Rachmawati Soekarno Putri Serang Jokowi dan Megawati
Rachmawati Soekarnoputri
Rachmawati Soekarno Putri. KPK Tangkap Megawati
Minggu 12 April 2015, 12:04 WIB
Rachmawati Soekarnoputri
JAKARTA, Riaumadani. com - Putri mendiang Presiden Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri kaget dengan operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK)] terhadap kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan [PDIP] saat kongres di Bali.
"Saya terkejut KPK berani. Saya angkat topi untuk KPK," kata Rachma usai relaunching buku "Persahabatan Presiden Soekarno dan Presiden Korea Utara Kim Il Sung", di Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat [10/4/2015].
Namun, kakak kandung Megawati Soekarnoputri ini masih mencurigai motif di balik operasi tangkap tangan KPK terhadap kader PDIP itu. Dia menilai ada unsur pencitraan dan penutupan kasus di balik ini perstiwa itu. Sebab banyak kasus besar yang sebetulnya tinggal menunggu keberanian KPK untuk membongkarnya.
"Kalau mau ungkap kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Seret Megawati dong. Negara dirugikan Rp 134,8 triliun. Padahal, kasus itu sudah lama sekali, kasus itu lebih dulu dari kasus Bank Century yang belum juga belum terungkap. Ini yang buat saya curiga," kata Rachma.
Terlebih, kata Rachma, KPK berani melakukan operasi tangkap tangan [OTT], tapi tak berani bongkar perkara Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan.
"Apakah KPK berani melawan Bareskrim Polri. Jadi saya nilai OTT cuma kamuflase aja. Kalau untuk kasus seperti ini KPK nyalinya kecil," kata Rachma.
Dia menduga, Plt Ketua KPK Taufiqqurahman Ruki sudah dipolitisasi. Apalagi melihat kasus Komjen Budi Gunawan yang tidak kunjung menemui titik terang. Malah kasus tersebut cenderung akan diberhentikan atau SP3. Setelah itu BG santer dijadikan Wakapolri, yang nantinya juga tetap akan menjadi Kapolri."Ujar Rachma.**
"Saya terkejut KPK berani. Saya angkat topi untuk KPK," kata Rachma usai relaunching buku "Persahabatan Presiden Soekarno dan Presiden Korea Utara Kim Il Sung", di Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat [10/4/2015].
Namun, kakak kandung Megawati Soekarnoputri ini masih mencurigai motif di balik operasi tangkap tangan KPK terhadap kader PDIP itu. Dia menilai ada unsur pencitraan dan penutupan kasus di balik ini perstiwa itu. Sebab banyak kasus besar yang sebetulnya tinggal menunggu keberanian KPK untuk membongkarnya.
"Kalau mau ungkap kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Seret Megawati dong. Negara dirugikan Rp 134,8 triliun. Padahal, kasus itu sudah lama sekali, kasus itu lebih dulu dari kasus Bank Century yang belum juga belum terungkap. Ini yang buat saya curiga," kata Rachma.
Terlebih, kata Rachma, KPK berani melakukan operasi tangkap tangan [OTT], tapi tak berani bongkar perkara Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan.
"Apakah KPK berani melawan Bareskrim Polri. Jadi saya nilai OTT cuma kamuflase aja. Kalau untuk kasus seperti ini KPK nyalinya kecil," kata Rachma.
Dia menduga, Plt Ketua KPK Taufiqqurahman Ruki sudah dipolitisasi. Apalagi melihat kasus Komjen Budi Gunawan yang tidak kunjung menemui titik terang. Malah kasus tersebut cenderung akan diberhentikan atau SP3. Setelah itu BG santer dijadikan Wakapolri, yang nantinya juga tetap akan menjadi Kapolri."Ujar Rachma.**
| Editor | : | Sumber: Tribunnews.com |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham