Kenaikan BBM
Poto Int ilustrasi
BBM Kembali Naik, Organda Bingung Masalah Tarif angkutan
Selasa 03 Maret 2015, 01:18 WIB
Poto Int ilustrasi
BBM Kembali Naik, Organda Bingung Masalah Tarif angkutan
PEKANBARU.Riaumadani. com - Kebijakan Pemerintah Pusat untuk kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak [BBM] per tanggal 1 Maret kemarin, membuat pihak Organisasi Angkutan Darat [Organda] Kota Pekanbaru merasa bingung terhadap kebijakan pemerintah Jokowi
Kepala Organda kota Pekanbaru, Syaiful Alam mengaku kebingungkan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang menaikan harga BBM per 1 Maret 2015. Pasalnya belum lama ini harga BBM turun dan tarif baru angkutan umum baru berjalan.
"Jika Pusat sebentar naik dan menurunkan angkutan, kami akan sulit dalam mengatur tarif ongkos angkutan umum. Seperti ini susah bagi kami tuk menghitungnya. Jika kemarin BBM turun, sudah kita turunkan. Sekarang naik lagi, gimana kami mau naikkan lagi," ujarnya dengan nada kesal.
Syaiful juga mengatakan bahwa pihaknya sangat sudah sulit menentukan tambahan tarif. Pasalnya kenaikan BBM Rp200.
"Biar pemerintah saja yang pusing. Di lapangan juga dengan tarif angkutan Rp3500 sekarang, banyak masyarakat yang tetap membayar Rp4000. Jika kita naikan Rp100 misalnya, masyarakat tetap membayar segitu juga," ketusnya.
Namun begitu, Organda juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan kota Pekanbaru apakah tarif naik atau tidak.
"Belum kita tentukan. Kita dudukkan dulu nanti dengan dinas perhubungan, susah naikkan," sebutnya.**
PEKANBARU.Riaumadani. com - Kebijakan Pemerintah Pusat untuk kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak [BBM] per tanggal 1 Maret kemarin, membuat pihak Organisasi Angkutan Darat [Organda] Kota Pekanbaru merasa bingung terhadap kebijakan pemerintah Jokowi
Kepala Organda kota Pekanbaru, Syaiful Alam mengaku kebingungkan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang menaikan harga BBM per 1 Maret 2015. Pasalnya belum lama ini harga BBM turun dan tarif baru angkutan umum baru berjalan.
"Jika Pusat sebentar naik dan menurunkan angkutan, kami akan sulit dalam mengatur tarif ongkos angkutan umum. Seperti ini susah bagi kami tuk menghitungnya. Jika kemarin BBM turun, sudah kita turunkan. Sekarang naik lagi, gimana kami mau naikkan lagi," ujarnya dengan nada kesal.
Syaiful juga mengatakan bahwa pihaknya sangat sudah sulit menentukan tambahan tarif. Pasalnya kenaikan BBM Rp200.
"Biar pemerintah saja yang pusing. Di lapangan juga dengan tarif angkutan Rp3500 sekarang, banyak masyarakat yang tetap membayar Rp4000. Jika kita naikan Rp100 misalnya, masyarakat tetap membayar segitu juga," ketusnya.
Namun begitu, Organda juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan kota Pekanbaru apakah tarif naik atau tidak.
"Belum kita tentukan. Kita dudukkan dulu nanti dengan dinas perhubungan, susah naikkan," sebutnya.**
| Editor | : | TAM-RA |
| Kategori | : | Ekonomi |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Minggu 19 Juli 2026, 15:35 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan
Rabu 15 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gaungkan Semangat Kebersamaan Melalui Festival Rakyat 2026