Kerusakan Hutan Alam di Kabupaten Kepulauan Meranti
Galangan kapal milik Aseng yang berlokasi ditanjung mayat Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti,
Tidak Tersentuh Hukum Galangan Kapal Milik Aseng meraja Rela, Hutan Alam Dijadikan Ajang Bisnisnya
Kamis 20 Mei 2021, 16:50 WIB
Galangan kapal milik Aseng yang berlokasi ditanjung mayat Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, RIAUMADANI.COM - Hutan alam merupakan hutan yang dilindungi oleh Pemerintah, agar tidak terjadi gemparan longsor disaat musim hujan melanda daerah tersebut.
Namun disayangkan di Kabupaten Kepulauan Meranti hutan alam dijadikan ajang bisnis oleh pengusaha galangan kapal kayu dikota Selatpanjang, bertujuan untuk meraihkan keuntungan pribadinya hampir ratusan juta.
Hal itu yang dilakukan salah satu tempat galangan kapal milik Aseng yang berlokasi di Tanjung mayat Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, sudah beberapa buah kapal yang telah dibuat dari hasil kayu olahan hutan alam yang mengakibatkan kerusakkan ekosistem hutan saat ini.
Ajang bisnis kayu alam yang dilakukan oleh pengusaha galangan kapal kayu sudah lama meraja rela dan sama sekali tidak tersentuh hukum, padahal hutan alam tersebut jelas dijadikan pemafaatan oleh pengusaha galangan kapal tersebut.
Menyikapi hal itu awak media mencoba melakukan konfirmasi melalui WA kepada kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Riau, Dr. Ir. Mamun Murod, Ia menjelaskan tim dari Dinas Kehutanan tersebut dalam waktu dekat akan melakukan patroli.
" Tim kita dalam waktu dekat akan melakukan patroli dan pengamanan," katanya Murod," Rabu (18/05/2021)
Tidak sampai disitu Kadis Kehutanan tersebut mengatakan dirinya juga pernah melakukan penindakan atas beroperasinya kayu olahan yang masuk digalangan kapal, namun tidak ada yang mengakui itu.
" Kemarin saya sudah melakukan tindakan dan barang bukti kita angkut namun tetap tidak ditemukan tersangka karena masyarakat tidak ada yang bersedia menjadi saksi seperti disungai Tohor," jelasnya Murod.
Parahnya lagi galangan kapal kayu milik Aseng diduga beroperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti tidak mengantongi izin dari pemerintah, bahkan tidak adanya rekomendasi dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tebingtinggi.
" staf-staf kami sudah menyampaikan hal itu kepada pengusaha galangan kapal, namun tidak ada jalan solusi karena dalam aturan lama emang tidak bisa dan tidak dibolehkan untuk mengatur, saat ini karena sekarang lagi menunggu aturan baru permen LHK insya Allah diterbitkan dalam waktu dekat ini sebagai penjabaran teknis dari PP 23 tahun 2021, Semoga di permen LHK yg baru ada solusi untuk sumber bahan baku galangan kapal," kata Sri Irianto selaku KPH pada Kamis (19/05/2021) melalui telepon selulernya.
" Bahkan Kami tidak ada memberikan Rekomendasi terkait beroperasi galangan yang ada dimeranti bahkan tim kita pun juga turun kelapangan tidak menemukan solusinya, jadi kita penah menyampaikan ke mereka bahwa kegiatan itu Ilegal seharusnya mereka harus mempunyai sumber bahan baku legal, dan harus jelas normatifnya," jelas Sri Irianto.
Tambahkan Dia lagi, jelas secara aturan emang tidak boleh, akan tetapi dengan tidak boleh itu, hal itu yang punya kewenangan adalah Gakkum (penegakan hukum)," pungkasnya.
Sementara itu awak media belum bisa meminta keterangan dari Pengusaha tersebut sehingga berita ini diterbitkan. (Ijl)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Meranti |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham