Senin, 14 Oktober 2019
  4 Pelaku Judi Ditangkap Polsek Kampar, Salahsatunya adalah Kepala Desa | Bupati Bengkalis Dukung Keinginan Gubri Jadikan Bukit Batu Kawasan Objek Wisata | Polsek Kampar Kiri Hilir Amankan SU warga Desa Bina Baru Kec. Kampar Kiri Hilir Pelaku Penganiayaan | Upacara HUT Rohul ke-XX Dihadiri Wakil Gubernur Riau dan Mantan Bupati Rohul | Wagubri: Polemik AKD DPRD Riau, Dikhawatirkan Akan Menganggu Jalannya Roda Pemerintahan Riau | Pemko Pekanbaru Bentuk Tim Percepatan Pembangunan KIT
 
Jumat, 04/10/2019 - 22:54:53 WIB | Tis | Budaya
BUDAYA
Pemprov Riau Kembali Terima Enam WBTB dari Pusat

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zein
TERKAIT:
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Pemerintah pusat kembali memberikan pengakuan sebanyak enam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Riau. Pengakuan berupa sertifikat yang langsung diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI tersebut akan diterima Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar di Istora Gelora Bung Karno pada Selasa (8/10/19) nanti.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zein, Jumat (4/10/19). Menurut Raja Yoserizal, nantinya pada acara apresiasi penetapan Warisan Budaya Tak Benda 2019 itu, juga ditampilkan tarian Zapin Siak Sri Indrapura dari Kabupaten Siak.

"Alhamdulillah, nanti pada tanggal 8 Oktober, Gubernur Riau pak Syamsuar akan menerima sertifikat pengakuan langsung. Nanti Zapin Siak Sri Inderapura juga akan ditampilkan di hadapan menteri," kata Yoserizal.

Adapun keenam pengakuan WBTB tersebut yakni Buwong Kuayang dan Tari Cegak juga dari Rokan Hulu. Dikei Sakai dan Zapin Siak Sri Indrapura dari Siak, Syair Surat Kapal dari Indragiri Hulu serta Tepung Tepung Tawar Riau atas nama Provinsi Riau.

Menurut Yoserizal lagi, usulan pengakuan WBTB sebenarnya ada sebanyak 61 usulan dari berbagai daerah di Riau. Hanya saja dalam usulan itu, banyak tidak dilengkapi dengan kajian dan pendukung dari WBTB itu sendiri. Sehingga setelah diproses, diverifikasi ternyata hanya enam yang layak memenuhi syarat sebagai WBTB.

"Ada kabupaten mengusulkan dua puluh, tapi tak ada kajian. Ada juga kabupaten saat tim verifikasi memita sidang selanjutnya untuk memperjelas kabupaten tak mampu memenuhinya. Kelengkapannya itukan kajiannya harus lengkap, videonya mesti original, fotonya juga, yang jadi masalah itu. Akibatnya sampai penetapan, cuma enam ditetapkan," papar Yose.

Meski begitu, Yose yang juga dikenal sebagai budayawan Riau ini tetap bersyukur dengan adanya pengakuan tersebut. Namun ke depan, diharapkan pemerintah daerah melalui instansi terkait bisa lebih memakismalkan lagi perannya dalam mengangkat budaya Riau ke tingkat nasional bahkan internasional.

Dari catatan Dinas Kebudayaan Riau, WBTB pertama didapat Riau pada 2013, yakni Tenun dari Siak. Kemudian pada 2015 pengakuan WBTB kembali didapat. Yakni Koba dari Rokan Hulu, Pacu Jalur dari Kuantan Singingi serta Menumbai dari Pelalawan.

Selanjutnya pada 2016, ada juga pengakuam WBTB untuk Riau, yakni. Bedewo Bonai dari Rokan Hulu, Calempong Oguong dari Kampar, Debus dari Inhu, Nyanyi Panjang dari Pelalawan, Randai Kuantan dari Kuantan Singingi dan Joget Sonde dari Meranti.

Pada 2017 ada Batobo, Rumah Lontiok, Silat Perisai,  Sijobang Buwong Gasiong masing-masing dari Kampar. Manongkah dari Indragiri Hilir. Onduo Rokan dari Rokan Hulu.

Perahu Beganduang dari Kuantan Singingi, Zapin Api dan Zapin Meskom dari Bengkalis. Selembayung dan Tunjuk Ajar Melayu atas nama Provinsi Riau.

Selanjutnya untuk WBTB 2018, yakni. Silek Tigo Bulan, Ratik Bosa / Ratik Togak, Lukah Gilo Riau masing-masing daei Rokan Hulu. Ghatib Beghanyut, Syair Siak Sri Indrapura dari Siak. Tari Gendong atas nama Siak, Meranti dan Bengkalis.

Kemudian Kayat Kuansing/Kayat Rantau Kuantan serta Silat Pangean dari Kuantan Singingi, Nandung Indragiri Hulu dari Indragiri Hulu). Ada juga Belian dari Pelalawan, Basiacuong, Pantun Atui, Badondong serta Kotik Adat Kampar masing-masing dari Kampar. (**)

(57) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Minggu, 07/08/2016 - 07:47:18 WIB
Kirab Api PON 2016
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har
Sabtu, 25/04/2015 - 04:51:58 WIB
Eksekusi Hukuman Mati
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan
Selasa, 09/02/2016 - 01:21:32 WIB
Dugaan Korupsi Milyaran Rupiah
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK
Rabu, 17/09/2014 - 02:20:26 WIB
Pembibitan Ikan Secara Modern
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern
Rabu, 25/06/2014 - 05:20:07 WIB
Capres- Cawapres Klarifikasi Harta ke KPK
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK
Rabu, 18/03/2015 - 02:45:45 WIB
PILKADA INHU
Bang Iskandar dan Mas Agus Pasangan Primadona Masyarakat Inhu, di Prediksi Saingan Berat Incumbent
Selasa, 17/02/2015 - 01:01:03 WIB
Miss Indonesia 2015
Maria Harfanti Terpilih Sebagai Miss Indonesia 2015
Sabtu, 19/03/2016 - 10:51:22 WIB
Anggota Kehormatan KAHMI
Mahhfud MD Usulkan Bupati H Suyatno Jadi Anggota Kehormatan KAHMI
Senin, 22/09/2014 - 09:38:10 WIB
"Gendutkan" Tagihan Rekening Listrik Warga
PLN Cabang Pekanbaru Diminta Tindak Tegas Manager Rayon Panam
 
HOME | OTONOMI | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF
INDEX | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER
Copyright 2014-2018 RIAUMADANI.COM, All Rights Reserved