OPINI
Sonaatulo Halawa
Manjanya Jadi Wartawan Masa Kini
Minggu 28 Februari 2021, 09:46 WIB
Sonaatulo HalawaOleh Sonaatulo Halawa wartawan:
RIAUMADANI.COM - Tumbuh kembangnya media massa dimasa kini terutama media online, jumlah wartawan selaku pemburu informasi yang notabene bekerja mencari dan membuat berita untuk dipublis, mendadak terus semakin ramai drastis. Sehingga nyaris tidak dapat dibedakan mana yang masyarakat biasa dan mana yang wartawan.
Sulitnya membedakan antara wartawan dengan masyarakat biasa, disebabkan jumlah wartawan yang bertaburan dimana-mana. Dikota-kota sampai dipelosok desa, manusia yang telah mengantongi kartu tanda anggota (KTA) wartawan sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Bayangkan, para kuli bangunan, para buruh kasar maupun karyawan perusahaan, terlebih-lebih pengusaha, bahkan oknum aparatur sipil negara juga, ada yang mengantongi KTA wartawan saat ini. Makanya jangan kaget bila seseorang datang mengaku sebagai seorang wartawan karena sudah memiliki KTA, meskipun diantaranya ada yang tidak bisa baca dan nulis.
Jadi dengan canggihnya teknologi di zaman sekarang, pekerjaan wartawan begitu sangat gampang. Misalnya jika pimpinan redaksi meminta berita kepada wartawannya dari lapangan, wartawan yang bersangkutan tinggal meminta rilis berita dan fhoto dari rekan wartawan lainnnya, atau tinggal copy paste berita yang sudah naik di media lain terutama di media online, lalu share ke redaksi untuk dimuat di medianya. Gampang kan jadi wartawan zaman sekarang?
Sehingga zaman sekarang wartawan tidak perlu pontang panting kesana kemari mencari informasi untuk membuat berita. Wartawan tidak perlu lagi melakukan konfirmasi kepada narasumbernya. Wartawan tidak repot lagi merangkai kata-kata dan menyusun kalimat demi kalimat hingga terbentuknya beberapa pragraf untuk jadi sebuah berita, dan juga tidak mesti mengambil fhoto dilapangan, karena sudah ada rilis berita dan fhoto yang siap diminta dari sesama rekan wartawan, juga adanya rilis berita dan fhoto dari sejumlah instansi yang selalu menshare rilis berita di WA (whatsApp), ataupun tinggal copy paste saja berita yang telah naik dari media lain.
Enaknya lagi, zaman sekarang banyak instansi pemerintah dan instansi swasta yang bisa menjelma jadi wartawan untuk membuat berita. Sekarang ada beberapa instansi, sudah langsung membuat berita rilis dan fhoto setiap kegiatannya, lalu berita rilis tersebut dishare melalui pesan WA pribadi dan WA grup. Sehingga para wartawan tinggal terima matang. Kemudian para wartawan yang tergabung di dalam WA grup tersebut tinggal mengirim berita rilis dan fhoto tersebut kepada masing-masing redaksinya untuk dimuat di medianya.
Sementara berita rilis yang dishare oleh instansi-instansi tersebut ke WA grup, belum tentu bisa diyakini kebenarannya. Jangan-jangan berita rilis itu dibuat demi sesuatu kepentingan lain atau untuk mengalihkan perhatian publik demi menutupi sesuatu hal yang kurang baik. Pada hal salah satunya peranan pers atau wartawan sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers pada pasal 6. C. mengatakan, mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar. Maka itu, berita itu seharusnya benar-benar karya cipta sang wartawan media itu sendiri.
Kadang kala mirisnya bagi rekan-rekan oknum wartawan atau redaksi suatu media yang siap terima matang, baik berita rilis dari WA grup atau WA pribadi, maupun berita copy paste dari media lain, sering dibuat atas nama wartawan yang mengirim berita itu ke redaksinya. Seolah-olah berita itu adalah hasil karya cipta dari wartawan itu sendiri. Sehingga setelah naiknya berita rilis atau berita hasil copy paste tersebut, dengan gagahnya dan sangat percaya diri rekan wartawan dan redaksi yang bersangkutan men-share berita-berita tersebut ke media sosial seperti facebook WA-WA grup, Instagram, twiter dan lain sebagainya.
Sehingga tatanan tugas dan profesi wartawan dizaman sekarang ini tampak tidak jelas. Ditambah lagi kurangnya seleksi dan training dalam setiap penerimaan tenaga wartawan oleh suatu perusahaan media. Hal itu tentu semakin menambah daftar amburadulnya tatanan tugas-tugas wartawan dilapangan.
Selain itu, beberapa organisasi profesi wartawan yang ada, baik organisasi pers skala nasional maupun organisasi profesi wartawan skop daerah, juga seakan kurang peduli dengan hal itu. Padahal, profesi wartawan merupakan tugas yang begitu mulia. Sebab wartawan itu merupakan pilar demokrasi keempat bangsa Indonesia terutama dalam mengawal penegakkan supermasi hukum di NKRI yang kita cintai ini.(**)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan