Jaringan Narkotika Internasional
Tersangka dan Barang bukti yakni Sabu seberat 1 kg dan Ekstasi 490 butir.
Anak Mantan Ketua DPRD Dumai Diduga Ikut Jaringan Narkotika Internasional
Selasa 07 April 2015, 00:53 WIB
Tersangka dan Barang bukti yakni Sabu seberat 1 kg dan Ekstasi 490 butir.
DUMAI . Riaumadani. com - Satu tersangka jaringan narkotika internasional yang diamankan Polres Dumai, Kamis [2/4/2015] diduga merupakan anak mantan pejabat di Riau. Tersangka DN diduga merupakan anak anggota DPRD Provinsi Riau Periode 2009-2014. Tapi pihak Kepolisian Dumai belum bisa memastikannya.
"Kami tidak tahu soal itu. Tapi yang jelas tersangka merupakan warga Dumai. Kami tidak tahu dia anak pejabat atau bukan," terang Kasatreskrim Polres Dumai, AKP Bimo Ariyanto kepada Tribun, Senin [6/4/2015] siang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Dumai berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional. Polisi berhasil mengamankan dua tersangka yakni DA dan DN.
DN ditangkap karena diduga sebagai pemesan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram dan 490 butir pil ekstasi merk Ping Love. Barang haram tersebut diduga dipesannya dari bandar atau pemasok yang berada di Malaysia. Identitas DN terungkap, setelah Dar [24] yang terlebih dahulu diamankan petugas, mengaku bahwa narkoba itu merupakan pesanan dari DN.
Dalam ekspos yang digelar Polres Dumai, Senin [6/4/2015], Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Bimo Ariyanto menerangkan, sesuai aturan hukum yang berlaku, barang siapa yang secara sengaja memiliki narkoba bukan jenis tanaman dengan jumlah lebih dari lima gram, maka bisa dijerat dengan hukuman mati.
Dikatakan, DN diamankan aparat Polres Dumai saat berada di Hotel Wisata, Kamis [2/4/201] siang. Sebelumnya, petugas terlebih dahulu mengamankan Dar, karena diduga sebagai pemilik 1 kilogram sabu dan 490 butir pil ekstasi. Dar sendiri diamankan bersama barang bukti, ketika berada di salah satu pelabuhan kecil di kawasan hukum Polsek Medang Kampai.
"Kepada petugas, ia mengaku barang haram itu adalah milik DN, ketika itu ia menunggu kedatangan Dar di Hotel Wisata," terang Bimo.
Berdasarkan pengakuan Dar, Polisi bergerak cepat DN pun diamankan. Awalnya, ia tidak mengakui kalau barang haram itu adalah pesanannya yang dijemput Dar. Namun petugas tak kehilangan akal. Tes urine terhadap DN pun dilakukan. Hasilnya, ia potif mengonsumsi narkoba jenis ganja, sabu dan ekstasi. Buntutnya, ia pun diamankan ke Mapolres Dumai.
Ditambahkan Bimo, hingga saat ini DN masih bungkam dan tetap menolak barang haram itu adalah miliknya. Namun petugas akan tetap melakukan pengembangan. Apalagi sejauh ini Dar telah mengakui bahwa sabu dan ekstasi itu memang pesanan DN.
Mengenai asal usul barang haram itu, Bimo menduga pelaku memesan dari negara Malaysia. Hal itulah yang menimbulkan dugaan, bahwa keduanya diduga terlibat dalam jaringan pengedar narkoba internasional. Karena aksi mereka telah melibatkan pengedar dari negara lain.
Pihaknya menduga, narkoban itu akan diedarkan di wilayah Kota Dumai dan sekitarnya. Saat ini, pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti berupa sabu seberat 1 kilogram dan 490 butir pil ektasi, dua buku tabungan , 4 unit handpone berbagai merk, laptop dan satu unit mobil merk Xenia.
Buru Pendana
Selain itu, saat ini juga telah menetapkan tersangka lain, yakni Iy. Yang bersangkutan juga sudah masuk dalam dalam daftar pencarian orang [DPO Polres Dumai. Dalam jaringan ini, Iy diduga sebagai pendana untuk membeli narkoba dari negara tetangga.
"Dari penangkapan dua tersangka ini, kita kita menemukan dua buku tabungan yang berfungsi sebagai transaksi pendanaanya. Dari pengembangan sementara, rupanya ini memiliki jaringan lagi yang saat ini sedang kita buru. Iy sendiri adalah warga Dumai yang sudah lama menjadi pemain narkoba," tambahnya.
Sebelum mengakhiri ekspos, Kapolres Dumai AKBP Tonny Hermawan menekankan kepada seluruh anggotanya untuk menyikat siapa saja yang terlibat dalam peredaran narkoba ini. Sebab, narkoba ini bisa merusak generasi bangsa Indonesia dan mengancam kematian bagi pengonsumsinya.**
"Kami tidak tahu soal itu. Tapi yang jelas tersangka merupakan warga Dumai. Kami tidak tahu dia anak pejabat atau bukan," terang Kasatreskrim Polres Dumai, AKP Bimo Ariyanto kepada Tribun, Senin [6/4/2015] siang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Dumai berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional. Polisi berhasil mengamankan dua tersangka yakni DA dan DN.
DN ditangkap karena diduga sebagai pemesan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram dan 490 butir pil ekstasi merk Ping Love. Barang haram tersebut diduga dipesannya dari bandar atau pemasok yang berada di Malaysia. Identitas DN terungkap, setelah Dar [24] yang terlebih dahulu diamankan petugas, mengaku bahwa narkoba itu merupakan pesanan dari DN.
Dalam ekspos yang digelar Polres Dumai, Senin [6/4/2015], Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Bimo Ariyanto menerangkan, sesuai aturan hukum yang berlaku, barang siapa yang secara sengaja memiliki narkoba bukan jenis tanaman dengan jumlah lebih dari lima gram, maka bisa dijerat dengan hukuman mati.
Dikatakan, DN diamankan aparat Polres Dumai saat berada di Hotel Wisata, Kamis [2/4/201] siang. Sebelumnya, petugas terlebih dahulu mengamankan Dar, karena diduga sebagai pemilik 1 kilogram sabu dan 490 butir pil ekstasi. Dar sendiri diamankan bersama barang bukti, ketika berada di salah satu pelabuhan kecil di kawasan hukum Polsek Medang Kampai.
"Kepada petugas, ia mengaku barang haram itu adalah milik DN, ketika itu ia menunggu kedatangan Dar di Hotel Wisata," terang Bimo.
Berdasarkan pengakuan Dar, Polisi bergerak cepat DN pun diamankan. Awalnya, ia tidak mengakui kalau barang haram itu adalah pesanannya yang dijemput Dar. Namun petugas tak kehilangan akal. Tes urine terhadap DN pun dilakukan. Hasilnya, ia potif mengonsumsi narkoba jenis ganja, sabu dan ekstasi. Buntutnya, ia pun diamankan ke Mapolres Dumai.
Ditambahkan Bimo, hingga saat ini DN masih bungkam dan tetap menolak barang haram itu adalah miliknya. Namun petugas akan tetap melakukan pengembangan. Apalagi sejauh ini Dar telah mengakui bahwa sabu dan ekstasi itu memang pesanan DN.
Mengenai asal usul barang haram itu, Bimo menduga pelaku memesan dari negara Malaysia. Hal itulah yang menimbulkan dugaan, bahwa keduanya diduga terlibat dalam jaringan pengedar narkoba internasional. Karena aksi mereka telah melibatkan pengedar dari negara lain.
Pihaknya menduga, narkoban itu akan diedarkan di wilayah Kota Dumai dan sekitarnya. Saat ini, pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti berupa sabu seberat 1 kilogram dan 490 butir pil ektasi, dua buku tabungan , 4 unit handpone berbagai merk, laptop dan satu unit mobil merk Xenia.
Buru Pendana
Selain itu, saat ini juga telah menetapkan tersangka lain, yakni Iy. Yang bersangkutan juga sudah masuk dalam dalam daftar pencarian orang [DPO Polres Dumai. Dalam jaringan ini, Iy diduga sebagai pendana untuk membeli narkoba dari negara tetangga.
"Dari penangkapan dua tersangka ini, kita kita menemukan dua buku tabungan yang berfungsi sebagai transaksi pendanaanya. Dari pengembangan sementara, rupanya ini memiliki jaringan lagi yang saat ini sedang kita buru. Iy sendiri adalah warga Dumai yang sudah lama menjadi pemain narkoba," tambahnya.
Sebelum mengakhiri ekspos, Kapolres Dumai AKBP Tonny Hermawan menekankan kepada seluruh anggotanya untuk menyikat siapa saja yang terlibat dalam peredaran narkoba ini. Sebab, narkoba ini bisa merusak generasi bangsa Indonesia dan mengancam kematian bagi pengonsumsinya.**
| Editor | : | Khusri-TP |
| Kategori | : | Dumai |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Minggu 19 Juli 2026, 15:35 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan
Rabu 15 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gaungkan Semangat Kebersamaan Melalui Festival Rakyat 2026