Dalam Sepekan Tembus 1.507 Terpapar Virus Corona di Provinsi Riau, Meninggal 30 Orang
Senin 21 September 2020, 22:53 WIB
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Kasus baru Covid-19 di Riau terus melonjak belakangan ini. Banyak pihak dan masyarakat yang semakin cemas dan berharap ada langkah kongkrit dari pemerintah untuk menangani wabah mematikan ini.
Tak terkecuali, anggota dewan di DPRD Riau juga sudah menyoroti kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di bawah kepemimpinan Gubernur Syamsuar.
Pasalnya, selama 7 hari ini saja, sejak Senin 14 September hingga Minggu 20 September 2020, jumlah yang terpapar virus corona sebanyak 1.507 orang.
Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19, juga selama lima hari, sejak Selasa kemarin hingga Minggu hari ini tercatat sebanyak 30 orang.
Kondisi ini dinilai kalangan DPRD Riau sangat memprihatinkan. Padahal, anggaran yang digelontorkan untuk penanganan Covid-19 di Riau cukup fantastis, mencapai Rp474 miliar.
Namun, sejak Maret lalu hingga September 2020 ini seakan penggunaan dana tersebut tidak berarti apa-apa, disebabkan kian parahnya kasus Covid-19 melanda Riau.
Tragisnya pula, belakangan hari ini nyaris setiap hari terdapat laporan kasus kematian akibat terpapar corona di Riau.
"Sudah 7 bulan berjalan baru digunakan tidak lebih dari 50 persen, dan masih menyisakan anggaran hampir Rp200 miliar. Andai kata Pemprov Riau memiliki proyeksi kebutuhan yang benar, maka kasus penyebaran Covid-19 tidak mungkin tidak bisa dikendalikan seperti saat ini," tukas anggota DPRD Riau Ade Hartati, Sabtu (19/9/2020) lalu.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, seolah tidak ada langkah antisipasi pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa bulan lalu.
Selain itu, kata Ade Hartati, sebagaimana disadur dari pikiran-rakyat.com, tidak ada proyeksi ke depan yang harusnya dilakukan Pemprov Riau agar penyebaran Covid-19 terputus.
"Padahal dalam realokasi anggaran senilai Rp474 miliar itu terdiri dari bantuan untuk enam kabupaten/kota yang melakukan PSBB beberapa bulan lalu," bebernya.
Berikut adalah data tambahan kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di Riau dari tanggal 14 September hingga 20 September 2020
- Senin 14 September ada 128 kasus baru dan 4 meninggal dunia.
- Selasa 15 September ada 145 kasus baru dan 5 meninggal dunia.
- Rabu 16 September ada 183 kasus baru dan 4 meninggal dunia.
- Kamis 17 September ada 225 kasus baru dan 9 meninggal dunia.
- Jumat 18 September ada 225 kasus baru dan 3 meninggal dunia.
- Sabtu 19 September ada 303 kasus baru dan 1 meninggal dunia.
- Minggu 20 September ada 298 kasus baru dan 4 meninggal dunia.
Sehingga penambahan kasus positif Covid-19 selama 7 hari ini sebanyak 1.507 orang dan meninggal dunia 30 orang. (**)
Tak terkecuali, anggota dewan di DPRD Riau juga sudah menyoroti kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di bawah kepemimpinan Gubernur Syamsuar.
Pasalnya, selama 7 hari ini saja, sejak Senin 14 September hingga Minggu 20 September 2020, jumlah yang terpapar virus corona sebanyak 1.507 orang.
Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19, juga selama lima hari, sejak Selasa kemarin hingga Minggu hari ini tercatat sebanyak 30 orang.
Kondisi ini dinilai kalangan DPRD Riau sangat memprihatinkan. Padahal, anggaran yang digelontorkan untuk penanganan Covid-19 di Riau cukup fantastis, mencapai Rp474 miliar.
Namun, sejak Maret lalu hingga September 2020 ini seakan penggunaan dana tersebut tidak berarti apa-apa, disebabkan kian parahnya kasus Covid-19 melanda Riau.
Tragisnya pula, belakangan hari ini nyaris setiap hari terdapat laporan kasus kematian akibat terpapar corona di Riau.
"Sudah 7 bulan berjalan baru digunakan tidak lebih dari 50 persen, dan masih menyisakan anggaran hampir Rp200 miliar. Andai kata Pemprov Riau memiliki proyeksi kebutuhan yang benar, maka kasus penyebaran Covid-19 tidak mungkin tidak bisa dikendalikan seperti saat ini," tukas anggota DPRD Riau Ade Hartati, Sabtu (19/9/2020) lalu.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, seolah tidak ada langkah antisipasi pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa bulan lalu.
Selain itu, kata Ade Hartati, sebagaimana disadur dari pikiran-rakyat.com, tidak ada proyeksi ke depan yang harusnya dilakukan Pemprov Riau agar penyebaran Covid-19 terputus.
"Padahal dalam realokasi anggaran senilai Rp474 miliar itu terdiri dari bantuan untuk enam kabupaten/kota yang melakukan PSBB beberapa bulan lalu," bebernya.
Berikut adalah data tambahan kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di Riau dari tanggal 14 September hingga 20 September 2020
- Senin 14 September ada 128 kasus baru dan 4 meninggal dunia.
- Selasa 15 September ada 145 kasus baru dan 5 meninggal dunia.
- Rabu 16 September ada 183 kasus baru dan 4 meninggal dunia.
- Kamis 17 September ada 225 kasus baru dan 9 meninggal dunia.
- Jumat 18 September ada 225 kasus baru dan 3 meninggal dunia.
- Sabtu 19 September ada 303 kasus baru dan 1 meninggal dunia.
- Minggu 20 September ada 298 kasus baru dan 4 meninggal dunia.
Sehingga penambahan kasus positif Covid-19 selama 7 hari ini sebanyak 1.507 orang dan meninggal dunia 30 orang. (**)
| Editor | : | |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Jumat 30 Januari 2026, 07:03 WIB
Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau
Selasa 13 Januari 2026
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham