PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI RIAU
Ternyata Ada Perusahaan Besar di Riau Kuasai Lebih 1 Juta Hektar Perkebunan Kelapa Sawit di Riau
Minggu 11 April 2021, 23:25 WIB
RIAUMADANI. COM - Ternyata ada perusahaan besar di bidang
perkebunan di Provinsi Riau kuasai lebih 1 juta hektar perkebunan kelapa
sawit dari total perkebunan kelapa sawit di Riau seluas 2,594 juta
hektar.
Pemprov Riau mulai melakukan penertiban terhadap perizinan lahan perkebunan kelapa sawit di Riau , baik milik perusahaan besar di Riau maupun perkebunan kelapa sawit rakyat di Riau atau perkebunan milik perorangan, yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Riau .
Penjabat atau Pj Sekdaprov Riau Masrul Kasmy kepada Tribunpekanbaru.com pada Rabu (7/4/2021) menyebutkan, Pemprov Riau sudah meminta kepada seluruh perusahaan perkebunan di Riau termasuk perusahaan besar di Riau pemilik lahan perkebunan kelapa sawit di Riau , untuk kembali mengumpulkan data perizinan usaha perkebunan mereka, dalam rangka percepatan implementasi Kebijakan Satu Peta , sesuai dengan permintaan dari pemerintah pusat melalui KPK .
“Kita mendukung Kebijakan Satu Peta data perizinan perusahaan perkebunan di Riau .
Bahwa perizinan ini menyeluruh, termasuk peta.
Dari indentifikasi kita, perizinan itu ada tapi petanya tidak dilampirkan.
Kemudian ada juga yang belum masuk dalam luasan perizinan dan juga Izin Usaha Perkebunan (IUP),†katanya.
Masrul Kasmy mengungkapkan, pihaknya tidak akan puas hanya mendengarkan keterangan saja dari pihak perusahaan yang mengklaim semua perizinan nya sudah lengkap.
Namun semua harus dibuktikan dengan dokumen-dokumen yang sudah ditetapkan.
"Semua perusahaan perkebunan di Riau kita minta klarifikasinya, kalaupun data mereka lengkap minta mana buktinya.
Kita sudah menawarkan untuk menggunakan aplikasi melalui Dinas Perkebunan Riau , sehingga data seluruh perusahaan ada dalam aplikasi, dan bisa dilihat apa data yang masih kurang.
Adanya teknologi sekarang lebih mudah bagi perusahaan perkebunan di Riau mengetahuinya, perusahaan bisa melengkapi mana yang kurang ditambah,†kata Masrul.
Dijelaskan Masrul Kasmy, adanya aplikasi data perusahaan perkebunan di Riau lengkap dengan adminsitrasi perusahaan, mulai dari perizinan, luas lahan, dan dimana lokasinya, dapat memberikan kejelasan pemerintah dan dipertanggungjawabkan.
Termasuk perkebunan - perkebunan ilegal di Riau bisa diketahui, sehingga bisa dilaporkan dan ditertibkan perusahaan yang tidak berizin.
“Nah, inilah nanti yang akan kita jadikan sebagai data terpadu, dan sebagai janji kita kepada KPK .
Objek wilayah perkebunan ini menjadi salah satu wilayah KPK menertibkan terhadap perizinannya.
Untuk tahun ini diharapkan segera selesai.
Nah, nanti baru kita masukkan di dalam peta dan nampak,†ungkap mantan Pj Bupati Rohul ini.
Dari data statistik luas areal perkebunan di Riau tahun 2019, ada seluas 3,634 juta hektar.
Luas perkebunan kelapa sawit di Riau menduduki ranking paling atas dengan luas 2,594 juta hektar atau 71,4 %
Diikuti perkebunan karet di Riau seluas 519 ribu hektar atau 14,3%.
Total perkebunan kelapa di Riau seluas 432 ribu hektar atau 11,9 %.
Perkebunan sagu di Riau dan perkebunan kopi di Riau , perkebunan kakao di Riau dan perkebunan aneka tanaman produktif lainnya seluas 89 ribu hektar atau 2,4%.
Berdasarkan kepemilikan lahan, dari perkebunan kelapa sawit seluas 2,594 juta hektar tersebut, seluas 1,444 juta ha merupakan perkebunan kelapa sawit rakyat di Riau atau 55,7 %.
Perkebunan Besar Swasta seluas 1,047 juta hektar atau 40,4 % dan Perkebunan Besar Nasional dalam hal ini PTPN V seluas 102 ribu hektar atau 3,9 %.
Dari luas perkebunan kelapa sawit di Riau itu, yang diusahakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar total seluas 1,149 juta hektar.
Tercatat dijalankan oleh pemegang IUl sebanyak 266 unit perusahaan kebun dan 260an Pabrik Kelapa Sawit (PKS) , baik PKS terintegrasi dengan kebun maupun PKS tanpa kebun.
Rincian Harga CPO di Riau dan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Periode 7-13 April 2021
Rincian Harga CPO di Riau dan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Periode 7-13 April 2021 disampaikan Dinas Perkebunan Riau .
Harga CPO di Riau dan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau periode 7-13 April 2021 ini dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Mengenai Harga CPO di Riau dan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau periode 7-13 April 2021, khusus Harga TBS Kelapa Sawit di Riau kembali turun.
Penyebab turunnya Harga TBS Kelapa Sawit di Riau itu satu diantaranya adalah karena saham emiten kelapa sawit kembali melemah pada awal perdagangan sesi I Selasa (30/3/2021) pagi lalu.
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau yang mengalamai penurunan tertinggi periode 7-13 April 2021 dialami kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 120,23 per kilogramnya.
Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi mengatakan turunnya harga TBS untuk kelompok umur 10-20 tahun itu mencapai sekitar 5,09 persen dari pekan lalu.
"Atas turunnya itu Harga TBS Kelapa Sawit di Riau periode ini menjadi Rp 2.240,92per Kilogram (Kg).
Turunnya Harga TBS Kelapa Sawit di Riau periode ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," ujar Defris Hatmaja kepada Tribun, Selasa (6/4).
Faktor internal turunnya Harga TBS Kelapa Sawit di Riau periode ini jelas Defris, disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data Untuk harga jual CPO,
PT. PTPN V mengalami penurunan harga sebesar Rp 380,80/Kg,
PT. Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 580,30/Kg, P
T. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 176,00/Kg,
PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 361,56/Kg dari harga minggu lalu.
"Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 298,09/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp. 330,00/Kg, dari harga minggu lalu," ucap Defris.
Sementara dari faktor eksternal, turunnya harga TBS minggu ini tambah Defris, karena saham emiten kelapa sawit kembali melemah pada awal perdagangan sesi I Selasa (30/3/2021) pagi, di tengah penurunan kembali harga komoditas minyak kelapa sawit pada perdagangan Senin (29/3/2021) kemarin.
Harga CPO drop 1,9% dibanding posisi penutupan pekan lalu.
Kini harga minyak nabati unggulan Indonesia dan Malaysia ini dibanderol di RM 3.621/ton dan menjadi harga terendah dalam hampir satu bulan terakhir.
Kendati mengalami penurunan, harga minyak sawit diperkirakan masih berpeluang menguat.
Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau No.14 periode 07 s/d 13 April 2021.
Umur 3th (Rp 1.665,69);
Umur 4th (Rp 1.799,10);
Umur 5th (Rp 1.960,72);
Umur 6th (Rp 2.007,09);
Umur 7th (Rp 2.085,34);
Umur 8th (Rp 2.142,29);
Umur 9th (Rp 2.190,98);
Umur 10th-20th (Rp 2.240,92);
Umur 21th (Rp 2.148,76);
Umur 22th (Rp 2.138,33);
Umur 23 th (Rp 2.129,63);
Umur 24 th (Rp 2.042,69);
Umur 25 th (Rp 1.994,87);
Indeks K : 89,02%
Harga CPO Rp. 9.766,74
Harga Kernel Rp. 7.051,91 TURUN Rp 120,23 per Kg utk umur 10-20 th
Demikian Rincian Harga CPO di Riau dan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Periode 7-13 April 2021 dari Dinas Perkebunan Riau . (**)
Pemprov Riau mulai melakukan penertiban terhadap perizinan lahan perkebunan kelapa sawit di Riau , baik milik perusahaan besar di Riau maupun perkebunan kelapa sawit rakyat di Riau atau perkebunan milik perorangan, yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Riau .
Penjabat atau Pj Sekdaprov Riau Masrul Kasmy kepada Tribunpekanbaru.com pada Rabu (7/4/2021) menyebutkan, Pemprov Riau sudah meminta kepada seluruh perusahaan perkebunan di Riau termasuk perusahaan besar di Riau pemilik lahan perkebunan kelapa sawit di Riau , untuk kembali mengumpulkan data perizinan usaha perkebunan mereka, dalam rangka percepatan implementasi Kebijakan Satu Peta , sesuai dengan permintaan dari pemerintah pusat melalui KPK .
“Kita mendukung Kebijakan Satu Peta data perizinan perusahaan perkebunan di Riau .
Bahwa perizinan ini menyeluruh, termasuk peta.
Dari indentifikasi kita, perizinan itu ada tapi petanya tidak dilampirkan.
Kemudian ada juga yang belum masuk dalam luasan perizinan dan juga Izin Usaha Perkebunan (IUP),†katanya.
Masrul Kasmy mengungkapkan, pihaknya tidak akan puas hanya mendengarkan keterangan saja dari pihak perusahaan yang mengklaim semua perizinan nya sudah lengkap.
Namun semua harus dibuktikan dengan dokumen-dokumen yang sudah ditetapkan.
"Semua perusahaan perkebunan di Riau kita minta klarifikasinya, kalaupun data mereka lengkap minta mana buktinya.
Kita sudah menawarkan untuk menggunakan aplikasi melalui Dinas Perkebunan Riau , sehingga data seluruh perusahaan ada dalam aplikasi, dan bisa dilihat apa data yang masih kurang.
Adanya teknologi sekarang lebih mudah bagi perusahaan perkebunan di Riau mengetahuinya, perusahaan bisa melengkapi mana yang kurang ditambah,†kata Masrul.
Dijelaskan Masrul Kasmy, adanya aplikasi data perusahaan perkebunan di Riau lengkap dengan adminsitrasi perusahaan, mulai dari perizinan, luas lahan, dan dimana lokasinya, dapat memberikan kejelasan pemerintah dan dipertanggungjawabkan.
Termasuk perkebunan - perkebunan ilegal di Riau bisa diketahui, sehingga bisa dilaporkan dan ditertibkan perusahaan yang tidak berizin.
“Nah, inilah nanti yang akan kita jadikan sebagai data terpadu, dan sebagai janji kita kepada KPK .
Objek wilayah perkebunan ini menjadi salah satu wilayah KPK menertibkan terhadap perizinannya.
Untuk tahun ini diharapkan segera selesai.
Nah, nanti baru kita masukkan di dalam peta dan nampak,†ungkap mantan Pj Bupati Rohul ini.
Dari data statistik luas areal perkebunan di Riau tahun 2019, ada seluas 3,634 juta hektar.
Luas perkebunan kelapa sawit di Riau menduduki ranking paling atas dengan luas 2,594 juta hektar atau 71,4 %
Diikuti perkebunan karet di Riau seluas 519 ribu hektar atau 14,3%.
Total perkebunan kelapa di Riau seluas 432 ribu hektar atau 11,9 %.
Perkebunan sagu di Riau dan perkebunan kopi di Riau , perkebunan kakao di Riau dan perkebunan aneka tanaman produktif lainnya seluas 89 ribu hektar atau 2,4%.
Berdasarkan kepemilikan lahan, dari perkebunan kelapa sawit seluas 2,594 juta hektar tersebut, seluas 1,444 juta ha merupakan perkebunan kelapa sawit rakyat di Riau atau 55,7 %.
Perkebunan Besar Swasta seluas 1,047 juta hektar atau 40,4 % dan Perkebunan Besar Nasional dalam hal ini PTPN V seluas 102 ribu hektar atau 3,9 %.
Dari luas perkebunan kelapa sawit di Riau itu, yang diusahakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar total seluas 1,149 juta hektar.
Tercatat dijalankan oleh pemegang IUl sebanyak 266 unit perusahaan kebun dan 260an Pabrik Kelapa Sawit (PKS) , baik PKS terintegrasi dengan kebun maupun PKS tanpa kebun.
Rincian Harga CPO di Riau dan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Periode 7-13 April 2021
Rincian Harga CPO di Riau dan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Periode 7-13 April 2021 disampaikan Dinas Perkebunan Riau .
Harga CPO di Riau dan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau periode 7-13 April 2021 ini dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Mengenai Harga CPO di Riau dan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau periode 7-13 April 2021, khusus Harga TBS Kelapa Sawit di Riau kembali turun.
Penyebab turunnya Harga TBS Kelapa Sawit di Riau itu satu diantaranya adalah karena saham emiten kelapa sawit kembali melemah pada awal perdagangan sesi I Selasa (30/3/2021) pagi lalu.
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau yang mengalamai penurunan tertinggi periode 7-13 April 2021 dialami kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 120,23 per kilogramnya.
Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi mengatakan turunnya harga TBS untuk kelompok umur 10-20 tahun itu mencapai sekitar 5,09 persen dari pekan lalu.
"Atas turunnya itu Harga TBS Kelapa Sawit di Riau periode ini menjadi Rp 2.240,92per Kilogram (Kg).
Turunnya Harga TBS Kelapa Sawit di Riau periode ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," ujar Defris Hatmaja kepada Tribun, Selasa (6/4).
Faktor internal turunnya Harga TBS Kelapa Sawit di Riau periode ini jelas Defris, disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data Untuk harga jual CPO,
PT. PTPN V mengalami penurunan harga sebesar Rp 380,80/Kg,
PT. Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 580,30/Kg, P
T. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 176,00/Kg,
PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 361,56/Kg dari harga minggu lalu.
"Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 298,09/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp. 330,00/Kg, dari harga minggu lalu," ucap Defris.
Sementara dari faktor eksternal, turunnya harga TBS minggu ini tambah Defris, karena saham emiten kelapa sawit kembali melemah pada awal perdagangan sesi I Selasa (30/3/2021) pagi, di tengah penurunan kembali harga komoditas minyak kelapa sawit pada perdagangan Senin (29/3/2021) kemarin.
Harga CPO drop 1,9% dibanding posisi penutupan pekan lalu.
Kini harga minyak nabati unggulan Indonesia dan Malaysia ini dibanderol di RM 3.621/ton dan menjadi harga terendah dalam hampir satu bulan terakhir.
Kendati mengalami penurunan, harga minyak sawit diperkirakan masih berpeluang menguat.
Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau No.14 periode 07 s/d 13 April 2021.
Umur 3th (Rp 1.665,69);
Umur 4th (Rp 1.799,10);
Umur 5th (Rp 1.960,72);
Umur 6th (Rp 2.007,09);
Umur 7th (Rp 2.085,34);
Umur 8th (Rp 2.142,29);
Umur 9th (Rp 2.190,98);
Umur 10th-20th (Rp 2.240,92);
Umur 21th (Rp 2.148,76);
Umur 22th (Rp 2.138,33);
Umur 23 th (Rp 2.129,63);
Umur 24 th (Rp 2.042,69);
Umur 25 th (Rp 1.994,87);
Indeks K : 89,02%
Harga CPO Rp. 9.766,74
Harga Kernel Rp. 7.051,91 TURUN Rp 120,23 per Kg utk umur 10-20 th
Demikian Rincian Harga CPO di Riau dan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Periode 7-13 April 2021 dari Dinas Perkebunan Riau . (**)
| Editor | : | TIS |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan