Rabu, 30 09 2020
  Sekda Kampar Tinjau Posko Kesiapan Lokasi PSBM di Tiga Kecamatan | Ketuk Palu, APBD Perubahan Riau Rp8,7 Triliun di Sahkan | Penanganan Covid-19 Jadi Fokus Anggaran APBD P 2020 Kota Pekanbaru | Hari Ini Pecah Rekor 352 Kasus Baru Covid-19 di Riau, Kota Pekanbaru Tertinggi 227 Orang | Mayarakat Kecamatan Pinggir Siap Menangkan Kasmarni Untuk Bupati Bengkalis Periode 2021-2026 | Kadis LHK Provinsi Riau Kunker ke Desa Sebauk Kecamatan Bengkalis
 
Kamis, 06/08/2020 - 02:38:08 WIB | Tis | Nasional
Koalisi Aksi Para Tokoh Nasional
Para Tokoh Politik Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, Begini Respon Istana

Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
TERKAIT:
JAKARTA. RIAUMADANI. COM – Sejumlah tokoh politik membentuk Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) untuk mengkritisi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Koalisi tersebut diiniasi oleh akademisi Rocky Gerung, mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Politisi PBB Ahmad Yani, Pengamat Politik Refly Harun, mantan Wakil Ketua KPK Abdullah Hehamahua, Said Didu, perwakilan NU, pengamat ekonomi, dan tokoh-tokoh lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan sah-sah saja koalisi itu dibentuk. Ia menganggap koalisi itu merupakan oposisi swasta.

“Ya saya kira itu oposisi swasta ya. Artinya bukan berada dalam parlemen, dalam partai politik, tapi di luar parlemen, ya sah saja saja, dijamin Undang-Undang kok berserikat mengeluarkan pendapat,” ujar Donny saat dihubungi Suara.com, Rabu (5/8/2020).

Namun menurut Donny, yang terpenting saat ini yang dibutuhkan Indonesia yakni solusi bukanlah deklarasi.

Solusi yang dimaksud Jokowi di tengah pandemi yaitu bersama-sama membantu pemerintah menyelesaikan krisis akibat Covid-19.

“Saat ini Indonesia membutuhkan solusi bukan deklarasi. Artinya kalau menyelamatkan pemerintah, cari jalan bersama sama kita menyelesaikan krisis ini. Misalnya untuk bantu korban PHK, atau membantu siswa yang tidak  bisa mengakses intern karena tidak punya kuota, itu yang paling penting itu yang perlu diselamatkan. Deklarasi penting tapi solusi lebih penting,” ucap dia.

Karena itu, Donny menuturkan tak masalah jika ada oposisi swasta membentuk gerakan tersebut.

“Nggak masalah. Itu saya sebut sebagai oposisi swasta, jadi orang-orang partikelir di luar pemerintah membangun kekuatan oposisi, menurut saya sah saja, kan tidak ada yang salah,” kata Donny..

Lebih lanjut, Donny mengingatkan semua pihak bahwa Indonesia saat ini sedang membutuhkan solusi untuk mengatasi krisis akibat Covid-19 yang langsung dirasakan masyarakat, bukanlah deklarasi.

“Nah yang harus menjadi catatan, bahwa saat ini kita sedang membutuhkan solusi bukan deklarasi. Deklarasi semua orang bisa, tapi yang bisa memberikan solusi langsung dirasakan oleh rakyat itu yang penting,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh politik mengadakan pertemuan di kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan pada Minggu (2/8/2020) sore. 

Mereka sepakat untuk membentuk koalisi yang akan gencar memberikan kritik terhadap pemerintah saat ini.

Acara itu dihadiri oleh berbagai tokoh politik, mulai dari akademisi Rocky Gerung, mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Politisi PBB Ahmad Yani, Pengamat Politik Refly Harun, mantan Wakil Ketua KPK Abdullah Hehamahua, Said Didu, perwakilan NU, pengamat ekonomi, dan tokoh-tokoh lainnya.

Dalam acara tersebut, masing-masing orang mengemukakan kondisi negara saat ini yang diklaim sudah dalam keterpurukan. Karena itu, mereka sepakat untuk membuat kumpulan bernama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Ahmad Yani mengatakan, saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia semakin mengalami keterpurukan. Bahkan, pemerintah disebutnya sudah tak menjalankan tugas seperti seharusnya dan menjadi penyelewengan dari dasar-dasar negara.

“(Koalisi ini) berpangkal dari penyelewengan terhadap cita-cita dan arah dari kemerdekaan dan proklamasi kita sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD,” ujar Yani di lokasi, Minggu (2/8/2020) lalu

Yani mengklaim koalisi ini sudah didukung berbagai kalangan yang tersebar di berbagai daerah. Terhitung sudah ada 150 tokoh yang akan ikut bersama pihaknya mengkritisi tindakan pemerintah.

“Dari awal ini yang sudah bersedia ikut ada sekitar 150 lebih dan terus menerus menyatakan dukungan. Tidak hanya di Jakarta tapi juga di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Din Syamsuddin mengatakan koalisi ini merupakan gerakan moral yang tidak bertujuan untuk menjatuhkan atau memakzulkan kepemimpinan Jokowi. Nantinya kelompok ini akan mengkaji berbagai permasalahan di Indonesia dan menawarkan solusinya.

“Bukan gerakan politik praktis kekuasan. Tidak ada satu katapun bahwa gerakan ini ingin memakzulkan atau memberhentikan seseorang atau sebuah rezim,” jelasnya.

Beberapa hal yang mendasari lahirnya kelompok ini, kata Din, seperti adanya pembahasan untuk berbagai aturan yang dianggap menyimpang. Mulai dari UU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Minerba, hingga Omnibus Law.(**)
Rabu, 30/09/2020 - 22:58:41 WIB
Antisipasi Wabah Virus Corona (Covid-19)
Sekda Kampar Tinjau Posko Kesiapan Lokasi PSBM di Tiga Kecamatan
Rabu, 30/09/2020 - 22:48:28 WIB
APBDP RIAU
Ketuk Palu, APBD Perubahan Riau Rp8,7 Triliun di Sahkan
Rabu, 30/09/2020 - 22:35:43 WIB
DPRD Sahkan APBDP 2020 Pekanbaru
Penanganan Covid-19 Jadi Fokus Anggaran APBD P 2020 Kota Pekanbaru
Rabu, 30/09/2020 - 22:30:48 WIB
WABAH VIRUS COVID-19 DI RIAU
Hari Ini Pecah Rekor 352 Kasus Baru Covid-19 di Riau, Kota Pekanbaru Tertinggi 227 Orang
Rabu, 30/09/2020 - 12:06:18 WIB
Kampanye Pilkada Bengkalis
Mayarakat Kecamatan Pinggir Siap Menangkan Kasmarni Untuk Bupati Bengkalis Periode 2021-2026
Rabu, 30/09/2020 - 10:28:40 WIB
KUNKER DINAS LHK RIAU
Kadis LHK Provinsi Riau Kunker ke Desa Sebauk Kecamatan Bengkalis
Rabu, 30/09/2020 - 06:59:49 WIB
Ada Historis Kebun KT.TD Di Desa Redang Seko
Jumian Koordinator KT.TD Minta Tindak Tegas Pelaku Pematokan Lahan di Blok A7
Selasa, 29/09/2020 - 16:19:16 WIB
Rugikan Negara Rp.50Milyar.
KPK Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan WFC di Kampar,
Selasa, 29/09/2020 - 15:25:17 WIB
Untuk memutus Rantai Wabah Virus Corona (Covid-19)
IWO Riau Bagikan 8000 Masker Gratis di Lampu Merah Bundaran Tugu Zapin
Selasa, 29/09/2020 - 09:15:29 WIB
Wahyudin Duga Ada Patgulipat Kebun Plasma di PT. BRS
Anggota KUD.TS Adukan Dugaan Pembohongan Kebun Plasma Ke- Riau Chanel TV dan Aktivis
Minggu, 07/08/2016 - 07:47:18 WIB
Kirab Api PON 2016
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har
Sabtu, 25/04/2015 - 04:51:58 WIB
Eksekusi Hukuman Mati
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan
Selasa, 09/02/2016 - 01:21:32 WIB
Dugaan Korupsi Milyaran Rupiah
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK
Rabu, 17/09/2014 - 02:20:26 WIB
Pembibitan Ikan Secara Modern
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern
Rabu, 25/06/2014 - 05:20:07 WIB
Capres- Cawapres Klarifikasi Harta ke KPK
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK
Rabu, 18/03/2015 - 02:45:45 WIB
PILKADA INHU
Bang Iskandar dan Mas Agus Pasangan Primadona Masyarakat Inhu, di Prediksi Saingan Berat Incumbent
Rabu, 06/05/2020 - 08:21:28 WIB
Nurbaiti Kecewa Pelayanan Pedagang di Jalan Inpres Kelurahan Selat Panjang Timur Bersikap Arogan
Selasa, 17/02/2015 - 01:01:03 WIB
Miss Indonesia 2015
Maria Harfanti Terpilih Sebagai Miss Indonesia 2015
Sabtu, 19/03/2016 - 10:51:22 WIB
Anggota Kehormatan KAHMI
Mahhfud MD Usulkan Bupati H Suyatno Jadi Anggota Kehormatan KAHMI
 
HOME | OTONOMI | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF
INDEX | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER
Copyright 2014-2020 RIAUMADANI.COM, All Rights Reserved