Desak Usut Dugaan Korupsi di Kab. Siak
Gerakan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Anti Korupsi
mendesak Kejati Riau usut dugaan korupsi Yan Prana Jaya dan Syamsuar
saat menjabat di Kabupaten Siak Riau beberapa waktu lalu.
Puluhan Mahasiswa Umri Minta Kejagung Copot Kajati Riau
Senin 21 September 2020, 22:37 WIB
Gerakan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Anti Korupsi
mendesak Kejati Riau usut dugaan korupsi Yan Prana Jaya dan Syamsuar
saat menjabat di Kabupaten Siak Riau beberapa waktu lalu.
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Sejumlah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melakukan aksi diam di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, Senin (21/9/2020).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan kesal atas penegakan hukum dugaan tindak pidana korupsi yang mereka nilai tidak mampu dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
Koordinator Lapangan Muhammad Zaki menyampaikan, pihaknya melakukan aksi ini sebagai bentuk kerisauan terhadap penegakan hukum khususnya Tindak Pidana Korupsi.
Menurutnya, aksi diam dan membentangkan poster bertuliskan: "Mia Amiati Tunduk di Bawah Yan Prana dan Syamsuar", "Copot Kajati Riau karena Telah Gagal dan Tidak Komitmen Memberantas Kasus Korupsi di Riau", karena aspirasi mereka selama ini seakan tidak digubris.
Katanya, seperti dikutip dari detakindonesia.co.id, terbukti sampai hari ini Syamsuar dan Yan Prana tidak ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi sewaktu menjabat di Kabupaten Siak, Riau
"Kami lakukan sebagai alternatif atas aksi yang berkali-kali sudah dilakukan tapi tidak ada kepastian hukum," tegas mereka.
Massa juga membuat pernyataan sikap yang isinya sebagai berikut:
Kami menyatakan sikap :
1. Kami menduga Kepala Kejaksaan Tinggi Riau telah masuk angin sehingga dugaan korupsi di Setda Siak yang diduga melibatkan Syamsuar sebagai Bupati saat itu dan Yan Prana Jaya sampai saat ini tidak ada kepastian Hukum.
5. Kami meminta agar KEJAKSAAN AGUNG MENCOPOT jabatan ibu Mia Amiati sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau karena tidak mampu mengusut tuntas dugaan korupsi di SETDA Siak yang melibatkan Syamsuar dan Yan Prana Jaya.
"Apabila tuntutan kami tidak diindahkan oleh Kejaksaan Tinggi Riau, maka Kami akan berkomitmen melakukan aksi setiap hari di depan Kejati Riau hingga dugaan tindak pidana korupsi mendapatkan kepastian hukum," tutup Muhammad Zaki.
Pernyataan sikap diterima oleh pihak Kejaksaan Tinggi Riau, Kasi Paenkum dan Humas Kejati Riau Muspidauan SH MH. Setelah diterima massa aksi membubarkan diri.(**)
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan kesal atas penegakan hukum dugaan tindak pidana korupsi yang mereka nilai tidak mampu dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
Koordinator Lapangan Muhammad Zaki menyampaikan, pihaknya melakukan aksi ini sebagai bentuk kerisauan terhadap penegakan hukum khususnya Tindak Pidana Korupsi.
Menurutnya, aksi diam dan membentangkan poster bertuliskan: "Mia Amiati Tunduk di Bawah Yan Prana dan Syamsuar", "Copot Kajati Riau karena Telah Gagal dan Tidak Komitmen Memberantas Kasus Korupsi di Riau", karena aspirasi mereka selama ini seakan tidak digubris.
Katanya, seperti dikutip dari detakindonesia.co.id, terbukti sampai hari ini Syamsuar dan Yan Prana tidak ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi sewaktu menjabat di Kabupaten Siak, Riau
"Kami lakukan sebagai alternatif atas aksi yang berkali-kali sudah dilakukan tapi tidak ada kepastian hukum," tegas mereka.
Massa juga membuat pernyataan sikap yang isinya sebagai berikut:
Kami menyatakan sikap :
1. Kami menduga Kepala Kejaksaan Tinggi Riau telah masuk angin sehingga dugaan korupsi di Setda Siak yang diduga melibatkan Syamsuar sebagai Bupati saat itu dan Yan Prana Jaya sampai saat ini tidak ada kepastian Hukum.
5. Kami meminta agar KEJAKSAAN AGUNG MENCOPOT jabatan ibu Mia Amiati sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau karena tidak mampu mengusut tuntas dugaan korupsi di SETDA Siak yang melibatkan Syamsuar dan Yan Prana Jaya.
"Apabila tuntutan kami tidak diindahkan oleh Kejaksaan Tinggi Riau, maka Kami akan berkomitmen melakukan aksi setiap hari di depan Kejati Riau hingga dugaan tindak pidana korupsi mendapatkan kepastian hukum," tutup Muhammad Zaki.
Pernyataan sikap diterima oleh pihak Kejaksaan Tinggi Riau, Kasi Paenkum dan Humas Kejati Riau Muspidauan SH MH. Setelah diterima massa aksi membubarkan diri.(**)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan