Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
AS Oknum Pejabat Meranti Membantah: Kayu Lunas Kapal Bukan Pesanan Saya, Supri Orangnya Bodoh
Senin 05 Juli 2021, 13:22 WIB
Kayu Lunas Kapal yang memakan korban jiwa
RIAUMADANI. COM - Menanggapi atas tudingan yang ditujukan pada dirinya, AS salah satu pejabat tinggi dikalangan Pemkab Meranti membantah bahwa kayu olahan untuk kayu Lunas kapal yang diduga hasil dari pembalakan liar yang disita oleh pihak Kepolisian. atas perkara meninggal dunianya warga Sungai Tohor Barat yang terjadi pada Senin (21/06/2021) lalu.

Sebagaimana di beritakan sebelumnya, telah terjadi kecalakaan kerja sehingga mengakibatkan korban jiwa yaitu meninggalnya Boy ketika menaikan kayu lunas diatas gerobak bersama rekan lainnya untuk membawa kepelabuhan kempang lalu kayu tersebut membanting dan akhirnya menimpa Boy dan mengakibat kan Boy meninggal dunia.

Berdasarkan pengakuan Pengurus usaha Lunas Kapal Supri bahwa yang memesan Kayu Lunas Kapal tersebut adalah salah seorang oknum pejabat di Meranti dengan inisial AS

Sementara itu AS ketika dijumpai awak media ini Sabtu (03/07/2021), membantah bahwa kayu Lunas kapal tersebut adalah pesanannya, AS mengatakan bahwa ia hanya memberikan bantuan pinjaman modal berupa uang kepada Supri selaku pengurus dilapangan untuk menebang kayu untuk Lunas kapal diduga secara ilegal. 

"Kayu itu bukan pesanan saya, Sekitar delapan bulan yang lalu Supri pernah menawarkan kayu itu kepada saya namun saya tidak mau mengambil karena kayu Lunas tersebut tidak jelas," kata AS. 

"Karena Supri kita anggap sebagai keluarga, lalu saya membantu pinjaman uang kepadanya dengan jumlah Rp.1.500.000 untuk diberikan kepada pemilik kayu, kemudian dia menjumpai saya untuk meminjam uang lagi saya kasi Rp 2.000.000 guna mengeluarkan kayu untuk dibawa kepelabuhan," jelasnya.

Tidak hanya itu oknum pejabat berinisial AS selain memfasilitasi pinjaman uang tersebut dengan jumlah Rp.3.500.000,- kepada Supri untuk menebang kayu yang diduga secara Ilegal, AS juga mengatakan Supri orang Bodoh dan lugu sehingga didalam pemberitaan  dimedia tersebut berbeda dalam keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) pihak kepolisian.

"perkara ini sudah ditanggani oleh pihak kepolisian, saya juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan bersama Supri dan juga saksi-saksi lainnya, namun ucapan Supri dan saksi lainnya dalam BAP pihak kepolisian itu sama," ungkapnya.

Lanjut AS lagi," sampai Bobin selaku penyidik menjumpai saya dirumah, atas pemberitaan di media, dia sangat kesal atas keterangan yang disampaikan Supri, dengan BAP berberda. Supri itu orangnya bodoh dan lugu ,"pungkasnya AS. (Ijl)



Editor : Tis
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top