Pemerintah Kota Pekanbaru
 
Polisi Ungkap Fakta Tindak Pidana Penipuan Penggelapan yang merugikan pengusaha Sembako Rp.3,7Milyar

Dibaca sebanyak 153 kali
Pekanbaru | Tis | Kamis, 09/09/2021 | 07:40:43 WIB
 
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat Jumpa Pers di Mapolda Riau, Rabu (08/09/21).
RIAUMADANI. COM - Polda Riau berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Penipuan Penggelapan yang merugikan pengusaha Sembako sekitar Rp3,7 Milyar. Sejak bulan Mei 2021 lalu, korban ditipu oleh anak buahnya sendiri yang diduga bekerjasama dengan kelompok lain. 

"Ini kasus penggelapan atau penggelapan dalam jabatan, yang dijerat dengan Pasal 374 atau 378 KUHPidana. Korban atas nama Sumarni alias Mimi yang dirugikan sekitar Rp3,7 Milyar. Terlapor, adalah karyawannya sendiri berinisial FT dan teman-temannya," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat Jumpa Pers di Mapolda Riau, Rabu (08/09/21).

Turut hadir pada konferensi pers itu, Direktur Ditreskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, dan Kasubdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Riau, Kompol Ernis Sitinjak.

Kabid Humas mengungkapkan, bahwa kasus ini terkait barang-barang sembako milik UD Jaya Mandiri yang berlokasi di Jalan Dharma Bakti, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. 

"Dimana korban mulai mengetahui adanya kejahatan ini pada tanggal 19 Agustus 2021 lalu. Ketika Supir UD Jaya Mandiri memberitahukan kepada korban tentang kecurigaannya, terhadap Sales mereka berinisial FT perihal adanya orderannya fiktif yang dibuat FT," papar Narto, panggilan akrabnya. 

Ternyata, pada tanggal 23 Agustus 2021, FT memesan sembako lagi dari Gudang UD Jaya Mandiri atas Pemesanan dari pihak Toko berinisial Jo yang mengaku dari Kabupaten Siak. Setelah barang sembako dimuat, FT menyuruh supir untuk mengantarkan sembako tersebut ke gudang milik HD. 

Pemesanan berlanjut, pada tanggal 24 Agustus 2021, FT kembali memesan sembako dari gudang UD Jaya Mandiri, juga atas pesanan dari Jo di Siak. Lalu, FT menyuruh supir untuk mengantarkan sembako tersebut ke gudang HD. 

Curiga, suami korban, P Manurung, dan saudaranya, A Manurung, membuntuti mobil truk tersebut menuju gudang HD. 

Ternyata, Gudang itu bukan di Kabupaten Siak melainkan di Jalan Riau. Disitu, mereka mendapati beberapa orang sedang membongkar atau memindahkan barang sembako dari 3 (tiga) unit mobil pick up milik korban Sumarni ke dalam gudang milik HD. 

Suami korban pun menyuruh para pekerja Gudang untuk mengembalikan barang-barangnya yang telah dimasukkan ke dalam gudang tersebut ke dalam mobil dan membawa kembali barang-barang tersebut kembali ke gudang UD Jaya Mandiri. 

FT mengaku, selama ini bekerja sama dengan HD untuk menjual barang-barang sembako milik UD Jaya Mandiri kepada HD dengan harga murah (dibawah harga modal, red) dan menyuruh supir UD Jaya Mandiri mengantarkan barang-barang sembako ke gudang HD, sesuai 46 faktur penjualan. 

FT membuat faktur penjualan palsu agar pemilik UD Jaya Mandiri tidak mengetahui barang-barang sembako tersebut dijual kepada HD dengan harga murah. 

Ternyata, FT malah tidak menyerahkan uang pembayaran barang-barang sembako sesuai 46 faktur penjualan sejumlah kurang lebih Rp3,4 Milyar kepada pemilik UD Jaya Mandiri. Ia malah menyuruh HD mengirimkan uang pembayaran barang-barang sembako itu ke rekening orang tuanya, berisinial NS. 

FT mengaku, Ia menggunakan uang hasil pembayaran barang-barang sembako tersebut untuk keperluan pribadi dan keluarganya. 

Hasil pemeriksaan, aksi ini ternyata sudah berlangsung sejak bulan Mei 2021 dimana HD, si Pemilik Gudang Jalan Riau ini lah yang mengajak FT untuk bekerja sama menjualkan barang-barang sembako dari UD Jaya Mandiri kepada dirinya dengan harga murah dan membuat faktur barang fiktif dan akan dibayarkan secara bertahap kepada FT. 

Setelah disepakati kerja sama tersebut, FT memesan/order barang-barang sembako kepada korban untuk diantarkan ke bebarapa toko yang berada di Kabupaten Siak dan Pelalawan. 

Kemudian, FT menyuruh supir mengantarkan barang-barang sembako tersebut ke gudang milik HD di Jalan Riau Ujung Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru. 

Setelah menerima barang-barang tersebut, HD menyuruh FT untuk membuat faktur penjualan fiktif agar tidak diketahui oleh pemilik UD Jaya Mandiri bahwa barang sembako tersebut dijual kepada HD dengan harga murah. 

Diketahui, sejak bulan Mei 2021 hingga 24 Agustus 2021, FT telah membuat orderan fiktif sesuai 76 faktur penjualan agar dapat membawa barang-barang sembako dari gudang UD Jaya Mandiri. Lalu, menyuruh supir mengantarkannya ke gudang HD di Jalan Riau. 

Untuk sebanyak 46 faktur pembelian tersebut, HD telah mengirimkan uang secara bertahap ke rekening NS, orang tua FT, yang totalnya kurang lebih sejumlah Rp1,4 Milyar selama periode 01 Juni 2021 sampai dengan 01 Agustus 2021. 

Namun, FT tidak menyerahkan uang tersebut kepada korban baik untuk pembayaran barang sembako sesuai 76 faktur penjualan. 

"Barang Bukti yang kita amankan antara lain: Rekening Koran Bank BRI atas nama NS, Ibu FT. 76 Faktur Penjualan, 1 (Satu) unit Handphone Merk VIVO, 2 (Dua) unit Handphone Merk OPPO, 2 (Dua) buah cincin emas dan 1 (Satu) buah gelang emas," ujar Sunarto mengakhiri konferensi persnya.(Rls)

 

Jumat, 15/10/2021 - 23:07:08 WIB
Taufikurachman: BBM Sulit di Riau Akibat Kuota Solar Subsidi Menipis

Selasa, 12/10/2021 - 08:55:41 WIB
PKBI Riau Gelar Kick Off Meeting Pencegahan Stunting Melalui Aktivasi Posyandu

Senin, 11/10/2021 - 09:00:35 WIB
Rebut 12 Emas, 11 Perak 7 Perunggu Pekanbaru Pertahankan Gelar Juara Umum Porda SOIna VI Riau Ke-VI

Minggu, 10/10/2021 - 23:19:41 WIB
Tim Sambo Riau Rebut 4 Medali Emas, 1 Perak PON XX Papua

Kamis, 07/10/2021 - 23:09:54 WIB
Kapolda Riau Bersama Walikota Pekanbaru Salurkan Bantuan Tunai ke Pedagang Kaki Lima

Selasa, 05/10/2021 - 00:00:14 WIB
Rizaldi Putra Terpilih Sebagai Ketua DPH LAMR Kota Pekanbaru

Senin, 04/10/2021 - 22:35:54 WIB
Aiptu Sri Sudana Personel Brimob Menangis Dapat Rumah dari Kapolda Riau

Senin, 04/10/2021 - 22:27:23 WIB
Kapolda Riau Buka Pelatihan Bagi Personel Yang Akan Masuk Masa Pensiun

Senin, 27/09/2021 - 23:17:40 WIB
Kejati Riau Tegas, Tidak Terlibat Soal Pergubri, Dan Tidak Menemukan Dasar Hukum Pasal 15

Minggu, 26/09/2021 - 08:58:08 WIB
Bupati Kampar Catur Sugeng Sutanto Hadiri Musywil PPP Riau.

Minggu, 26/09/2021 - 00:49:00 WIB
Musda XII HIPMI Riau berakhir Deadlock dan Dibubarkan Aparat Kepolisian.

Sabtu, 25/09/2021 - 05:26:19 WIB
Kapolda Riau Lepas Keberangkatan 100 Personil Pasukan BKO Papua

Jumat, 24/09/2021 - 23:07:52 WIB
Kapolresta Pekanbaru Musnahkan 13.044 Kg Narkotika Jenis Shabu Di Halaman Depan Mako Polsek Rumbai

Rabu, 22/09/2021 - 12:48:25 WIB
Rumah Yatim Riau Bantu Ringankan Beban Pipih, Yang Berjuang Lawan TBC Agar Bisa Rawat Kedua Putranya

Senin, 20/09/2021 - 14:24:53 WIB
Polda Riau Gelar Operasi Patuh 2021, Guna Tingkatkan Disiplin Prokes Dan Tertib Berlalu Lintas

Senin, 20/09/2021 - 12:53:25 WIB
Rumah Yatim Berikan Bantuan untuk Pembangunan Fasilitas WC Mushola Al Ikhlas Kubang Jaya

Senin, 20/09/2021 - 08:41:07 WIB
234 SC Korwil Riau dan 234 SC Regwil Pelalawan Kembali Berbagi Sembako

Minggu, 19/09/2021 - 10:41:30 WIB
Pemprov Riau Beri Bonus Rp1 Miliar Kepada Leani Ratri Oktila

Jumat, 17/09/2021 - 14:22:59 WIB
Berbagai Program Bantuan Dibagikan Rumah Yatim kepada Warga Kecamatan Sukajadi Pekanbaru

Jumat, 17/09/2021 - 03:30:47 WIB
Ketua Pengprov Novilia Kukuhkan Pengurus SOIna Rohil Periode 2021-2025

Selasa, 14/09/2021 - 13:15:24 WIB
Buat Pejuang Kebaikan Ayo Kunjungi Kantor Layanan Zakat Rumah Yatim Riau. Ini Alamatnya

Senin, 13/09/2021 - 23:50:51 WIB
Pemko Pekanbaru Segera Gelar Pertemuan Dengan Pengembang Bahas Kelanjutan Pembangunan Pasar Induk

Senin, 13/09/2021 - 23:30:50 WIB
Ketua DPC Gerindra Kota Pekanbaru Bagi-bagi Sembako ke Warga Kecamatan Sail

Minggu, 12/09/2021 - 12:10:52 WIB
Kapolresta Kombes Pol Dr Pria Budi, SIK MH. Resmi Launching Aplikasi Tanjak Polresta Pekanbaru

Sabtu, 11/09/2021 - 12:48:21 WIB
Wali Kota Firdaus: Vaksin Syarat Guru Untuk Mulai Sekolah Tatap Muka

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH KOTA PEKANBARU © 2012

Sabtu, 16 Oktober 2021