Pembangunan Qur an Center
Anjungan Seni Idrus Tintin di Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai) Pekanbaru
Aseri Tolak Pembangunan Qur an Center di Bandar Seni Raja Ali Haji Purna MTQ
Rabu 20 Januari 2021, 23:16 WIB
Anjungan Seni Idrus Tintin di Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai) Pekanbaru
RIAUMADANI. COM - Pemerintah Provinsi Riau berencana memulai Pembangunan Quran Center pada 2021 ini. Lokasinya di Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai), tepat di tempat seniman Riau berkumpul dan berkarya.
Diketahui, Pemprov Riau telah mengalokasikan APBD sebesar Rp17,9 miliar untuk proyek ini.
Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Seniman Riau (Aseri), Marhalim Zaini mengaku mendukung pembangunan Quran Center. Namun, bukan di kawasan yang juga dikenal dengan nama Purna MTQ itu.
"Tentu saja kita sebagai muslim dan seniman Melayu setuju sama pembangunan ini. Tapi ini soal tata kelola tempat. Kesannya jadi tumpang tindih kalau di lokasi kesenian dibangun juga Quran Center," ungkapnya kepada Riaumandiri.co, Rabu (20/1/2021).
"Kita mendukung pembangunan Quran Center itu di tempat yang seharusnya, seperti di Islamic Center kita di Tenayan Raya atau di Masjid An Nur," tambahnya.
Pengakuan Marhalim, ketika Aseri mendatangi Dinas PUPR Provinsi Riau untuk mengajukan pernyataan sikap, diketahui awalnya Quran Center memang direncanakan akan dibangun di Masjid An Nur. Namun, tanpa alasan yang pasti, tiba-tiba dipindahkan ke kawasan kesenian Purna MTQ.
"Mereka sudah ukur-ukur semua itu di Masjid An Nur," katanya.
Setelah mendatangi PUPR, dalam minggu ini Aseri berencana melakukan audiensi dengan BPKAD Provinsi Riau, juga menyampaikan pernyataan sikap.
"Sebenarnya mau audiensi langsung sama gubernur, hanya kondisi kesehatan gubernur saat ini belum memungkinkan," ungkapnya.
Sementara, pendiri sekaligus komposer Riau Rhythm, Rino Dezapati meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan Quran Center di kawasan kesenian. Ia menyarankan Quran Center dibangun di lokasi yang direncanakan akan dibangun Riau Town Square.
"Mending di sebelah (kanan Purna MTQ). Daripada lokasinya terbengkalai enggak tentu arah, mendingan di situ. Berdampingan dengan Art Center, tapi tidak mengganggu," paparnya.
Rino menjelaskan, maksud mengganggu bukanlah dalam konotasi negatif. Ia menganalogikan, tidak mungkin dan tidak pas membangun pentas musik di halaman Masjid An Nur. Begitu juga sebaliknya, tidak elok jika seandainya ada kegiatan di Quran Center, tetapi di halamannya seniman sedang berkegiatan.
"Sudah 4 gubernur sampai Andi Rachman, sejak tahun 2000 menetapkan Bandar Serai Ali Haji (atau Purna MTQ) ini sebagai Art Center, pusat kesenian. Bahkan mau dijadikan tempat alternatif wisata Pekanbaru," jelasnya.
Selain itu, Rino maupun Marhalim menyayangkan narasi-narasi yang terbangun bahwa seniman menolak pembangunan Quran Center. Menurut mereka, yang ditolak hanya pembangunan yang dicampuradukkan di lokasi kesenian.
"Ini yang kita sayangkan. Narasi-narasi ini. Kami menolak ketidakpasan tempat pembangunan ini. Bukan menolak Quran Centernya. Bagaimana kalau misalnya di dalam Masjid An Nur itu dibangun studio musik? Kan tidak pas," ungkap Rino.
"Kecuali di Bandar Serai atau Purna MTQ ini dibagun musala. Kami dukung. Karena dari dulu kami minta enggak pernah dibangun sama dinas terkait. Cuma ada surau dari papan hasil sumbangan dari seniman saja," tutupnya. (**)
Diketahui, Pemprov Riau telah mengalokasikan APBD sebesar Rp17,9 miliar untuk proyek ini.
Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Seniman Riau (Aseri), Marhalim Zaini mengaku mendukung pembangunan Quran Center. Namun, bukan di kawasan yang juga dikenal dengan nama Purna MTQ itu.
"Tentu saja kita sebagai muslim dan seniman Melayu setuju sama pembangunan ini. Tapi ini soal tata kelola tempat. Kesannya jadi tumpang tindih kalau di lokasi kesenian dibangun juga Quran Center," ungkapnya kepada Riaumandiri.co, Rabu (20/1/2021).
"Kita mendukung pembangunan Quran Center itu di tempat yang seharusnya, seperti di Islamic Center kita di Tenayan Raya atau di Masjid An Nur," tambahnya.
Pengakuan Marhalim, ketika Aseri mendatangi Dinas PUPR Provinsi Riau untuk mengajukan pernyataan sikap, diketahui awalnya Quran Center memang direncanakan akan dibangun di Masjid An Nur. Namun, tanpa alasan yang pasti, tiba-tiba dipindahkan ke kawasan kesenian Purna MTQ.
"Mereka sudah ukur-ukur semua itu di Masjid An Nur," katanya.
Setelah mendatangi PUPR, dalam minggu ini Aseri berencana melakukan audiensi dengan BPKAD Provinsi Riau, juga menyampaikan pernyataan sikap.
"Sebenarnya mau audiensi langsung sama gubernur, hanya kondisi kesehatan gubernur saat ini belum memungkinkan," ungkapnya.
Sementara, pendiri sekaligus komposer Riau Rhythm, Rino Dezapati meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan Quran Center di kawasan kesenian. Ia menyarankan Quran Center dibangun di lokasi yang direncanakan akan dibangun Riau Town Square.
"Mending di sebelah (kanan Purna MTQ). Daripada lokasinya terbengkalai enggak tentu arah, mendingan di situ. Berdampingan dengan Art Center, tapi tidak mengganggu," paparnya.
Rino menjelaskan, maksud mengganggu bukanlah dalam konotasi negatif. Ia menganalogikan, tidak mungkin dan tidak pas membangun pentas musik di halaman Masjid An Nur. Begitu juga sebaliknya, tidak elok jika seandainya ada kegiatan di Quran Center, tetapi di halamannya seniman sedang berkegiatan.
"Sudah 4 gubernur sampai Andi Rachman, sejak tahun 2000 menetapkan Bandar Serai Ali Haji (atau Purna MTQ) ini sebagai Art Center, pusat kesenian. Bahkan mau dijadikan tempat alternatif wisata Pekanbaru," jelasnya.
Selain itu, Rino maupun Marhalim menyayangkan narasi-narasi yang terbangun bahwa seniman menolak pembangunan Quran Center. Menurut mereka, yang ditolak hanya pembangunan yang dicampuradukkan di lokasi kesenian.
"Ini yang kita sayangkan. Narasi-narasi ini. Kami menolak ketidakpasan tempat pembangunan ini. Bukan menolak Quran Centernya. Bagaimana kalau misalnya di dalam Masjid An Nur itu dibangun studio musik? Kan tidak pas," ungkap Rino.
"Kecuali di Bandar Serai atau Purna MTQ ini dibagun musala. Kami dukung. Karena dari dulu kami minta enggak pernah dibangun sama dinas terkait. Cuma ada surau dari papan hasil sumbangan dari seniman saja," tutupnya. (**)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham