisman terdakwa Pj Kades Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara, Jumat (8/4/2022).


Hal ini disampaikan Kajari Kampar Arif Budiman melalui Kasi Intel Silfanus Rotua Simanullang, bahwa pada hari ini Hakim PN Tipikor Pekanbaru telah membacakan putusan terhadap Edi Harisman mantan Pj Mentulik dengan hukuman penjara 3 tahun dan 6 bulan penjara.

"Dalam amar putusannya Hakim menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam Pasal 3 jo Pasal 18  Undang - Undang  Nomor 20 tahun 2021 jo Undang - Undang Tipikor Nomor 31 tahun 1999," ujar Silfanus.

Selain Pidana penjara terdakwa juga dikenakan denda Rp. 100.000.000,- ( seratus juta rupiah) atau Subsider 3 bulan kurungan.

"Terdakwa juga dihukum dengan membayar Uang Pengganti sebesar Rp.,207.500.000,- (dua ratus tujuh juta limaratus ribu rupiah) Subsider 1 tahun dan 3 bulan penjar," sambungnya.

Atas putusan Hakim PN Tipikor Pekanbaru ini Jaksa Penuntut Umum mengambil sikap pikir - pikir untuk langkah hukum selanjutnya.

Yang mana sebelumnya dalam tuntutan  yang dibacakan JPU, Edi Harisman terbukti secara sah dan metakinkan tindak pidana "setiap orang yang secara nelawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang mana dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

"Terdakwa diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang - Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang - Undang RI Nomor 31 tahun 1999 ," tambah Silfanus.

JPU Kejari Kampar menuntut Edi Harisman dengan Pidana Penjara selama 5 tahun penjara.

Selain pidana penjara Edi Harisman juga dijatuhlan pidana denda sebesar Rp 200.000.000,- ( duaratus juta rupiah) dan jika terdakwa tidak nembayar maka terdakwa harus menjalani pidana kurungan selama 3 bulan.

Bukan hanya sampai disitu, Edi Harisman juga dituntut untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 207.500.000,- (duaratus tujuh juta limaratus ribu rupiah), jika dalam waktu satu bulan setelah adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita dan dilelang oleh Jaksa dan apabila terdakwa tidak mempunyai harta yang mencukupi  maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan.

Sidang ini dipimpin oleh Hakim Ketua : Yuli Arta Puja Yotama, S.H,M.H
Hakim Anggota : Yelmi, S.H.M.H dan Adrian hutagalung, S.H.M.H sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) K.Ario Utomo, S.H dan Haris Jasmana,S.H.

Perkara ini berawal pada tahun 2015 APBDes Desa Mentulik sebesar Rp. 1.123.911.536 yang di dalamnya terdapat  tambahan dana bantuan Provinsi (Bankeu) yang diperuntukkan untuk pembangunan fisik desa sebesar Rp. 500 Juta Rupiah.

Dana tersebut yang masuk ke rekening Desa Mantulik pada tanggal 28 Desember 2015 (berdasarkan rekening koran Giro periode 1/1/2015 - 31/12/2015.

Pada waktu itu, EH menjabat Pj Kades Mentulik sejak 15 Oktober 2015 sampai 26 Januari 2016 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kampar Nomor 141/BMPD/575 tentang Pengangkatan Penjabat Kepala Desa Mentulik Kecamatan Kampar kiri Hilir tanggal 15 Oktober 2015.

Dan Surat Keputusan Bupati Kampar Nomor 141/BMPD/76 tanggal 16 Januari 2016 tentang  mengaktifkan dan pengangkatan kembali.

Dana Bankeu tersebut dicairkan beberapa kali oleh Pj Kades Mentulik  EH pada tanggal 30 Desember 2015 sebesar Rp250 juta.

Pada tanggal 5 Januari 2016 sebesar Rp.52.500.00 juta, pada tanggal 26 Januari 2016 sebesar Rp. 50 juta, pada tanggal 1 Februari 2016 sebesar Rp.50 juta sebanyak dua kali penarikan tunai dengan cek masing-masing Rp. 25 juta.

Pada tanggal 15 Februari 2016 sebesar Rp. 40 juta, dana tersebut dikuasai Pj Kades untuk kepentingan pribadi.

(Man)





Editor : Tis
Kategori : Hukum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi riaumadain.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top