Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
Syukuri Nikmat Dengan Berzakat
Jumat 26 Februari 2021, 06:43 WIB
Ilustrasi
RIAUMADANI. COM - “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At Taubat: 71)

PejuangKebaikan pernah dengar kisah Tsalabah Ibn Hathib al-Anshari? Tsalabah merupakan sahabat Nabi Muhammad Saw. Ia awalnya adalah orang yang tidak memiliki harta sama sekali. Hingga ia minta didoakan kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam agar diberi harta kekayaan. Rasulullah Saw. yang awalnya menolakpun akhirnya meng-Amin-kan karena Tsalabah berjanji akan menggunakan hartanya untuk kebaikan. 

Namun, janji tinggallah janji. Setelah Tsalabah menjadi hartawan ia semakin hari makin disibukan dengan perternakan dan perkebunan yang dimilikinya. Ia pun menjadi orang yang kikir dan merasa bahwa apa yang ia punya adalah hasil kerja kerasnya. Bahkan ia menghindari zakat ketika utusan Rasul datang. 

Hingga turunlah ayat yang berisi sindiran kepada orang-orang yang sebelumnya berikrar akan menyedekahkan sebagian hartanya jika dikaruniai oleh Allah berupa kekayaan, ttapi setelah diberi kekayaan mereka justru menjadi kikir dan berpaling. Karena sikap seperti itu, Allah kemudian menanamkan kemunafikan pada hati mereka sampai tiba ajal sebab mereka telah memungkiri ikrar dan berdusta.

Mendengar itu Tsa’labah yang menjadi kalang kabut. Dia pun pergi menemui Nabi dan memohon agar beliau mau menerima zakat darinya. Tetapi, Nabi tak mau menerimanya. “Sesungguhnya Allah melarangku untuk menerima zakatmu.” Kemudian, Tsa’labah yang sangat menyesal melaburi kepalanya dengan tanah. Lalu, Rasulullah berkata kepadanya, “Inilah amalanmu. Aku telah memerintahkan sesuatu kepadamu, tetapi engkau tidak mau mematuhiku.”

Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita umat muslim. Mensyukuri nikmat yang Allah berikan dengan menunaikan hak orang lain. Jangan sampai ketika dunia sudah berada ditangan kita. Tapi kita malah lalai akan kewajiban. Naudzubillah..

#Pejuangkebaikan bisa menunaikan zakat, infak shodaqoh nya di rumah yatim Jl. Durian No.13 Kelurahan Labuhbaru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

atau melalui transfer di no rekening:
BCA  220 139 8888
Mandiri  1720 000 384 125
An Yayasan Rumah Yatim Arrohman

www.rumah-yatim.org. (RMY)



Editor : Tis
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top