Swasembada Pangan
PLT Gubri H Arsyadjuliandi Rachman menerima cenderamata dari Kepala BI Cabang Riau, Mahdi Muhammad.
Provinsi Riau Targetkan Produksi Swasembada Pangan
Selasa 24 Maret 2015, 02:19 WIB
PLT Gubri H Arsyadjuliandi Rachman menerima cenderamata dari Kepala BI Cabang Riau, Mahdi Muhammad.
PEKANBARU. Riaumadani. com - Untuk meningkatkan produksi bahan pangan, Bank Indonesia selain sebagai Bank central terus melakukan upaya peningkatan swasembada pangan di provinsi Riau. Upaya tersebut dibahas dalam acara Seminar Nasional Ekonomi Syariah, dengan tema Pengendalian Produksi, Distribusi dan Konsumsi Pangan Berbasis Syariah, menuju ketahanan dan stabilitas harga pangan yang stabil.
Hadir sebagai pembicara dalam seminar yang dibuka langsung oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Jumat [20/3/2015] di Ruang Serba Guna Bank Indonesia, Deputi Gubernur BI Dr Halim Alamsyah, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Jon Erizal dan Pengamat Ekonomi Muhaimin Iqbal. Tampak hadir Bupati Kampar H Jefri Noer, Bupati Meranti Irwan Nasir, Kepala OJK Riau M Nurdin Subandi, Walikota Pekanbaru H Firdaus MT, Rektor UIR Detri Karya, seluruh jajaran SKPD di Riau, pihak perbankan dan seluruh undangan.
Dikatakan Halim, pihaknya akan berupaya untuk mendorong perbankan syariah untuk menjangkau unit-unit usaha masyarakat, baik yang ada di perkotaan maupun di pelosok desa. Khususnya bagi usaha-usaha yang memiliki prospek untuk dilakukan pengembangan dan perspektif untuk didatangi.
"Perbankan syariah tidak perlu nunggu untuk didatang, kalau perlu jemput bola kepada usaha yang memang perspektif untuk dikembangkan. Riau sebagai salah satu provinsi yang siap untuk pengembangan tersebut. Apalagi ada kabupaten yang sudah memiliki usaha, bank syariah bahkan pasarnya,"papar Halim.
Keberadaan perbankan syariah selama ini, diakui Halim masih belum maksimal. Apalagi untuk pengembangan swasembada pangan ini tentunya perlu keberadaan lembaga keuangan ditengah masyarakat. Memang selama ini yang menjadi masalahan yakni selalu dihadapkan dengan kurangnya tenaga Sumber Daya Manusia [SDM]. Khususnya dalam program pembiayaan bagi usaha masyarakat. Kedepan diharapkan dengan adanya seminar ini, tidak hanya sebatas pembahasan saja. Tetapi bisa segera ada action ditengah masyarakat atas keberadaan bank syariah," harap Halim.
Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Jon Erizal menuturkan bahwa pihaknya sangat memberikan apresiasi terhadap program yang dicanangkan oleh BI. Karena dengan kondisi perekonomian mendatang, tentunya perlu dipersiapkan sejak dini. Apalagi terkait dengan ketersediaan swasembada pangan di Riau. Karena selama ini daya impor Riau terhadap bahan pangan masih cukup tinggi.
"Kita sangat mendukung dengan keberadaan bank syariah diharapkan bisa membantu masyarakat. Jadi dengan adanya program BI yang mengupayakan melakukan produksi bahkan distribusi bahan pangan tentunya ini sangat sinkron. Seperti dengan penanaman kurma, hydroponik dan produksi padi. Apalagi menurut kajian dengan memakan 3 buah kurma sudah sama dengan sepiring nasi," paparnya.
Jadi dengan adanya ketersediaan swasembada pangan, maka diyakini kedepan perekonomian Riau tidak akan berpengaruh terhadap goncangan perekonomian manapun jika Riau sudah mencukupinya.
Di tempat yang sama pula, Kepala BI Cabang Riau, Mahdi Muhammad juga menambahkan bahwa Seminar ini bertujuan untuk jangka pendek perlu adanya lembaga kajian ekonomi syariah. Karena di Indo masalah pangan adalah masalah utama, oleh sebab itu bagaimana masyarakat bisa mempersiapkan diri dan sebagai langkah awal bisa memproduksi kebutuhan pangan untuk jangka panjang.
Selain seminar, dalam acara tersebut BI melakukan penandatangan kerjasama dengan pemkab Pekanbaru dan UIR dalam program pengembangan kluster cabai merah. Serta kerja sama dengan pemkab Meranti dalam program ketahanan pangan kluster sagu.**
Hadir sebagai pembicara dalam seminar yang dibuka langsung oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Jumat [20/3/2015] di Ruang Serba Guna Bank Indonesia, Deputi Gubernur BI Dr Halim Alamsyah, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Jon Erizal dan Pengamat Ekonomi Muhaimin Iqbal. Tampak hadir Bupati Kampar H Jefri Noer, Bupati Meranti Irwan Nasir, Kepala OJK Riau M Nurdin Subandi, Walikota Pekanbaru H Firdaus MT, Rektor UIR Detri Karya, seluruh jajaran SKPD di Riau, pihak perbankan dan seluruh undangan.
Dikatakan Halim, pihaknya akan berupaya untuk mendorong perbankan syariah untuk menjangkau unit-unit usaha masyarakat, baik yang ada di perkotaan maupun di pelosok desa. Khususnya bagi usaha-usaha yang memiliki prospek untuk dilakukan pengembangan dan perspektif untuk didatangi.
"Perbankan syariah tidak perlu nunggu untuk didatang, kalau perlu jemput bola kepada usaha yang memang perspektif untuk dikembangkan. Riau sebagai salah satu provinsi yang siap untuk pengembangan tersebut. Apalagi ada kabupaten yang sudah memiliki usaha, bank syariah bahkan pasarnya,"papar Halim.
Keberadaan perbankan syariah selama ini, diakui Halim masih belum maksimal. Apalagi untuk pengembangan swasembada pangan ini tentunya perlu keberadaan lembaga keuangan ditengah masyarakat. Memang selama ini yang menjadi masalahan yakni selalu dihadapkan dengan kurangnya tenaga Sumber Daya Manusia [SDM]. Khususnya dalam program pembiayaan bagi usaha masyarakat. Kedepan diharapkan dengan adanya seminar ini, tidak hanya sebatas pembahasan saja. Tetapi bisa segera ada action ditengah masyarakat atas keberadaan bank syariah," harap Halim.
Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Jon Erizal menuturkan bahwa pihaknya sangat memberikan apresiasi terhadap program yang dicanangkan oleh BI. Karena dengan kondisi perekonomian mendatang, tentunya perlu dipersiapkan sejak dini. Apalagi terkait dengan ketersediaan swasembada pangan di Riau. Karena selama ini daya impor Riau terhadap bahan pangan masih cukup tinggi.
"Kita sangat mendukung dengan keberadaan bank syariah diharapkan bisa membantu masyarakat. Jadi dengan adanya program BI yang mengupayakan melakukan produksi bahkan distribusi bahan pangan tentunya ini sangat sinkron. Seperti dengan penanaman kurma, hydroponik dan produksi padi. Apalagi menurut kajian dengan memakan 3 buah kurma sudah sama dengan sepiring nasi," paparnya.
Jadi dengan adanya ketersediaan swasembada pangan, maka diyakini kedepan perekonomian Riau tidak akan berpengaruh terhadap goncangan perekonomian manapun jika Riau sudah mencukupinya.
Di tempat yang sama pula, Kepala BI Cabang Riau, Mahdi Muhammad juga menambahkan bahwa Seminar ini bertujuan untuk jangka pendek perlu adanya lembaga kajian ekonomi syariah. Karena di Indo masalah pangan adalah masalah utama, oleh sebab itu bagaimana masyarakat bisa mempersiapkan diri dan sebagai langkah awal bisa memproduksi kebutuhan pangan untuk jangka panjang.
Selain seminar, dalam acara tersebut BI melakukan penandatangan kerjasama dengan pemkab Pekanbaru dan UIR dalam program pengembangan kluster cabai merah. Serta kerja sama dengan pemkab Meranti dalam program ketahanan pangan kluster sagu.**
| Editor | : | TAM.HR |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan