Hukuman Mati
Presiden Joko Widodo Dan Perdana Mentri Australia Tony Abott
Soal Hukuman Mati, Jokowi Mengaku Banyak Sekali Tekanan Internasional
Kamis 12 Maret 2015, 08:23 WIB
Presiden Joko Widodo Dan Perdana Mentri Australia Tony Abott
JAKARTA. Riaumadani. com - Presiden Joko Widodo mengakui banyak sekali tekanan dari dunia internasional terkait eksekusi mati para terpidana kasus narkotika. Namun, meski ditekan, sikap pemerintah tidak akan berubah.
"Memang harus saya sampaikan, banyak sekali tekanan dari dunia internasional. Tapi ini kedaulatan hukum kita," ujar Jokowi seusai menghadiri acara Wirausaha Muda Mandiri, di Jakarta Convention Center, Kamis [12/3/2015].
Jokowi mengaku sudah berkali-kali bicara soal eksekusi mati para terpidana narkotika melalui media massa. Oleh karena itu, dia merasa tidak perlu lagi bicara sikap Indonesia atas tekanan tersebut."Jangan saya ulangi lagi," kata Jokowi.
Setelah mengeksekusi mati enam terpidana, Kejaksaan Agung berencana mengeksekusi 10 terpidana mati yang berasal dari berbagai negara. Dua di antaranya adalah warga negara Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, terpidana kasus "Bali Nine".
Meski para terpidana sudah dipindahkan ke Nusakambangan, kepastian waktu eksekusi belum jelas. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menyatakan, persiapan di Pulau Nusakambangan sebagai tempat eksekusi telah mencapai 100 persen.
Menurut Jokowi, kepastian eksekusi merupakan kewenangan dari Jaksa Agung HM Prasetyo. Di tengah belum jelasnya waktu eksekusi, lobi-lobi internasional terus berdatangan. Pemerintah Australia gencar melakukan lobi.
Jokowi mengaku bahwa dirinya hanya menerima kontak langsung dari Perdana Menteri Tony Abbott sekitar dua minggu lalu. Namun, sikap Indonesia tidak akan berubah, dan eksekusi akan tetap dilakukan."pungkas Jokowi,**
"Memang harus saya sampaikan, banyak sekali tekanan dari dunia internasional. Tapi ini kedaulatan hukum kita," ujar Jokowi seusai menghadiri acara Wirausaha Muda Mandiri, di Jakarta Convention Center, Kamis [12/3/2015].
Jokowi mengaku sudah berkali-kali bicara soal eksekusi mati para terpidana narkotika melalui media massa. Oleh karena itu, dia merasa tidak perlu lagi bicara sikap Indonesia atas tekanan tersebut."Jangan saya ulangi lagi," kata Jokowi.
Setelah mengeksekusi mati enam terpidana, Kejaksaan Agung berencana mengeksekusi 10 terpidana mati yang berasal dari berbagai negara. Dua di antaranya adalah warga negara Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, terpidana kasus "Bali Nine".
Meski para terpidana sudah dipindahkan ke Nusakambangan, kepastian waktu eksekusi belum jelas. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menyatakan, persiapan di Pulau Nusakambangan sebagai tempat eksekusi telah mencapai 100 persen.
Menurut Jokowi, kepastian eksekusi merupakan kewenangan dari Jaksa Agung HM Prasetyo. Di tengah belum jelasnya waktu eksekusi, lobi-lobi internasional terus berdatangan. Pemerintah Australia gencar melakukan lobi.
Jokowi mengaku bahwa dirinya hanya menerima kontak langsung dari Perdana Menteri Tony Abbott sekitar dua minggu lalu. Namun, sikap Indonesia tidak akan berubah, dan eksekusi akan tetap dilakukan."pungkas Jokowi,**
| Editor | : | TIS-KOMPAS |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi riaumadain.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Rabu 19 November 2025, 10:43 WIB
Bupati Afni Terima Penghargaan UHC Atas Pencapaian Dalam Memperluas Jaminan Kesehatan semesta
Rabu 29 Oktober 2025
Bertemu Menteri Imigrasi, Ketua IWO Riau Tegaskan Komitmen Jadi Mitra Strategis Imigrasi dan Lapas
Jumat 17 Oktober 2025
Rohul Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Riau, Bukti Kepemimpinan Visioner Bupati Anton dan Wabup Syafaruddin Poti
Minggu 05 Oktober 2025
Tim Gabungan Avsec dan Lanud RSN Gagalkan Penyelundupan Narkotika Jenis Sabu Seberat Hampir 1Kg
Nasional

Rabu 26 November 2025, 21:01 WIB
Satgas Kuasai Kembali Pos TNTN, Kodam XIX/TT Tegaskan Upaya Humanis Hindari Bentrokan dengan Warga
Rabu 26 November 2025
Satgas Kuasai Kembali Pos TNTN, Kodam XIX/TT Tegaskan Upaya Humanis Hindari Bentrokan dengan Warga
Senin 17 November 2025
*Usulan Hj. Siti Aisyah, Anggota DPR RI, Komisi XIII, Ka. LAPAS Kelas II B Rengat Gercep Beri Bantuan Warga Terdampak ISPA*
Kamis 13 November 2025
Semarak Fawai Ta'aruf MTQ Ke-54 di Air Molek, Kabupanten Inhu.
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Oktober 2025, 07:04 WIB
Dani Nursalam Pimpin LKP DPW PKB Riau, Abdul Wahid: Kader Harus Jadi Penjaga Ideologi dan Aspirasi Masyarakat
Senin 20 Oktober 2025
Dani Nursalam Pimpin LKP DPW PKB Riau, Abdul Wahid: Kader Harus Jadi Penjaga Ideologi dan Aspirasi Masyarakat
Selasa 07 Oktober 2025
Dugaan Adanya SPPD fiktif di DPRD Kota Pekanbaru, Sekwan Hambali Diperiksa Kejari
Rabu 01 Oktober 2025
Dua Pelaku Pengoplos Gas LPG Bersubsidi Dibekuk Tim Ditreskrimsus Polda Riau