Nelayan Resah, Ratusan Kayu Akasia Diduga Milik PT RAPP Berserakan Mengapung Diperairan Meranti
Minggu 21 Maret 2021, 05:56 WIB
RIAUMADANI. COM - Sejumlah Para nelayan diperairan Desa Tanjung Kulim dan Desa Mengkikip juga disekitarnya, diresahkan akibat banyak kayu hanyut berserakan Diperairan wilayah Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Sabtu (20/03/2021).
Menurut Informasi yang dihimpun media ini, kayu-kayu hanyut yang mengapung diperairan beberapa desa itu, berupa kayu akasia olahan yang diduga berasal dari milik PT RAPP yang beroprasi dan beraktivitas di sekitar wilayah perairan tersebut, sehingga hal ini berdampaknya kepada ekonomi masyarakat sehingga masyarakat nelayan tidak bisa melakukan aktifitas dalam mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari nya.
Ketua Umum Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) Jefrizal mengatakan, beroperasinya kapal yang diduga milik PT RAPP tersebut sesuai dengan pemberitauhan para nelayan yang berada dilapangan saat itu, kayu yang mengapung diperairan tersebut lebih dari ratusan batang kayu jenis Akasia berserakan dan hanyut diperairan itu.
" Kayu yang berserakan dikatakan nelayan tersebut, kayu akasia yang diduga berasal dari kapal tongkang angkutan kayu akasia yang berjatuhan saat beraktivitas di wilayah itu, dan disana juga dapat kita lihat ada lebih kurang 10 buah kapal tongkang bermuatan penuh kayu akasia yang diduga milik PT RAPP bersandar disepanjang perairan didesa mengkikip, mengakibatkan para nelayan merasa susah dan terganggu dalam berkerja menangkap ikan," kata jefrizal kepada media ini, Minggu (21/03/2021).
Tidak hanya itu menurut Jefrizal, dirinya sanggat berharap kepada pihak perusahaan untuk mengambil sikap dan mengatasi ini dan sedikit untuk mengerti penderitaan kesusahan masyarakat khususnya para nelayan yang bergantung hidup di wilayah perairan ini yang di rugikan. dan jangan menunjukan seolah olah perusahan ini kebal hukum. Dan ia juga meminta kepada KSOP diwilayah bersangkutan untuk bertindak.
" Operasi Perusahaan RAPP membawa kayu itu jangan terkesan, masyarakat meranti hanya menjadi korban ketidak nyaman mencari nafkah melalui profesi nelayan, sedang pengolahan dan Produksinya di wilayah yang beda yang akhir daerah meranti tidak dapat apa2 selain dari hanya jalur lintasan perairan dan tumpukan tumpahan kayu," jelasnya lagi.
" kita minta kepada PT RAPP perhatikan nasip Nelayan dan jangan mau untung sendiri yang akhirnya masyarakat berdampak buruk dalam mencari nafkah, Itu banyak jaring nelayan sobek2 harus diselesaikan dan jangan hanya Flow up dari atas saja tanpa turun ke lapangan atas persoalan yang terjadi," tegasnya putra asal meranti itu.
Dengan momen ini ia juga meminta PT RAPP selesaikan ganti rugi lahan masyarakat yang sampai hari ini tidak pernah selesai, serta banyak kebun2 masyarakat juga digarap dengan cara beransur-ansur. Kemudian masalah lapangan pekerjaan. Itu sejak didirikan sampai sekarang masih di dominasi tenaga luar dan tidak jelas persentase masyarakat pribumi mendapatkan pekerjaan diperusahaan itu,tutupnya.
Kepala kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti dikonfirmasi media ini, Sabtu 20/03/2021 melalui Kasi Keselamatan Pelayaran, Sugarto, S.Sos terkait izin Surat Persetujuan Berlayar (SPB) Port Clearance kapal tongkang atau ponton bermuatan kayu yang bersandar diwilayah perairan di meranti itu menegaskan bahwa pihaknya tidak ada menerima pemberitahuan dan tidak ada menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar Port Clearance diwilayah tersebut.
"Untuk KSOP Meranti tidak ada menerima pemberitahuan dan tidak ada mengeluarkan SPB Port Clearance disana, terimakasih atas informasinya dan nanti kita coba pantau," katanya
Sementara itu menyangkut hal tersebut sayangnya pihak PT RAPP belum bisa dimintai keterangan hingga berita ini diterbitkan.(**)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Meranti |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan